Zee Dan Vandra

Zee Dan Vandra
Rahma Malu


__ADS_3

Vano dan Rahma


Tangan Rahma masih di gandeng Vano sampai dalam kamar, saat sudah di dalam kamar keduanya sama sama diam dan bingung mau gimana.


"Eemm,,,Mas,,,"


"Hemm,,kenapa,,,?"


"Saya mau bersih bersih sama ganti gaun dulu,,"


"Ya udah Sanah ganti gaun nya,,mau di bantu lagi kaya tadi kebaya ngga,"Rahma menggeleng,tapi Rahma tidak pergi juga.


"Kok diam aja,katanya mau bersih bersih,,"


"Iya,,saya mau pergi tapi tangan Saya lepasin dulu Mas,,"Vano baru sadar kalau tangan Rahma masih di gandeng nya.


"Oh iya,, Maaf,,"Vano pun tersenyum sambil melepaskan tangan Rahma.


Rahma berjalan menuju kamar mandi, Vano ke kasur untuk rebahan,Vano juga merasa capek dan lemas.


"Akhirnya selesai juga ,besok tinggal nikmatin bulan madu di Korea ,"Vano bicara sendiri dengan penuh bahagia.


Rahma di kamar mandinya sudah melepaskan gaun pengantinnya,tapi Rahma lupa ngga membawa baju ganti,untungnya ada handuk,lalu Rahma menutupi badanya dengan handuk.


Rahma lanjut membersihkan wajahnya,sekitar setengah jam Rahma sudah selesai,dan Rahma sedang bingung mau keluar dari kamar mandi karena mau ambil baju,tapi malu karena cuman pakai handuk saja,apa lagi Rahma ngga pakai penutup dada di dalamnya, hanya pakai kain segitiga.


Rahma membuka pintu,lalu mengintip Vano sedang apa,terlihat Vano sedang tiduran dan matanya di tutupi dengan lengan tanganya.


Rahma yang melihat Vano seperti itu ,dengan pelan keluar dari kamar mandi,Rahma Pikir Vano tidur.


Tapi ternyata Vano tidak tidur dan melihat Rahma saat mengambil bajunya di dalam kopernya.

__ADS_1


Rahma mengambil bajunya sambil membungkuk,dan Vano yang tidak tidur membuka tanganya,Vano langsung melihat pemandangan indah di depan matanya,karena Rahma membungkuk jadi Vano bisa melihat paha mulus Rahma Sampai kain segitiganya pun terlihat.


Mata Vano terbuka lebar,,"Ma,,kamu sedang apa,,?"Rahma yang kaget langsung berdiri tegak dan tanganya memegang handuk bagian depannya,rupanya Rahma takut melorot.


Rahma berbalik menghadap Vano,"I,,ini Mas,Saya ambil baju,,"Rahma bicara sambil menunduk karena malu.


Rahma tadi masih pilih baju yang mau di pakai,dan belum ambil baju yang mau di pakai,Vano sudah memangilnya,jadi Rahma langsung Kaget.


Vano bangun dari tidurnya,dan mendekat ke Rahma,Rahma makin deg degan karena Rahma saat ini hanya pakai handuk saja.


"Ngga usah pakai baju ngga papa kok,ini kan malam pertama kita,,"Sambil mengangkat dagu Rahma,dan mata mereka bertemu dan saling tatap.


Rahma merasa sangat malu,pipi Rahma merah karena malu saat Vano bilang ini malam pertama mereka,Rahma bukan orang bodoh yang tidak tau apa itu malam pertama dan harus ngapain,makanya Rahma malu.


Tangan Vano sudah ada di pipi Rahma,dan mengusapi nya dengan jari jari nya dengan pelan,Vano juga tau kalau Rahma malu dan pipinya sampai merah.


Lalu tangan Vano yang satunya menarik pinggang Rahma,dan badan Rahma pun menempel di badan Vano.


"Malam ini bolehkan Saya meminta hak Saya sebagai suami ,,?"Rahma menunduk tapi mengangguk pelan.


Setelah itu Vano mengajak Rahma ke arah kasur,"Duduklah,Saya mau ke kamar mandi sebentar,"Rahma mengangguk.


Setelah Vano masuk kamar mandi ,Rahma langsung bernafas lega,Rahma sampai mengusap dadanya yang degdegan cukup kencang.


Rahma padahal ingin ganti kain segitiganya karena merasa risih ,tapi malah di suruh duduk di kasur menunggu Vano.


Vano lalu keluar dari kamar mandi,Vano hanya pakai handuk yang menutupi bagian bawahnya,Vano berjalan mendekati Rahma,Rahma menunduk malu karena melihat Vano yang hanya pakai handuk saja tidak pakai baju.


"Sayang angkat wajahnya,jangan menunduk terus,,"


Rahma mengangkat wajahnya,mata mereka pun bertemu,Vano menyuruh Rahma berdiri,Rahma menurut lalu berdiri ,berlahan Vano menarik handuk Rahma,badan Rahma langsung tegang dan kaku padahal handuk belum lepas,dan keringat sudah panas dingin.

__ADS_1


Vano berhasil menarik handuk Rahma,dan Rahma langsung menutupi dada nya dengan kedua tangannya.


Vano tersenyum melihat Rahma yang malu,"Sayang,,lepas tanganya,,ngga usah di tutupi,kita sudah menikah,ngga usah malu lagi,,,"sambil menarik tangan Rahma yang menutupi dadanya.


Vano bisa melihat daging kenyal yang tidak terlalu besar juga tidak terlalu kecil,terlihat sangat menggemaskan.


Tangan Vano dengan pelan mengusapnya,Rahma menggigit bibirnya karena sentuhan tangan Vano membuatnya geli dan ada rasa aneh di dalam dadanya.


Vano yang sudah tidak tahan ingin menikmati hidangan daging mentah itu langsung menyuruh Rahma tiduran.


Rahma pun tiduran di kasur,Vano dengan pelan tidur di sampingnya.


Keduanya saling hadap,Vano mendekatkan bibirnya ke bibir Rahma,ini pertama kalinya mereka ciuman.


Rahma sangat kaku,dan tidak bisa mengimbangi ciuman Vano,dan Vano sudah bisa tau kalau ini adalah ciuman pertama bagi Rahma.


Tangan Vano tidak tinggal diam,tangan Vano bermain di dada Rahma dengan gemasnya,Boba pun tidak di angur kan ,Vano juga memainkan nya.


Rahma yang merasakan itu semuanya hanya bisa pasrah dan mencoba untuk mengimbangi sebisanya,Vano sudah melepaskan ciuman di mulut,ciuman Vano turun ke leher,di leher Vano membuat tanda di tempat tempat tersembunyi,seperti di bawah dagu,di bawah telinga,Vano benar benar membuat Rahma gemetar dan panas dingin.


Lalu ciuman Vano sampai di dada,di dada Vano baru membuat tanda yang cukup banyak.


Mulut Rahma sudah mulai mengeluarkan suara suara indah,dan tangan Rahma mengusap usap kepala Vano.


"Masss,,,eeemmmm,,,Masss,,,"


Vano makin semangat,tangan Vano yang satu menurunkan kain segitiga yang di pakai Rahma,setelah terlepas tangan Vano bermain di apem Rahma.


"Ohh,,Masss,,,Mass,,,"


"Eeemmm,,,,eemmmmn,,"suara Vano yang mulutnya sibuk di boba Rahma.

__ADS_1


***jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


lanjut besok ya kak,,maaf***...


__ADS_2