
Rahma dan Zee saat ini sedang pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya .Keduanya di antar Mamah saja tanpa para suami.karena Vano dan Vandra ada rapat dengan jajaran direksi jam 9 pagi.
Rahma orangnya kecil dan hamil kembar ,membuatnya sekarang tidak leluasa untuk bergerak.untung Mamah selalu ada untuknya.jadi ada yang membantu Rahma kalau sedang kesusahan.
Beda dengan Zee yang badanya lebih tinggi dari Rahma dan hamilnya Zee juga cuman satu bayi,jadi Zee walau sudah hamil 8 bulan masih bisa bergerak dengan leluasa.
Mamah menemani kedua menantunya ke Dokter. Mamah sudah tidak sabar ingin melihat kabar cucunya di dalam perut.
Rahma dan Zee sudah di ruang Dokter. pertama yang di periksa Zee dulu.anak Zee sangat sehat dan Zee juga sama. Zee yang memang Dokter jadi lebih bisa untuk mengontrol semuanya.dari makanan,waktu istirahat dan olahraga Zee bisa mengaturnya dengan baik.
Selesai Zee di periksa,sekarang gantian Rahma. Dokter melihat Rahma yang sudah sangat kesusahan dalam bergerak.
Dokter menyarankan untuk Rahma dua minggu lagi operasi Caesar untuk lahiran. memang kalau bayi kembar waktu lahirannya lebih cepat. Rahma dan Vano belum tau jenis kelamin anaknya,yang mereka tau hanya anaknya dua.
Di mobil saat pulang dari rumah sakit Rahma terlihat diam saja.Mamah lalu bertanya.
"Sayang,,kamu kenapa diam saja,apa ada yang sakit,,?"sambil mengusap pelan perut Rahma.
"Ngga Mah,Rahma ngga ada yang sakit kok,"
"Trus kenapa diam saja,,?"
"Rahma kok tiba tiba jadi merasa takut ya Mah,"
"Oh kamu takut karena mau lahiran,"Rahma mengangguk.
"Ngga usah takut Ma,,semua wanita pasti mengalaminya kok,"
"Iya sih Kak,,tapi ngga tau kenapa Rahma deg degan gitu,,"
"Sudah jangan di pikirkan yang jelek jelek,Kamu pikirkan saja yang baik baik , kamu bentar lagi mau bertemu dengan anak anak kan,jadi harus bahagia yah,"Rahma mengangguk.
Mobil mengantarkan Zee pulang ke rumah orang tuanya dulu,setelah Zee sampai di rumahnya baru Mamah bersama Rahma pulang.
Sampai di rumah Rahma langsung telfon ke Mamahnya,dan Mamahnya bilang ngga boleh punya pikiran yang jelek juga,karena nanti berpengaruh kepada bayinya.
Setelah selesai Rahma lalu tiduran di kasur,Rahma mengirim pesan pada Vano kalau Dokter bilang dua Minggu lagi mau lahiran.
Vano yang membaca pesan Rahma langsung tersenyum senang. Vano justru langsung menelfon Rahma.
"Halo Yang,,"
"Iya halo Mas,"
__ADS_1
"Bener kata Dokter dua Minggu lagi kamu lahiran,?"
"Hemm iya,,"dengan pelan menjawabnya.
"Kok kamu kaya ngga seneng gitu Yang jawabnya,"
"Bukanya ngga seneng Mas,tapi Rahma takut,"
"Takut kenapa,jangan takut dong sayang,kita kan mau ketemu anak anak kita,,"
"Iya Mas,,tapi tetap aja rasanya Rahma takut,"
"Jangan takut yah,nanti Mas akan selalu ada di samping kamu,,"
"Iya Mas,,ya sudah dulu ya Mas,Rahma mau tidur dulu,"
"Iya sayang,,tidur siang yang nyenyak yah,"Rahma jawab iya.
Sore harinya Vandra pulang ke rumah sedikit telat.karena tadi ada kerjaan yang harus di selesaikan.
Zee sudah menunggu Vandra pulang ,dari tadi mata Zee terus saja melihat ke jam.
"Ini Mas Vandra kok tumben belum pulang juga sih,"Zee sambil terlihat kesal.
"Sayang,kamu kenapa kok kaya kesel gitu,?"
"Mungkin masih ada kerjaan,"
"Ya harusnya telfon kek Pah,ini ngga telfon, ngga kirim pesan,bikin kuatir kan,!"
Saat Zee masih kesal,terdengar suara mobil Vandra yang datang.
"Tuh suami kamu pulang,Sanah samperin,"
"Ngga mau,,biarin aja suruh masuk sendiri,"
"Jangan gitu Sayang,suami pulang kerja harus di sambut,biar Suami capeknya langsung hilang,"
Lalu dengan wajah cemberut Zee keluar,Vandra baru mau buka pintu , tapi sudah di buka kan dulu oleh Zee.
"Sore sayang,,"
"Sore."
__ADS_1
Zee dengan jutek menjawab.lalu Zee jalan masuk kedalam meninggalkan Vandra. Vanda berjalan di belakangnya.
"Kamu kenapa kok bete gitu,?"
"Tau ah,,"
"Loh kok gitu jawabnya,"
"Istrimu lagi ngambek gara gara kamu pulang telat,"Papah yang kasih tau Zee ngambek karena apa.
"Oh gitu,iya Pah tadi ada kerjaan yang harus di selesaikan,"
"Papah juga tadi udah bilang gitu,lagian kamu kenapa ngga telfon apa kirim pesan kalau mau pulang telat,"
"Iya Pah Vandra lupa,ya udah dulu ya Pah Vandra mau ke kamar dulu,"
"Iya Sanah bujuk istrimu biar ngga ngambek lagi,,"Vandra jawab iya.
Vandra lalu masuk ke kamarnya. Zee duduk di sofa sambil memainkan hpnya.
"Sayang,,maaf yah Mas pulang telat,tadi ada kerjaan soalnya,"
"Setidaknya Mas tadi telfon kek ngabarin mau pulang telat,jadi Aku tuh ngga kuatir,"
"Iya sayang,,maaf yah,,Mas lupa tadi,udah yah jangan marah lagi,"Vandra sambil jongkok dan mengisap perut Zee.
"Tapi besok jangan di ulang lagi ya Mas,"
"Iya Mas janji ngga akan melakukan lagi,"sambil senyum.
Lalu tangan Vandra yang sedang memegang perut Zee merasakan pergerakan anaknya di dalam perut.
"Sayang,,anak kita sedang bergerak,"
"Iya Mas,hari ini anak kamu terus gerak,kayanya pengin di tengok Papahnya deh,"Vandra yang mendengar perkataan Zee langsung senyum.
"Sayang pengin di jenguk Papah yah,tunggu bentar yah, Papah mandi dulu,"
"Ngga usah mandi dulu Mas,sekarang aja,"
"Tapi Mas bau sayang,keringetan,"
"Ngga kok,,Abang wangi,,"
__ADS_1
"Baiklah kalau gitu,,ayo kita pindah kasur,Mas mau jenguk anak kita,"Zee mengangguk.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...