
Papah dan Mamah mengundang Zee dan papahnya juga Beni berserta istirnya untuk makan malam bersama di rumah.
Rupanya mereka sekalian ingin membicarakan tentang pernikahan Vandra dan Zee.
Mamah bersama mba sudah masak cukup banyak,dan ada yang pesan juga di luar.
Mamah rupanya sangat senang karena anak sulungnya mau menikah,sedang Vano kalau pun mau bareng sukur kalau pun ngga bareng juga ngga papa.
Sekitar jam 4 sore,Papah dan Vandra sudah pulang,sedang Vano sengaja ngga mau pulang dulu,karena ada urusan .
Vano ternyata mau mengajak Rahma nonton bioskop pulang kerja,"Ma,,kita nonton yuk,,"Vano keluar dari ruang kerjanya langsung mendekati Rahma.
"Maaf Pak,,saya ngga bisa,takut di marahin Mamah ,,"
"Oh gitu,,ya udah saya telfon mamah kamu yah buat minta izin,,"Rahma yang hanya alasan saja tadi langsung kaget saat dengar Vano mau telfon Mamahnya.
"Tapi Pak,,"baru saja Rahma mau bicara Vano sudah bicara sama mamah Rahma.
"Iya Tante,,Vano izin mau ajak Rahma nonton,apa boleh,,?"
"Oh boleh,,kalau sama Vano Tante izinkan,"
"Makasih ya Tante,,"Mamah Rahma jawab iya.
Telfon pun sudah mati,Vano dapat nomer telfon mamah Rahma ternyata Vano minta ke mamahnya,dan akhirnya ngga sia sia minta no telfonya.
__ADS_1
"Kamu sudah dapat izin,udah yuk kita pergi,"Rahma sudah ngga bisa berkutik,dan Rahma pun hanya bisa menuruti keinginan Vano.
Rahma dan Vano turun ke bawah dan menuju Lif,sampai di bawah keduanya pergi ke parkiran dan masuk mobil langsung.
Vano membawa mobilnya meninggalkan kantor dan menuju Mal.
"Kamu suka nonton film yang romantis apa horor Ma,,?"
"Saya sukanya Film komedi Pak,"
"Komedi,,,ok kita nonton komedi,"
"Ma,,Saya boleh tanya ngga,,?"
"Tanya apa ya pak,,"
"Kenapa Bapak tanya seperti itu,?"
"Ya kan saya tanya ya berarti pengin tau,kamu pengin nikah di umur berapa,? dan wajib jawab,"Vano sedikit tegas.
"Saya sekarang sudah 20 tahun,dan kalau sudah ada jodoh dari Tuhan siap aja,tapi kalau Tuhan belum kasih jodoh ya saya akan sabar menunggu sampai jodoh saya datang,"
"Oh gitu,,"Vano terlihat senang dalam hatinya,rupanya Vano mengincar Rahma.
Sampai di mal keduanya turun dari mobil dan masuk ke dalam mal,keduanya menuju ke lantai atas di mana ada bioskop.
__ADS_1
Vano menyuruh Rahma berjalan di sampingnya,mereka berjalan beriringan.
Sampai di bioskop keduanya memilih Film,saat sedang membeli tiket ada yang memanggil Rahma.
"Rahma,,kamu di sini,,"Rahma dan Vano menengok.
"Hasan,,,iya,,Aku mau nonton,kamu juga mau nonton,?"
"Iya,,Aku mau nonton,kamu sama Kaka atau siapa,,?"Hasan teman Rahma saat kuliah,anaknya cukup ganteng tapi terlihat tengil.
"Kenalkan saya bukan Kaka Rahma,tapi saya calon pacarnya,"sambil mengulurkan tangan ke depan Hasan,Rahma langsung melotot matanya karena kaget dengar perkataan Vano.
"Oh,,saya Hasan teman Rahma kuliah,,"keduanya bersalaman.
"Rahma,,Aku pergi dulu yah,,pacarku sudah nungguin di sana,,"
"I,,iya,,"Hasan pergi,sedang Rahma menatap ke Vano lagi.
"Kenapa Bapak tadi ngomongnya calon Pacar saya sih,?"
"Emang kenapa,,kamu ngga punya pacar kan,jadi Saya bisa dong jadi pacar kamu,,"Rahma makin melotot.
"Pak,,udah deh jangan becanda,kalau bapak becanda saya pulang aja,,"Rahma terlihat marah karena merasa di permainkan Vano.
Rahma sudah berjalan satu langkah,Vano menarik tanganya,"Rahma tunggu,,siapa yang becanda sih,,saya memang ingin jadi pacar kamu, Saya suka sama kamu,,,apa kamu mau jadi pacar saya,,eh bukan Pacar tapi calon istri saya,,,,?"
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih..