
Hari berlalu,Rahma masih kerja jadi sekertaris Vano dan keduanya tinggal di rumah Mamah,sedang Zee bersama Vandra sudah pindah ke rumah Zee.
Mamah Dea sebenarnya ngga mau kalau Vandra dan Zee pindah dari rumahnya,tapi Mamah juga ngga mau egois.
Mamah tau kalau Papah Zee tinggal sendiri,dan Mamah meminta pada Zee dan Vandra kalau seminggu sekali menginap di rumah.
Vano sekarang makin posesif kepada Rahma,kemana pun Vano pergi Rahma harus ikut.
Sekarang ruangan kerja Vano di kasih kaca besar di depanya,agar bisa melihat Rahma.
Sedang Zee tidak boleh bekerja oleh Vandra,Vandra meminta Zee untuk di rumah mengurus dirinya dan Papahnya.
Zee yang suka bosan di rumah,dia suka pergi ke kantor Vandra kadang juga ke rumah Kaka iparnya.
"Pah,,Zee mau pergi ke kantor Vandra dulu yah,mau anterin makan siang,"Zee pamit ke Papahnya.
Papah Zee sudah tidak lagi pergi ke kantor,kantor sudah di pegang Vandra. Vandra pegang dua kantor,kantor mertua dan kantor Papah nya.
Vandra untungnya pintar,jadi pegang dua perusahaan tidak merasa bingung.
"Iya,,hati hati di jalan,nanti kalau pulang belikan Papah bubur ayam yang biasanya ya Zee,,"
"Iya Pah siap,,"Zee cium tangan dulu sebelum pergi.
Zee membawa mobilnya menuju kantor Vandra,sekarang Vandra sedang ada di kantor Papahnya. dalam seminggu Vandra membagi waktu kedua kantor,Senin ,Selasa dan Rabu di kantor Papah Zee,sedang Kamis dan Jumat di kantor Papahnya.
Sampai di kantor,Zee langsung turun dari mobilnya setelah mobil terparkir.
__ADS_1
Zee sudah menelfon Vandra kalau mau datang ke kantor untuk membawa makan siang,jadi Vandra tidak pergi untuk makan siang di luar.
Vano yang melihat jam sudah pukul 12 siang langsung menelfon Rahma.
"Halo Yang,,masuk ,"telfon langsung di matikan,Rahma sudah biasa dengan itu jadi biasa aja.
Rahma masuk ke dalam,"Ada apa Mas,,?"
"Kita makan di luar yuk,Mas lagi pengin makan baso ,kayanya yang kuah pedes gitu enak deh,,"
"Iya ayo Mas,,Rahma rapikan meja dulu yah,"Rahma keluar lagi dari ruang Vano.
Vano lalu keluar dan mengajak Rahma pergi setelah Rahma sudah merapikan mejanya,keduanya turun ke bawah.
Saat di loby Rahma berpapasan dengan Zee,"Hai Kak,,"
"Kita mau makan di luar,,kamu mau ke kak Vandra,,?"
"Iya,,Aku mau antar makan siang buatnya,"
"Ya sudah ya kak kita pergi dulu,"
"Iya,,kalian hati hati yah,"Rahma dan Vano jawab iya.
Vano membawa mobilnya untuk mencari tempat penjual baso,"Yang,,Mas ingin basonya yang urat,kamu tau ngga di mana ada yang jual,?"
"Ada tuh di depan,,ngga jauh kok,"
__ADS_1
"Tapi Mas ngga mau yang kaki lima, Mas maunya yang di jual di ruko biar tempatnya bersih,"
"Iya,,di depan ruko kok yang jual,"
Akhirnya ruko yang jual bakso pun ketemu,keduanya turun dari mobil dan masuk langsung.
Sampai di dalam Vano pesan dua porsi,sedang Rahma pesan satu itupun porsi sedang.
"Mas saya pengin yang satu porsi baso uratnya aja hanya pakai kuah ,dan yang satu kumplit,"
"Iya pak, baik,"setelah itu pelayan pergi.
"Mas,, Mas pesan banyak banget basonya,nanti habis ngga itu,"
"Pasti habis,Mas lagi pengin dan laper lagi,"
"Tumben Mas pengin baso,?"
"Mas aja ngga tau,tiba tiba pengin aja,"
Sedang Vandra bersama Zee mau makan siang di dalam ruang kerja Vandra.
"Yang,,kamu masak apa,kok baunya bikin mual sih,"saat Zee membuka kotak makan.
"Aku bawa ayam goreng sama sambel,apa yang bikin mual ya Yang,"
"Ngga tau,,tutup lagi ,,jangan di buka,,Aku mual,"Vandra sambil menutup hidung nya.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...