Zee Dan Vandra

Zee Dan Vandra
Pergi Ke Puncak


__ADS_3

"Rere,,,"kata Vano,Mamah yang mendengarnya langsung bertanya.


"Rere,,siapa dia Dek,,?"


"Itu,,,anak kecil yang pakai baju putih,kemarin saat Adek dan Kaka ke Kalimantan ,Adek ketemu Rere di sana,kok sekarang dua di sini,"


"Oh gitu,,mungkin Rere juga lagi liburan di sana,,"


"Mungkin juga sih Mah,,Adek ke sana dulu ya Mah bentar,,"


"Iya,,"


Vano pergi untuk mendekati Rere,Rere sedang berkumpul bersama anak sebayanya,Rere sekitar umur 4 tahunan.


"Rere,,,"kata Vano sambil mengusap kepala Rere yang sedang main boneka.


Rere menengok ,Rere tersenyum sambil memeluk Vano,rupanya Rere masih kenal dengan Vano.


"Rere sama siapa,,,?"Rere Menujuk ke wanita cantik yang dulu bersamanya,Vano mengikuti arah telunjuk Rere,Vano melihat wanita cantik itu lagi.


Wanita cantik itu rupanya sedang membantu Kaka Dinda membagikan bingkisan ke anak anak kecil.


Wanita cantik itu terlihat bahagia karena bibirnya tak lepas dari senyuman.


Vano lalu ikut main dengan Rere,ternyata teman main Rere semuanya punya kekurangan,Vano memperhatikan Rere yang sedang mengobrol dengannya.


"Rere,,ajari Om dong,,kalau Om mau bilang Om sayang Rere gimana,,"Rere mengangguk dan langsung menggerakan tanganya.


Rere hanya tidak bisa bicara,tapi soal pendengaran Rere sangat normal.


Vano bisa melakukan bahasa isyarat yang di beri ajari Rere,,"Wah Om bisa,,,"Rere tersenyum senang.


"Makasih yah,,,"Rere mengangguk.


Vano masih tetap di situ dan masih ikut main,Mamah dari tempatnya duduk melihat Vano yang sedang asik bermain.


"Ya Tuhan itu anak kenapa malah asik di sana sih,,"sambil geleng kepala.


Wanita cantik itu lalu mendekati Rere karena mau mengajaknya makan.


"Rere,,,ayo sayang kita makan,,"wanita itu dari arah belakang jadi tidak lihat Vano.


Vano dan Rere menengok saat ada yang memanggil Rere.


Rere langsung bangun dari duduknya dan mendekati wanita cantik itu,sedang wanita cantik itu melihat Vano dan mata keduanya bertemu.


"Hai,,kita ketemu lagi,,"kata Vano.


"Iya,,kok Mas ada di sini,,?"


"Iya,,yang punya acara itu Kaka sepupuku,,"


"Tante Dinda sepupuan sama Mas,,?"


"Iya,,kamu ngga percaya yah,,"kata Vano karena wajah wanita cantik itu seperti tidak percaya.


"Bukan gitu,,saya percaya kok,,"katanya.


"Kenalkan Aku Vano,,"Vano mengulurkan tanganya.


"Saya Rahma,,"


" Rahma,,nama yang cantik kaya orangnya,,"


"Bisa aja,,Mas Vano sudah makan,,?"


"Aku sudah,,kamu mau makan yah sama Rere,?"


"Iya Mas,,"


"Oh iya silakan ,,"


"Iya Mas,, Saya permisi dulu,,"Rahma dan Rere pun pergi ke tempat makanan,sedang Vano kembali lagi ke Mamah.


"Dek,,ini sudah sore kita pulang dulu yuk,, takut Papah sudah pulang,"


"Masa bentar mah di sini, ya ngga enak sama kak Dinda,"


"Kita sudah satu jam kok,ini acaranya juga sudah selesai,tamu kan tinggal makan makan saja,,"


"Ya orang kita yang datangnya telat,"

__ADS_1


"Iya sih,,Mamah lupa,untung aja tadi kak Dinda telfon mamah jadi mamah langsung aja ke sini,,"


"Udah yuk kita pamit ke kak Dinda,,"Vano akhirnya menurut,dan ikut mamahnya untuk pamitan.


"Tan kok pulang cepat sih,,"kata kak Dinda.


"Iya,maafin yah,soalnya mas Hendra sudah pulang,ngga enak kalau dia sudah di rumah Tante ngga ada di rumah,"


"Oh gitu,,ya udah deh,hati hati di jalan yah Tan Vano,,"


"Iya kak,"setelah Vano cium tangan Kak Dinda Mamah dan Vano pun akan keluar dari tempat acara.


Vano melihat Rere yang sedang makan,tapi Rere melambaykan tanganya ke Vano.


"Mah,,kita ke Rere dulu yuk,,"


Mamah mau dan keduanya mendekat ke Rere,"Rere masih makan,,?"Rere mengangguk.


"Om mau pulang dulu yah,,"Rere mengangguk lagi.


"Oh iya kenalin ini mamah Om Vano,,Salim sayang,,"Rere lalu Salim ke mamah dan mamah tersenyum.


"Dadah Rere,,,"kata Vano Rere juga melambaikan tanganya,Rahma yang sedang ambil minum lalu berpapasan dengan Vano dan mamahnya yang mau pulang.


"Mas Vano mau ke mana,,?"tanya Rahma.


"Aku mau pulang,,"


"Kok sudah pulang,kan acaranya belum selesai,,"


"Iya,,kita mau pulang duluan,,oh iya Rahma kenalin ini Mamah ku,,"


"Sore Tante,,saya Rahma,,"


"Sore,,"


Saat mereka masih bicara dari belakang Vano dan mamah ada yang memangil Rahma.


"Rahma,,mana minum untuk Rere,,"Vano dan mamah melihat kebelakang,ternyata seorang laki laki tampan yang sedang menggendong Rahma.


"Oh iya Mas ini minumnya,,mari Mas Vano ,, Tante,,saya ke Rere dulu,,"Mamah yang jawab iya,sedang Vano terus melihat ke arah Rahma,lalu Rahma mendekati Rere yang sedang di gendong laki laki yang memanggil Rahma.


"Ayo Dek keburu sore,,"Vano yang kaget langsung jawab iya.


"Kamu kenapa diam saja Dek,,tumben,,lagi mikirin apa sih,,"


"Ngga kok Mah,Adek ngga mikirin apa apa,,"jawabnya tidak mau bilang mamah.


"Bodo amat dengan hubungan mereka,kenapa Aku jadi mikirin,,"kata Vano dalam hatinya.


Sedang di rumah Vandra sedang mengobrol di ruang kerja papah yang ada di rumah.


"Pah,,ternyata Ratu jadi model majalah pria dewasa,,lihatlah ini pah,"Vandra memberikan foto juga majalah yang di dalamnya banyak sekali Foto foto Ratu dengan pakaian yang seksi.


"Ya Tuhan,,apa Vano tau tentang Ratu yang jadi model di majalah dewasa ini,,?"


"Belum Pah,dan Vano pasti kalau tau akan sangat marah dan kecewa,karena Vano sudah pernah bilang melarang Ratu untuk jadi model di majalah ini,"


"Apa Kaka mau kasih tau Vano tentang ini,?"


"Belum Pah,tunggu ada bukti yang lebih dari ini dulu,,"


"Oh iya,,"


Saat Vandra dan papah mengobrol,hp Vandra berbunyi dan ternyata telfon dari diktetif.


"Ya halo Pak,,ada apa,,?"


"Saya melihat Ratu masuk ke hotel di daerah puncak bersama pria yang lebih dewasa,mereka akan menginap,,"


"Apa mereka cuman berdua,tolong selidiki lebih detail lagi,siapa tau Ratu ada pemotretan di hotel itu,,"


"Siap,,saya akan lebih selidiki lebih detail lagi,"


"Kalau mereka memang berdua,saya akan datang kesana,,jadi cepat kabari saya,,"


"Baik ,,saya akan kasih kabar secepatnya,,"telfon mati.


"Ada apa,,?"


"Ratu ada di hotel di daerah puncak bersama om om lagi,,"

__ADS_1


"Ya Tuhan ini gila,,kasihan sekali adikmu kalau sampai menikahi wanita murahan seperti itu,,kamu harus bongkar semuanya,sebelum pertemuan keluarga di adakan,"


"Iya Pah,,kalau memang Ratu di sana cuman berdua dengan om om itu Kaka akan mengajak Vano untuk ke sana,biar Vano tau kelakuan pacarnya itu,,"


"Iya,papah akan dukung kamu,,"


Lalu Mamah dan Vano sudah sampai rumah,keduanya masuk,papah dan Vandra juga baru keluar dari ruang kerja papah.


"Kalian sudah pulang,,"kata Papah.


"Iya Pah,, papah sudah pulang dari tadi,,?"tanya Mamah.


"Belum,,baru 20 menitan,,ayo kita ke kamar Mah,,"


"Ya elah masih sore pah ngapain sih masuk ke kamar,,"Vano meledek.


"Papah tuh mau mandi,,gerahh,,,enaknya punya istri tuh mau mandi juga ada yang siapin sana temenin,,makanya nikah,,"Papah membalas ledekan Vano,mamah dan Vandra hanya tersenyum.


Mamah dan papah berjalan ke kamar,kedua Kaka adik itu naik ke kamarnya juga,"Dek,,nanti kalau jadi temani Aku ke puncak yah,,"


"Mau ngapain ke puncak kak,mau cari cabe cabean yah,,ingat tuh pacar Kaka yang bucin,,nanti bisa nangis Bombay dia kalau tau,,"


"Sembarangan kamu bicara,buat apa cari cabe cabean,,itu ngga enak rasanya,,enakan yang masih segel,unyu unyu dan manis kaya Zee,,"


"Trus aja puji,,,dasar sama sama bucin,,"


"Kamu tuh ngga mikir sendiri yah,,kamu aja bucin ke Ratu,padahal Ratu orang nya cuek banget ke kamu,"


"Dia ngga cuek kak,emang dia tuh lagi sibuk pemotretan,,"


"Ya dia bilang gitu sama kamu,tapi kamu ngga tau kan di sana dia sedang apa,,siapa tau dia sedang senang senang sama teman temanya,,iya kalau teman perempuan kalau temanya banyak yang laki laki,,gimana,,,"


"Aku percaya sama Ratu kok Kak,,"


"Ya terserah kamu sih,,Aku capek mau mandi dan istirahat dulu yah,nanti kalau jadi aku ajak kamu ke puncak,,"


"Ok siap,,,"


Keduanya masuk ke kamar,Vano juga langsung mandi,Vano menguyur kepalnya di bawah air yang mengalir dari sower,,saat mata Vano terpejam Vano terbayang wajah Rahma yang tadi sedang memberi minum ke Rere yang sedang di gendong oleh laki laki.


"Apa mereka keluarga,,apa Rahma sudah menikah,,,"tiba tiba mulut Vano keluar kata kata tersebut,membuatnya membuka mata.


"Kenapa aku jadi mikirin dia sih,,Vano ayo sadar,,,kamu sebentar lagi mau tunangan dengan Ratu dan pastinya tidak lama lagi kamu mau menikah,,,jangan pikirkan orang lain,,"sambil mengusap wajahnya kasar.


Vano buru buru menyelesaikan mandinya,setelah pakai baju Vano tiduran lalu menelfon Ratu.


Tapi telfon Vano tidak di angkat oleh Ratu,Vano sampai menelfon 3 kali tapi tetap sama tidak di angkat.


"Apa jam segini dia ngga istirahat pemotretan sih,ini jam setengah tujuh harusnya jam istirahat,,"Vano terlihat kesal.


Vandra di kamar baru saja pakai baju,karena baru selesai mandi,baru saja Vandra duduk hpnya bunyi tanda panggilan,ternyata dari si diktetif,,"Ya Halo,,gimana,,?"Vandra langsung saja mengangkatnya.


"Saya sudah cari informasi , Ratu di sini tidak ada pemotretan,Ratu hanya berdua saja dengan laki laki itu,"


"Baik kalau begitu saya akan ke sana sekarang juga,bapak tunggu saya datang,dan kirimi saya lokasi hotel Ratu menginap,,"


"Iya siap,,akan saya kirimkan alamatnya,,"Vandra langsung ganti baju dan tidak lupa ambil jaket.


Vandra masuk ke kamar Vano tanpa mengetuk,"Ayo ikut Aku ke puncak sekarang juga,kamu bersiaplah Aku tunggu di bawah,,"


"Iya,,,ada apa sih kayanya buru buru amat,x


"Sudah jangan banyak tanya nanti juga kamu tau,,"Vandra langsung keluar untuk minta izin ke orang tuanya kalau mau pergi.


"Kamu hati hati jangan gegabah,dan titip adek mu,,pasti dia akan sangat hancur,,"


"Iya Pah,,,"


"Ada apa sih ini,"mamah yang ngga tau terlihat bingung.


"Ngga papa mah,,nanti mamah juga tau,sekarang doakan anak kita pergi dulu yah,,"


"Tapi Pah,,"


"Sudah nanti Papah jelaskan,,Kaka hati hati di jalan yah,,"


"Iya Pah,,"Vandra cium tangan ke pada orang tuanya,lalu Vano yang baru turun dari atas juga ikut pamitan.


"Adek,,hati hati bawa mobilnya,,"


"Iya Pah,,"

__ADS_1


Vandra dan Vano pun pergi menuju puncak.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih....


__ADS_2