Zee Dan Vandra

Zee Dan Vandra
Mamah Dan Rahma Bingung


__ADS_3

Vano sudah sampai rumah,setelah tadi mengantarkan Rahma pulang ke rumahnya,Vano masuk ke dalam Rumah dengan lemas,lalu menjatuhkan badanya di sofa.


Mamah yang melihat Vano lemas gitu langsung bertanya dan mendekatinya.


"Sayang,,kamu kenapa,,? kok lemas gitu,kamu sakit,,?"


"Ngga Mah,Adek ngga sakit ,cuman Adek lagi bete aja,"


"Kesel kenapa,ayo coba cerita ke Mamah,"


"Rahma mau pergi Mah,"


"Rahma mau pergi,pergi kemana,,kok bisa,kalian putus,,"


"Ih,, Mamah apaan sih,,tanya nya satu satu bisa kan,"


"Iya deh maaf,coba ceritain Mamah pengin tau ceritanya,"


"Jadi Rahma sama Mamahnya mau pergi ke Pontianak ,dan perginya itu pas hari Vandra menikah Mah,"


"Oh seperti itu,Trus yang bikin bete Adek apa,?"


"Ya nanti kalau Vandra nikah ,Adek sendirian dong Mah,Adek ngga ada pasangannya, Mamah bilang Sanah sama Mamah Zee perginya besok harinya lagi,"


"Ya kan banyak sodara,kamu ngga usah pusing gitu,Mamah ngga enak lah sayang kalau nyuruh mereka jangan pergi,takutnya mereka memang ada acara penting di sana,"Vano diam,ya emang bener sih ngga enak ngelarang orang mau pergi,Vano dan Rahma juga baru pacar belum calon istri atau istri,jadi ngga enak kalau mau melarang.


Vandra dan Zee sudah di pingit,karena besok akan menikah,Vandra di rumah justru banyak olah raga agar badan sehat.


"Dek,,ayo kita olahraga bareng,"Vandra memanggil Vano ,Vandra sedang olahraga di dalam ruangan kusus di rumahnya.


"Ngga,,malas,,"jawabnya.


Tapi Vano masuk ke dalam ruang olahraga,dan duduk sambil memegang hpnya,"Ayo lah,,jangan malas kamu,besok agar kita tidak capek dan cepat lemas,,"


"Ngga,,Aku malas,,udah kamu aja yang olahraga,kamu kan yang besok mau nikah,kamu tuh harus siapkan tenaga buat malam pertama,"


"Hahaaa,,bener juga yah,kamu harus siapkan uang buat belikan rumah untuk ku,"Vandra terlihat sangat puas sampai tertawa lepas.


Vano lalu pergi,karena Vandra terus saja meledeknya,Vano lalu ke katanya,di kamar Vano menelfon Rahma.

__ADS_1


"Halo Ma,,"


"Oya halo Mas,,"


"Kamu lagi ngapain,,"


"Lagi beres beres in baju ke koper,Mas lagi apa,?"


"Oh,,Saya lagi bete,di kamar sendirian,Nanti sore saya antar ke Bandara yah,"


"Ngga usah Mas,nanti malah repotin Mas,Mas kan harus bantu batu pak Vandra buat persiapan besok,"


"Ngga,Saya ngga merasa di repotkan,pokoknya nanti sore Saya mau antar kamu ke Bandara,,Saya ngga mau dengar penolakan,,"


"Iya udah Mas kalau gitu,,Saya tunggu nanti Sore,"Vano jawab iya setelah itu telfon pun mati.


"Vano telfon,?"tanya mamah Rahma.


"Iya Mah,nanti Sore Mas Vano mau mengantar kita ke bandara,"


"Ya Tuhan Vano ini,,ya udah kalau gitu kita di antar Vano,"


Sore harinya Vano pamit ke maymah dan Papahnya kalau mau antar Rahma dan Mamahnya ke Bandara.


"Mah,Pah,Vano pergi dulu mau antar Rahma sama Mamahnya ke Bandara,"Mamah menjawab iya,karena Mamah sudah di telfon Mamah Rahma dan memberi tau kalau Vano mau mengantar ke Bandara.


"Hati hati yah,jangan ngebut bawa mobilnya,"


"Iya Mah,,"


Vano pun pergi dengan membawa mobilnya menuju rumah Rahma.


"Pah,,Papah suruh supir berangkat sekarang ke bandara biar nanti Rahma sama Mamahnya ngga menunggu lama di Bandara,"Papah jawab Iya dan langsung keluar rumah untuk memangil pak supir.


Vano sudah sampai di rumah Rahma, Rahma yang sudah menunggunya langsung menyuruh Vano masuk.


"Berangkat jam berapa,,?"


"Ini tinggal tunggu Mamah keluar dari kamar,"

__ADS_1


"Oh,,nanti jangan lama-lama di sana yah,"


"Iya Mas,,Saya ngga lama kok,"


"Nanti kalau sudah sampai langsung telfon Ok,"


"Iya Mas,,"


Mamah pun keluar dari kamar,dan mereka lalu berangkat menuju Bandara.


Sampai di Bandara ternyata Vano ingin mengantar ke dalam,Mamah dan Rahma saling pandang karena bingung harus gimana.


"Ayo Saya antar sampai dalam,"


"Ngga usah Mas,,biar Saya sama Mamah aja,ini sudah sore nanti Mas kena macet di jalan,"tapi Vano kekeh untuk mengantar.


Rahma dan Mamah yang bingung hanya mengikuti Vano yang sudah menarik kopernya ke dalam.


Sampai pintu pengecekan tiket,Rahma dan Mamah bingung lagi,"Mas,,sudah ngantarnya sampai sini saja kan,Mas pulang lah,"


"Iya,saya cuman ingin lihat kamu sama Tante masuk ke dalam,"


"Ngga usah,udah Mas pulang aja yah,"


Mamah yang benar benar bingung punya ide,Mamah pura pura sakit perut,dan meminta Rahma mengantarnya,Vano Mamah suruh pulang aja,Mamah bicaranya terlihat sedikit kesal jadi Vano pun akhirnya pulang.


"Ya Tuhan,, Akhirnya pergi juga itu anak,"Rahma hanya tersenyum.


"Ya udah yuk Mah kita duduk dulu,kita telfon Tante Dea pak supir yang mau jemput kita sudah sampai bandara belum,"mamah jawab Iya dan keduanya cari tempat duduk.


Setelah duduk Mamah yang menelfon,dan Mamah Dea bilang kalau Pak supir sudah ada di Bandara.


Rahma dan Mamah keluar dari Bandara dan mencari pak Supir,setelah ketemu keduanya masuk mobil dan sudah merasa lega.


Mamah dan Rahma di antar pak Supir menuju hotel di mana Kaka dan Kaka iparnya juga Rere menginap.


Sampai di hotel Rahma kirim pesan ke Vano,bilang kalau sudah sampai,tapi menunggu satu jam lebih di hotel baru Rahma mengirim pesan itu,"Mas,,Saya sudah sampai,"hanya kata itu saja,lalu hp Rahma matikan agar Vano tidak bisa menelfonnya.


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2