Zee Dan Vandra

Zee Dan Vandra
Kebelet Kawin


__ADS_3

Di lain tempat Mamah ,Papah dan Vandra sudah sampai di rumah sakit,ketiganya lalu turun dari mobil setelah mobil terparkir.


Vandra yang tau ruang rawat Papah Zee berjalan di depan.


Saat sudah mau sampai,ternyata mereka berpapasan dengan Kak Dinda Dan Kak Agung, mereka adalah mertua Beni Kaka Zee.


Orang tua Vandra adalah bibi dari Kak Dinda,jadi Kak Dinda mertua kak Beni itu sepupu Vandra.


Setelah cipika cipiki mereka berpisah,Kak Dinda dan suaminya lanjut pulang,sedang Mamah dan Papah bersama Vandra lanjut jenguk Papah Zee.


"Selamat malam,,"kata Vandra saat membuka pintu.


"Malam,,,"jawab yang ada di dalam.


Zee melihat orang tua Vandra datang lalu bangun untuk menyalaminya.


"Malam Tante,,"Zee cium tangan lalu cipika cipiki.


"Malam sayang,,gimana kabarnya,,"


"Biak Tante,,"


Setelah cipika cipiki dengan Mamah ,Zee lanjut ke Papah,Zee mencium tangan Papah.


Iza dan Beni masih ada di situ juga Saliman,"Gimana Pak apa sudah lebih baik,,?"Tanya Papah ke papah Zee.


"Sudah lebih baik,,sudah ngga pusing lagi,,"


"Syukurlah lah,,"


"Iya,,saya ucapkan terimakasih karena Bapa dan Ibu sudah mau datang menjenguk saya,"

__ADS_1


"Iya pak,,sama sama,,saya juga ingin silaturahmi dengan Bapak,,"


"Pah ,Mah,,Om ,Bang Beni saya juga ingin bicara sesuatu yang serius,"Vandra yang bicara.


"Serius,,emang mau bicara apa sayang,,?"tanya mamah.


"Vandra ingin menikahi Zee,,"


"Emang Kamu sudah siap Kak,,?"tanya Papah.


"Siap Pah,,sudah siap lahir batin,,"Jawab Vandra yang membuat orang yang ada di ruangan itu tersenyum karena begitu semangat.


"Menikah itu kamu sudah harus tanggungjawab segala gala nya pada si istri,dan kamu sudah ngga boleh melirik wanita lain,kamu emang udah siap Van,,?"kata Beni.


"Siap Bang,,Saya kan sudah kerja,dan masalah wanita itu sih saya ngerti,,"


"Zee,, apa Zee mau menikah dengan Vandra,"Zee mengangguk saat Mamah bertanya,"Dan Apa Zee juga sudah siap untuk menikah,,"Vandra menatap Zee karena penasaran dengan jawaban Zee.


"Saya Siap Tan,,"jawabnya pelan.


"Cieee,,yang mau di nikahi kekasih malu malu gitu,,"Ledek Iza.


"Apa sih,,"Zee dengan pelan berkata sambil melihat ke Iza.


"Pak gimana menurut Bapak,Apa Bapak setuju kalau anak saya menikahi putri Bapak,?"tanya Papah Hendra.


"Saya sih setuju ,karena Saya juga sudah sangat cocok dengan Nak Vandra,"Vandra tersenyum senang saat Papah Zee bilang sangat cocok padanya.


"Syukurlah kalau begitu,jadi apa kita akan mengadakan lamaran,,"


"Ngga usah Pah,kita langsung menikah saja,"jawab Vandra dengan cepat.

__ADS_1


"Rupanya sudah ada yang kebelet kawin ini,,"Beni berkata membuat semua menertawakan Vandra karena ingin langsung menikah.


Vandra jadi malu,dan Zee melotot padanya,"Ya kan lebih cepat lebih baik,dari pada kita buat dosa,,"Vandra membela diri.


"Iya aja lah,,"Beni sambil tersenyum meledek.


"Kita bicarakan masalah ini nanti saja kalau Papah Zee sudah pulang ke rumah,gimana,?"


"Iya benar pak,biar kita lebih enak ngobrolnya,"


Mereka lalu mengobrol santai lainya,Beni dan Iza pamit pulang duluan,dan tidak lama Papah dan Mamah Vandra juga pulang,Vandra belum mau pulang masih ingin menemani Zee.


Zee dan Vandra mengobrol pelan ,karena papah sudah tidur.


"Aku rasanya sangat senang,kita sudah dapat restu dari kedua keluarga,dan kita akan secepatnya menikah,"Vandra sambil menggenggam tangan Zee.


"Iya,,Aku juga sama,Aku pun senang,,"


"Kita nanti enaknya bulan madu kemana ya Yang,?"


"Ngga usah jauh jauh,dan jangan lama lama,papah ku kasihan kalau di tinggal lama,"


"Iya,, kita bulan madu hanya seminggu,gimana,?"


"Boleh deh,,tapi mau kemana,,?"


"Aku ngga tau,,kamu maunya kemana,?"


"Aku juga ngga tau mau ke mana,"


"Ya udah nanti kita pikirkan bersama setelah hari pernikahan kita sudah di tetapkan,"

__ADS_1


"Iya Yang,,"


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2