
Vano dan Rahma saat ini sedang tiduran,keduanya masih saling diam karena sama sama malu untuk memulainya.
"Mas,,,"kata Rahma pelan sambil memiringkan badanya menghadap Vano.
"Hem,,ada apa.?"
"Katanya Mas mau.?"
Rahma akhirnya berani bertanya ke Vano dengan menahan malu,karena Rahma melihat jam sudah menujukan pukul 9 malam.kalau terus saling diam kapan mau mulai dan keburu mengantuk.
"Iya,Mas mau.tapi Mas takut kamu pingsan lagi,Mas lagi mikir harus gimana ,"sambil melihat ke Rahma,Rahma langsung merasa ngga enak,ternyata Vano dari tadi diam ngga ngajak ngajak karena takut dirinya pingsan.
"Maaf ya Mas ,,kemarin soalnya Rahma tegang dan takut,sekarang Rahma akan coba rileks dan tidak akan takut lagi,biar ngga pingsan,"Vano tersenyum sambil memegangi pipi Rahma,Rahma sebenarnya deg degan karena takut bercampur malu,tapi Rahma mencoba menahannya,karena kasihan Vano kalau sampai nanti gagal lagi.
"Nanti kalau sakit langsung bilang yah,biar Mas berhenti.Mas akan melakukan nya pelan-pelan,"Rahma mengangguk.
Vano lalu mencium kening Rahma dulu,setelah itu mereka melakukan pemanasan dengan penuh kenikmatan.
Vano membuat Rahma terus merintih karena rasa nikmat,Vano benar benar tidak melewatkan satu jengkal pun tubuh Rahma untuk tidak di jamah.
Vano melakukanya dengan pelan dan lembut,tidak seperti kemarin saat pertama.
Setelah 20 menit pemanasan dan milik Rahma juga sudah becek karena sudah pelepasan,Vano sudah bersiap untuk memasukan senjatanya ke liang kenikmatan.
"Sayang,,jangan tegang yah,rileks aja.kalau sakit bilang biar Mas berhenti,"Rahma jawab iya.
Vano mengarahkan miliknya ke inti tubuh Rahma dengan pelan. Rahma mencoba tenang dan rileks sambil berdoa agar kuat menahan sakit dan tidak pingsan lagi kaya kemarin.
"Aaww,,,Masss,,sakit,,"saat Vano sudah mendorong masuk miliknya.
__ADS_1
"Iya Sayang,,Mas akan berhenti dulu,"Vano diam sebentar menunggu Rahma tenang.
Vano lalu berinisiatif mencium bibir Rahma,untuk mengalihkan rasa sakitnya.
Rahma sudah bisa mengimbangi ciuman Vano,jadi keduanya saling menikmati ciumanya.
Saat Rahma sedang sibuk dengan ciuman,Vano dengan pelan mendorong pinggangnya,dorongan pertama,dorongan kedua Rahma tidak kesakitan,Vano lalu mendorong lagi dengan cukup kencang,Vano rupanya tidak sabar karena tadi ujungnya sudah masuk.
Rahma yang sudah bersiap menahan sakit tidak teriak,tapi Rahma menggigit bibir Vano dengan kencang,dan tanganya mencengkram punggung Vano dengan kukunya.
Vano kesakitan karena bibirnya di gigit.Vano juga tidak menggerakkan miliknya dulu,karena Vano dan Rahma sama sama menahan sakit.
Saat Rahma melepaskan gigitannya,darah langsung mengalir dari bibir Vano,Vano lalu mengusapnya dengan tangan.
Rahma tidak melihat bibir Vano berdarah,karena Rahma memejamkan matanya,Rahma masih menahan sakit.
Sekitar 3 menitan Rahma membuka mata karena Vano mencium keningnya. Vano tersenyum saat Rahma buka mata.
"Mass,,,maaf,,"sambil mengusap bibir Vano.
"Ngga papa,ini ngga sakit kok,masih sakitan kamu,"Vano memegang tangan Rahma yang memegang bibirnya lalu di cium oleh Vano.
"Masih sakit ngga,,kalau sudah ngga sakit Mas akan lanjut lagi,,?"Rahma menggelengkan kepala.
"Mas lanjut yah,,Mas akan pelan,"Rahma jawab iya dengan pelan.
Vano lalu mengerjakan pinggangnya dengan pelan pelan, Rahma masih merasa sakit saat awal Vano bergerak,tapi lama lama Rahma sudah tidak merasa sakit lagi ,tapi Rahma sudah merasa keenakan.
Vano tersenyum melihat wajah Rahma yang merem melek.
__ADS_1
"Sayang,,,apa enak hemmm,,,?"perkataan Vano membuat Rahma malu,Rahma menutupi mukanya dengan kedua tanganya.
"Ayo jawab sayang,,,enak ngga,,?"Vano sambil tersenyum.
"Masss,,,,iihh udah ah,,Rahma malu,,"
"Baiklah,,tapi mau yang cepat apa pelan aja,,?"
"Terserah Mas aja,,mau pelan mau cepat enak semuanya,,"
"Baiklah,,,Mas akan main cepat,jadi siap siaplah kamu akan teriak karena kenikmatan,,"
Vano tidak buang buang waktulagi,Vano langsung aja bergerak dengan cepat.
"Sayang,,,ini gila,,ini nikmat banget sayang,,oohh ,,oohh,,"
"Mass,,,aaahh,,,aaahh,,,"keduanya saling sahut kenikmatan.
Vano tidak mengajak banyak gaya ke Rahma karena takut Rahma takut sakit.
Permainan selesai setelah keduanya sama sama merasakan pelepasan.
Setelah selesai keduanya yang merasa lelah dan capek tidur sambil berpelukan,setelah keduanya bersih bersih dulu.
Jam dua malam,Vano bangun karena ingin pipis,keluar dari kamar mandi Vano yang melihat Rahma tidur hanyan tertutupi slimut dan masih polos,Vano berlahan membangunkan Rahma lagi untuk minta jatah.
Rahma sebenarnya lelah,tapi karena Vano minta dan juga rasanya enak ,Rahma pun melayaninya,ronde kedua mereka lakukan jam dua pagi lewat seperempat.
Gimana dengan Vandra dan Zee,,kita lanjut besok...
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...