
Rahma yang di tanya Mamah mau sekalian ngga menikah bareng sama Vandra dan Zee langsung bingung mau jawabnya,Rahma melihat ke Vano minta bantu untuk jawab.
"Mah,,kita nanti aja,biar Kaka dulu yang nikah sama Zee,Vano sama Rahma kan baru Deket,jadi biar kita saling mengenal lebih dekat dulu,biar kita tau apa kesukaan kita dan apa yang kita tidak suka,"
"Oh begitu,ya udah Mamah terserah kalian Saja,tapi Mamah berharap kalian biasa nikah bareng,"perkataan Mamah membuat Rahma makin ngga enak.
Lalu Vano dan Vandra kompak pergi bersama untuk mengantarkan Zee dan Rahma.
Mamah dan Papah masuk kamar setelah Kedua anaknya pergi mengantarkan kekasih mereka.
Zee di mobil langsung marah ke pada Vandra,dari tadi Zee sudah menahannya,Zee masih kesal dengan Vandra yang mengerjai saat tadi Vandra dan Vano tukar Posisi.
"Aku ngga suka becanda kamu,,apa kamu mau kalau Aku peluk peluk Vano,,!?"
"Ya ngga mau lah Yang,kamu hanya boleh peluk Aku,,"
"Ya makanya jangan iseng kaya tadi lagi,,Sampai kamu melakukanya lagi,kita gagallin pernikahan kita,,"
"Ya Tuhan sayang,,,ngga ngga,,,Aku ngga akan lagi lagi becanda kaya gitu,kita akan menikah sebentar lagi ,,"
"Ya makanya kamu jangan becanda kaya tadi lagi,janji,,"
__ADS_1
"Iya Aku janji,,Aku janji ngga akan melakukanya lagi,,sudah yah jangan di bahas lagi,,"
"Ok,,tapi kamu harus ingat yah,ngga ada lagi kaya tadi,"Vandra jawab Iya.
"Oh iya Yang,,tadi siang Papah tanya ke Aku,,kalau kita nikah nanti kita akan tinggal di mana,Papah ingin kita tinggal bersamanya,kamu mau kan Yang tinggal di rumahku,Aku ingin merawat Papah di hari tuanya,,Aku ngga akan bisa ninggalin Papah sendirian Yang,,?"
"Iya,,Aku terserah kamu aja,Aku akan ikut di mana saja kamu tinggal,asal ada kamu Aku pasti akan ikut tinggal,,"Zee sangat senang mendengarnya,Zee reflek langsung mencium pipi Vandra.
Cup...
"Udah berani yah cium cium,,"Zee yang malu langsung melihat keluar jendela,Vandra tersenyum melihat Zee yang malu.
Vano dan Rahma , mereka juga masih di dalam mobil yang sedang melaju ke arah rumah Rahma,di mobil Rahma terus saja diam,membuat Vano merasa tidak enak.
"Ma,,,Rahma,,,"Vano memanggil Rahma sampai dua kali.
"I,,iya Pak,,eh Mas,,ada apa,,?"
"Kamu kenapa dari tadi diam aja,,apa ada sesuatu,,apa saya ada salah,,?"Rahma menggeleng.
"Ngga papa kok Mas,,Mas ngga ada salah juga,"
__ADS_1
"Trus kenapa kamu diam aja,,apa masih marah sama yang tadi saya dan Kaka saya lakukan,,Saya minta maaf yah kalau membuatmu ngga nyaman,,"
"Ngga kok Mas,,saya ngga marah,, Saya ngga papa,, Mas ngga usah kuatir,, Saya hanya bingung aja mau bicara apa sama Mas,makanya Saya diam saja,,"Rahma berbohong,padahal memang Rahma sedang kepikiran sesuatu.
Vano lalu mengambil tangan Rahma,"Kalau ada apa apa bilang aja yah,ngga usah sungkan,kita harus saling terbuka,dan ngga boleh menyimpan masalah yang menyangkut hubungan kita sendirian,kita harus utarakan biar hati kita lebih enak,,"Rahma mengangguk.
Sampai di rumah Rahma,Vano mengantarkan Samapi dalam rumah,Vano menemui Mamah Rahma untuk bilang terimakasih telah mengizinkan Rahma pergi ke rumahnya.
Setelah itu Vano pamit karena sudah malam,Vano pun pulang,Mamah melihat wajah Rahma yang terlihat murung.
"Sayang,,kamu kenapa,,kenapa wajah kamu terlihat murung gitu,kamu ada masalah,,?"
"Ngga kok Mah,,ngga ada apa apa,,"
"Jangan bohong,mamah tau kamu ,jadi kamu ngga bisa bohongin Mamah,kamu kenapa Hem,,katakan sama Mamah sayang,,siapa tau Mamah bisa bantu,,"sambil mengusap punggung Rahma.
"Mah,,,Rahma merasa ngga enak sama Mamah nya Mas Vano,,"
"Ngga enak kenapa,,?"
"Tadi Mamah Mas Vano bilang kalau ingin melihat Kak Vandra dan Mas Vano menikah bersama,,"Mamah Rahma langsung paham.
__ADS_1
"Mamah tau sekarang,pasti kamu bingung karena di satu sisi belum siap menikah,tapi di satu Sisi kamu ngga enak dan kasihan ke Mamah Vano ,gitu kan,,,?"Rahma mengangguk.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...