
Rahma akhirnya sadar setelah pingsan 25 menitan.Vano merasa lega sekarang.
"Sayang,,akhirnya kamu sadar juga."ucap Vano.
"Eemm,,Saya kenapa ya Mas?"sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
"Tadi, kamu pingsan."
"Pingsan...?"Rahma lalu mengingat kenapa dirinya bisa pingsan.
"Maaf ya Mas,"Rahma terlihat ngga enak.
"Sudah ngga papa.Sekarang kamu bersih bersih dulu lalu pakai baju,ini sudah malam kita harus istirahat."
Vano mengambil baju Rahma di kopernya.Vano mengambil setelan baju tidur lalu di berikan ke Rahma.
Vano membantu Rahma memakai baju tanpa memakai dalaman.
Rahma di bantu Vano bangun dari kasur.saat mau jalan Rahma merasa sakit di bagian apem nya.
"Sakit...?"
"Iya Mas."
"Mau Mas gendong...,?"Vano masih memegang tangan Rahma.
"Ngga usah Mas,Saya bisa kok..?"
"Biar Mas antar sampai kamar mandi ,"Rahma hanya menurut,karena memang Rahma merasa sakit.
Sampai di depan kamar mandi Vano menyuruh Rahma masuk.
Vano mengambil tisu untuk membersihkan noda darah yang mau mengering di seprai.
"Ya Tuhan,Aku tadi sampai pingsan.sungguh memalukan sekali,kira kira Mas Vano marah ngga yah,"Rahma bicara sendiri di dalam kamar mandi.
Selesai membersihkan Apem nya ,Rahma keluar dari kamar mandi.
"Masih sakit..?"
"Ngga begitu Mas,"sambil Rahma berjalan menuju kasur,Vano baru saja membuang tisu bekas membersihkan darah.
"Ya sudah.kita tidur yuk,,besok kita harus bangun pagi bukan."
__ADS_1
"Iya Mas."
Vano dan Rahma sudah naik ke kasur.Vano langsung memeluk Rahma.keduanya tidur sambil berpelukan.
"Mas,maafin Rahma yah."
"Maaf,,kenapa minta maaf sayang..?"
"Karena tadi Rahma pingsan,"Vano tersenyum mendengar perkataan Rahma .
"Ngga papa.besok kita bisa lanjut,kita masih punya banyak waktu untuk melakukanya."sambil mencium rambut Rahma.
"Sekarang tidurlah,jangan pikirkan yang tadi,"Rahma menjawab iya.
Pagi harinya,Rahma yang bangun duluan.saat Rahma buka mata ,Rahma langsung bisa melihat wajah Vano yang sedang tidur dengan nyenyak nya.
Rahma tersenyum tipis melihat wajah Vano yang pertama kali di lihatnya saat bangun tidur.
"Ya Tuhan indah sekali ciptaan mu ini,"kata Rahma dalam hatinya.
Berlahan tangan Rahma mengusap pipi Vano.Sentuhan tangan Rahma membuat Vano terbangun.Senyuman indah langsung terukir di bibir Vano.
"Pagi Sayang."
Keduanya sama sama melempar senyum.lalu Vano mengambil tangan Rahma yang ada di pipinya.di ciumnya tangan Rahma dengan sayang.
"Sekarang sudah jam berapa Yang.?"
"Saya ngga tau Mas,dari tadi belum lihat jam,"Rahma lalu mengambil hpnya,dan melihat jam.
"Sudah jam 7 pagi Mas.kita harus buru buru bersiap ini,"Rahma langsung bangun dari tidurnya.
"Ngga usah buru buru.masih ada dua jam lagi untuk ke Bandara."
"Iya Mas,tapi kita kan harus bersiap juga."
Rahma ke kamar mandi duluan sambil bawa baju ganti.sedang Vano masih ngumpulin nyawa.
Hp Vano berbunyi tanda panggilan.saat di lihat ternyata dari Vandra.
"Ada apa..?"
"Sudah bangun.?"
__ADS_1
"Sudah."
"Cepatlah bersiap,kita sebelum pergi ke Bandara sarapan dulu di bawah."
"Iya,,ya sudah dulu,"telfon pun mati.
Rahma di kamar mandi sedang bercermin.Rahma melihat ada tanda merah yang di buat Vano di bawah dagu dan telinganya.
"Aduh,,ini kalau orang lihat bisa malu,"Rahma lalu menutupinya dengan bedak.
Rahma sudah selesai ,lalu Rahma keluar dari dalam kamar mandi.setelah itu gantian Vano yang mandi.
Jam setengah delapan, kedua pasang pengantin baru keluar dari kamar hotel.mereka langsung menuju restoran hotel untuk sarapan.
Keempatnya sarapan bersama.mobil yang akan mengantar mereka juga sudah ada di parkiran.
Zee sebenarnya saat jalan merasa sakit,tapi Zee menahannya.karena Zee minum obat menghilangkan rasa nyeri.
Zee seorang Dokter,pasti tau obat apa agar mengurangi rasa sakit.tadi pagi Vandra rupanya minta jatah di kamar mandi.walau bentar Zee pun melayaninya dengan sepenuh hati.
Selesai sarapan mereka langsung menuju mobil.karena waktu makin siang jadi mereka harus buru buru ke Bandara.
Mamah tadi juga sudah telfon menanyakan apa sudah bersiap untuk berangkat ke Bandara , Mamah takut kedua putranya bangun kesiangan.
Bukan hanya Mamah yang telfon. Kak Zara juga menelfon ke Vandra dan Vano. Kak Zara rupanya juga takut kedua adiknya itu kesiangan.
Vano duduk di depan bersama Pak supir. sedang Rahma,Zee dan Vandra duduk di bangku tengah.
"Ma,,semalam gimana,?"Zee sambil berbisik di telinga Rahma,Rahma yang di tanya seperti itu terlihat malu.
"Gimana apanya Kak..?"
"Ngga usah sok ngga tau deh.sakit ngga,,?"
"Kaka ipar,,ngga usah bahas kaya gitu di sini deh,nanti aja kalau kalian lagi berdua,"Vano rupanya dengar,Zee tersenyum.
"Ok baiklah,nanti kalau sudah sampai di Korea,Aku sama Rahma akan minta waktu berdua untuk mengobrol.kalian tidak boleh ganggu.iya ngga Ma..?"Rahma mengangguk.
Sampai di Bandara,keempatnya masuk ke dalam Bandara.saat mereka sampai keberangkatan pesawat sudah di umumkan.
Mereka langsung berjalan menuju pesawat,mereka akan menempuh perjalanan yang cukup jauh,jadi di dalam pesawat ke empatnya tidur saat pesawat sudah mengudara.
Aku sedang memperbaiki tanda baca antara titik dan koma juga tanda lainya,silakan kalau mau koreksi,Aku juga ingin tulisanku rapih dan enak di baca,, trimakasih....
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...