Zee Dan Vandra

Zee Dan Vandra
Zee Mengajak Rahma Makan Rujak Buah


__ADS_3

Besok paginya Rahma bangun pagi pagi dan langsung ke kamar mandi,Rahma mau mengecek pembalut nya apa banyak darah apa ngga.


Rahma membuka celananya dan ternyata pembalutnya hanya ada noda darah sedikit lagi.


"Kok darahnya sedikit lagi, harusnya kalau Aku datang bulan darah nya udah banyak keluar karena ini hitungannya sudah hari ketiga,,jadi bingung Aku,"Rahma bicara sendiri.


Rahma keluar dari kamar mandi setelah selesai ganti pembalut. Rahma turun ke bawah menuju dapur untuk mengambil minum.


"Pagi Mba,,"


"Pagi Non,, Non mau ambil apa,?"


"Saya cuman mau minum Mba,"sambil Rahma mengambil gelas.


"Non gimana soal datang bulanya.sudah keluar banyak?apa masih sedikit,,?"


"Dikit Mba,padahal biasanya kalau sudah tiga hari dateng bulan, pasti darah sudah banyak,"


"Siapa tau bener Non hamil lagi,itu hanya flek kehamilan aja,"


"Apa mungkin ya Mba,,?"


"Coba Non tanya sama Non Zee,non Zee kan Dokter,pasti lebih tau,"


"Iya deh nanti Saya coba tanya kak Zee,"


Rahma selesai minum langsung ke kamarnya lagi,saat baru buka pintu Rahma mendengar Vano muntah muntah di kamar mandi.


"Ya Tuhan Mas,,kamu kenapa,,?"Rahma masuk ke kamar mandi,lalu Rahma membantu memijit leher Vano.


"Yang,,perut Mas mual banget,,"setelah selesai muntah.dan Rahma memapah Vano ke kamar.


"Mas kayanya masuk angin,nanti Rahma kerok yah,"


"Rahma buatkan teh hangat ya Mas,"Vano jawab iya.setelah Vano duduk di kasur.


Rahma keluar dari kamar dan ke dapur untuk buat teh hangat.


"Mba,,tehnya sebelah mana,?"


"Non mau buat teh,"


"Iya Mba, Mas Vano muntah muntah,dan perutnya katanya mual,"


"Mba buatkan tehnya yah Non,"


"Iya Mba,,"


Mba membuatkan teh sambil bicara kalau mungkin Vano yang nyidam.


"Ya kalau benar saya juga senang Mba,tapi saya ngga mau berharap terlalu,takutnya ngga hamil nanti kecewa deh,"


"Iya sih Non,"


Rahma membawa tehnya menuju kamar,sampai kamar menyuruh Vano minum. Vano dengan pelan meminumnya.

__ADS_1


Rahma mencari minyak angin,setelah dapat Rahma mulai mengerik Vano.


Vano di kerok punggungnya oleh Rahma dan hasilnya sangat merah.


"Kamu masuk angin Mas,merah banget ini,"


"Iya tapi jangan keras keras,,sakit Yang,,"


"Iya,,ini pelan kok,,"


Saat Rahma masih mengerik Vano,Mamah datang. Mamah di kasih tau mba katanya Vano muntah muntah.


"Sayang,,Vano sakit,?"


"Masuk angin Mah,,ini merah banget di kerok,"


"Ya Tuhan,,kamu masuk angin sayang,, Mamah ambilkan obat tolak angin yah,"Mamah lalu keluar untuk mengambil obat.


Sebelum ke kamar Vano mamah membawakan makanan dulu agar Vano sarapan.


Mamah menyuruh Rahma menyuapi Vano makan dulu,biar nanti minum obat perut sudah terisi.


"Sayang,,nanti kalau Vano sudah makan suruh minum obatnya,Trus langsung istirahat aja kalian jangan ke kantor dulu,"


"Iya Mah,,"


"Ya sudah Mamah mau ke bawah dulu,mau temani Papah sarapan,"Mamah pun pergi.


"Yang,,perut Mas terus mual gini sih,"


"Ya semoga aja,"


Setelah minum obat Vano tidur lagi,karena masih merasakan perutnya yang mual.


Rahma turun ke bawah setelah Vano tidur,Rahma juga mau sarapan. Rahma sarapan sendiri,karena Papah sudah berangkat ke kantor sedang Mamah ke kamarnya.


Rahma yang penasaran dengan datang bulanya ,sambil makan Rahma telfon Zee.


"Halo Kak,,"


"Iya halo Ma,,ada apa,?"


"Kaka lagi sibuk ngga,?"


"Ngga,,kenapa,,?"


"Rahma mau ngobrol bentar,"


"Oh,,mau ngobrolin apa,?"


"Eemm,,ini Kak,,Rahma datang bulan sudah tiga hari,tapi keluarnya hanya sedikit sedikit,hanya mengotori celana saja,Trus harusnya Rahma tuh datang bulanya satu Minggu lagi,tapi ini datang lebih awal,ini kenapa ya Kak,?"


"Oh gitu,,terus ada keluhan lainya ngga sama badan kamu,?"


"Ngga ada,Rahma merasa biasa aja.tapi kata Mba ,Rahma hamil. Mba bilang ada orang hamil yang ngeluarin darah juga kaya Rahma gini,emang bener ada ya Kak,?"

__ADS_1


"Iya emang ada sih,mungkin juga kamu memang hamil,Aku aja sudah hamil,kita kan nikah bareng ,kalau kita sama sama subur pasti cepat hamil,"


"Oh gitu ya Kak.Trus biar Rahma tau hamil apa ngga nya Rahma harus gimana,?"


"Kamu sekarang di mana,?"


"Rahma di rumah kak,Rahma ngga ke kantor.soalnya Mas Vano sakit,"


"Oh gitu,eh gimana kalau Aku ke situ,sambil bawa alat tes hamil,,Aku juga sekalian mau bawa bahan rujakan,kita rujak buah bareng,kamu mau ngga,,?"


"Iya kak Rahma mau,"


"Ya sudah Aku mau siap siap,kamu tungguin Aku yah,"Rahma jawab iya dan telfon pun mati.


Rahma selesai sarapan kembali ke kamarnya,Vano masih tidur dan Rahma lalu mandi.


Selesai mandi Rahma mau turun untuk menunggu Zee,tapi saat buka pintu Vano bangun.


"Yang,,mau kemana,,?"


"Eh Mas,,kamu bangun,,Rahma mau ke bawah,kak Zee mau datang."


Rahma mendekati Vano,dan duduk di pinggir kasur.


"Masih mual ngga perutnya Mas.?"


"Sudah ngga. Ayo kita turun,Mas juga mau makan rujak buah.sepertinya enak,"


"Tapi Mas kan perutnya lagi ngga enak,"


"Sudah sembuh kok,ayo kita turun."


Keduanya turun ke bawah,dan Vano langsung tiduran di sofa.


Mamah yang keluar dari kamar langsung bertanya ke Vano masih mual apa ngga.


"Udah ngga mual lagi Mah,,"


"Syukurlah,,"


Zee sudah sampai,lalu Zee masuk dengan membawa kantong yang berisi buah buahan.


"Pagi semuanya,,"kata Zee.


"Pagi,,,"jawab semuanya.


Zee minta Mba mengupas buah dan bikin sambal. sedang Zee dan Rahma pergi ke kamar mandi yang ada di dekat dapur.


Mamah dan Vano tidak tau apa yang akan Zee dan Rahma lakukan.karena setau Mamah Ramah dan Zee mau buat rujak.


Zee mengajarkan apa yang harus Rahma lakukan,Zee menunggu di luar pintu.setelah Rahma selesai Rahma keluar.


"Kak,,ini alat tesnya,,"Rahma memberikanya pada Zee.


"Apa hasilnya,,?"

__ADS_1


jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...


__ADS_2