
Vandra mengantar Zee pulang sekitar jam 4 sore,hari ini Vandra tidak berangkat kerja karena habis mengalami musibah.
"Sayang,,kaki kamu masih sakit ngga,,?"saat ini Vandra dan Zee ada di mobil yang melaju.
"Sudah ngga begitu kok,nanti malam minum obat lagi biar paginya enakan,kamu juga jangan lupa obatnya di minum ya Sayang,"
"Iya nanti Aku minum kalau mau tidur,"
Mobil Vandra sampai di rumah Zee,Vandra dan Zee turun dari mobil ,keduanya masuk ke dalam,Vandra menemui papah Zee dan menceritakan kejadian tadi siang,agar Papah Zee tidak kaget nantinya.
"Untung kalian tidak apa-apa,"
"Iya Om,,Tuhan masih sayang sama kita,"
Vandra tidak lama di rumah Zee,hanya sekitar 10 menit,setelah itu Vandra pamit pulang.
Sedang Vano saat ini ada di dalam mobil bersama Rahma ,Vano mau mengantar Rahma pulang,Vano sekarang jadi sering mengantar Rahma pulang ,padahal arah rumah mereka berlawanan.
"Mau beli sesuatu dulu ngga ,?"
"Ngga Pak,,makasih,,"
"Ok lah,,"
Sampai di rumah Rahma,Rahma turun dari mobil Vano,dan Rere yang melihat Tantenya pulang langsung berlari ke Rahma.
"Sayang,,jangan lari ah nanti takut jatuh,"Rare tersenyum sambil menggandeng tangan Rahma,Vano membuka kaca mobil dan menyapa Rere.
"Hai Rere,,"sambil tersenyum dan melambai kan tanganya Vano bicara ke Rere.
Rere tersenyum dan mendekat ke pintu mobil,Rere memakai bahasa isyarat tapi Vano ngga ngerti,Rahma mendekati Rere.
"Sayang,, Om Nya mau pulang,ini sudah sore,besok lagi aja yah ajak Om nya main,"Rere geleng kepala.
__ADS_1
"Emang dia ngomong apa,,?"
"Eemm,,Bapak suruh main ke rumah,"Rere mengangguk saat Vano tau apa yang di inginkan.
"Rere pengin Om turun dan main sama Rere gitu,,"Rere mengangguk sambil mengangkat dua tanganya ke dada seperti memohon.
Vano melihat jam masih jam 5 sore,lalu Vano pun turun dari mobil.
Rere terlihat senang lalu berlari kearah Vano,Rere menggandeng tangan Vano dan mengajaknya masuk ke rumah.
Rahma berjalan di belakang Rere dan Vano,"Yah Tante di lupain deh,"Rere dengar lalu berhenti berjalan,dan Rere menggandeng tangan Rahma di sebelah kiri,jadilah mereka bertiga jalan bersama masuk ke dalam rumah.
Rere sesekali mengayunkan tangannya bergantian,Rere terlihat senang.
Sampai di dalam mamah Rahma melihat Vano yang bergandengan dengan Rere dan Rahma,Mamah melihatnya sangat senang,karena mamah berharap Vano dan Rahma menjadi sepasang suami istri.
"Vano,,tumben ikut masuk,biasanya cuman mengantar Rahma saja,"kata Mamah,Vano melihat ke mamah Rahma dan Vano baru tau itu mamah Rahma dan ternyata temen mamahnya sendiri.
"Kok Tante di sini,Tante Mamahnya Rahma,,"Mamah Rahma tersenyum.
"Ngga Tan,Vano ngga tau,,"
"Bapak sama Mamah sudah kenal,?"tanya Rahma.
"Iya sayang, Mamah sudah kenal,Vano ini anak nya Tante Dea,"
"Oh iya Mah,,,"
"Ayo Vano silakan duduk,,"
"Iya Tante,,"Rere juga ikut duduk dan dekat Vano.
"Mah,,Rahma ke kamar dulu yah,Rahma mau mandi ,,rasanya gerah,"
__ADS_1
"Jangan lama lama yah ada Vano masa di tinggal,"
"Iya Mah,,"
"Pak Vano saya tinggal dulu ,"
"Iya silakan,"
Rahma pun pergi ke kamarnya,Vano dan mamah mengobrol sambil sesekali bermain dengan Rere.
"Vano,,gimana Rahma,apa bisa bekerja Dengan baik,"
"Rahma sangat pintar Tante,dan sangat cekatan juga,saya merasa cocok dengan Rahma,"
"Syukur kalau kamu cocok dengan Rahma,sukur sukur kalian ada jodoh,Tante seneng loh kalau kalian berjodoh,"
"Ah Tante bisa aja,mana mungkin Rahma mau sama saya,pasti Rahma sudah punya pacar Tan,"
"Rahma belum punya pacar kok,jadi masih ada kemungkinan kan,,"Vano tersenyum.
"Iya Tan,kalau Saya berjodoh dengan Rahma ,saya sih ngga akan nolak Tan,,"
"Ya Tante doakan semoga kalian berjodoh yah,"
"Amin,,"jawab Vano.
Rahma sudah selesai mandi dan terlihat segar,Rahma keluar lagi dan ikut gabung bersama Mamah juga Vano.
Vano melihat Rahma dengan baju rumahnya terlihat sangat sederhana jadi tambah cantik,Vano terus menatapnya membuat Rahma menjadi malu.
Eehmmmm,,,,
Mamah Rahma berdehem,membuat Vano langsung tersenyum malu karena ketahuan sedang menatap Rahma.
__ADS_1
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...