
Selesai makan Ketiganya lanjut untuk cari hotel,keluar dari restoran mereka harus berjalan menuju Hotel sambil menikmati malam kota Pontianak.
Zee dari tadi tetap tidak mau jauh dari Vandra,karena kesatu takut ke tuker,kedua karena masih merasa malu pada Vano.
"Yang ini aja ya Dek hotel nya mau ngga,,?"
"Terserah Kaka aja,yang penting nyaman buat tidur,"
"Ya udah kalau gitu,,ayo kita masuk,,"
"Kak,,mau satu kamar apa dua kamar,,"
"Satu aja,,buat apa pesan dua,"
"Ya siapa tau Kaka mau melepas rindu dulu biar ngga ada Aku,,"
"Kamu tuh ngomong apa sih Dek,,sudah ketemu gini aja aku tuh sudah melepas rindu,iya ngga Yang,,"Zee menjawab iya sambil tersenyum.
Vano lalu yang memesan kamar,setelah dapat kunci mereka naik ke atas ,Saat pintu di buka semuanya masuk ke dalam.
Vandra menyuruh Zee duduk di sofa,Vandra mau ke kamar mandi dulu,sedang Vano naik ke kasur dan rebahan.
"Kamu umur berapa tahun,,?"tanya Vano pada Zee,,Zee tidak menjawab karena melihat ke hpnya terus jadi tidak dengar.
Vano yang merasa Zee tidak mendengar pertanyaannya,lalu melempar bantal.
Bukk..
Zee langsung kaget dan melihat ke Vano dengan tatapan penuh tanya,"Kamu Aku tanya kenapa ngga jawab,,"
"Kapan nanya,,"
"Tadi,,kamu umur berapa,,?"
"Aku mau 23,,"
__ADS_1
"Oh,,udah tua rupanya yah kamu,,"
"Tua ,,ngga lah baru mau 23,,masa tua,"
Vano pikir Zee itu baru 20 th nan,karena anaknya kecil ,makanya Vano bilang sudah tua.
Vandra keluar dari kamar mandi,lalu mendekati Zee dan ikut duduk.
"Yang,,besok kamu libur kan,,?"
"Iya,,kita jadi kan jalan jalan,,?"
"Iya,,besok kita jalan jalan,Aku mau sewa mobil dari hotel,biar kita enak perginya,,"
"Emang hotel ini menyewakan mobil juga Yang,?"
"Iya,,tadi Aku lihat,,"
"Kak,,kalau sewa mobil sekalian sama supirnya,,Aku ngga mau kalau Aku yang nyetir,Aku bukan supir kalian,"Vano langsung ikut bicara.
"Iya,,besok sekalian supirnya,"jawab Vandra.
"Iya,,ini sudah malam,,"
"Ya udah yuk Aku antar,,Dek Aku mau antar Zee dulu,"
"Iya,,,hati hati,"
Vandra dan Zee lalu keluar dari kamar hotel dan turun ke bawah.
Mereka naik taxsi untuk menuju koskosan Zee,hanya 20 menit mereka sudah sampai,karena jam sudah pukul setengah 11 kos kosan sangat sepi,Vandra ikut masuk ke kamar Zee.
"Yang,,Aku kangen banget,,"Vandra baru masuk ke kamar Zee,langsung memeluk Zee dari belakang.
"Iih,,lepas dulu Yang,Aku mau naro tas,,"Vandra melepaskannya,lalu Zee meletakan tas di meja dan Vandra mengikutinya.
__ADS_1
Vandra memeluk Zee lagi,Zee kali ini hanya diam dan membiarkan Vandra memeluknya.
"Yang,,tadi kenapa kamu peluk Vano,,Aku cemburu banget sebenarnya ,"sambil mencium rambut Zee.
"Maaf,,Aku ngga tau kalau itu Vano,lagian kamu mau ajak Vano ngga bilang ke aku dulu,dan kenapa juga ngga keluar bareng sih,jadi jangan salahkan Aku,"
"Iya,,semua salahku,,tapi lain kali jangan lagi salah peluk yah,,"Vandra sambil membalik badan Zee agar berhadapan.
"Aku ngga bisa bedain kamu sama Vano ,beda kalian apa sih,,"
"Sebenarnya kita ada banyak bedanya,dari model rambut kita beda loh Yang,Aku menata rambut ngga pakai belah,kalau Vano selalu belah,dan badan kita juga beda,,Vano lebih besar dariku,,"Zee mengangguk,Vandra memeluk pinggang Zee agar badan mereka menempel.
Tangan Vandra yang satunya mengusap pipi Zee,mata mereka saling tatap.
Vandra mendekatkan bibirnya di bibir Zee,Zee yang belum pernah merasakan ciuman hanya diam saja,karena ngga tau harus gimana,Vandra lalu menggigit pelan bibir Zee agar mulut Zee terbuka.
Zee pun membuka bibirnya karena merasa kaget,bukan sakit karena Vandra gigitnya pelan.
Vandra tidak menyianyiakan kesempatan ,dan Vandra langsung melu*mat bibir Zee dengan rakusnya,Zee yang baru merasakan hanya memejamkan mata dan menikmatinya saja,kedua tangan Zee mencengkram baju Vandra.
Sekitar 5 menit Zee sudah kehabisan nafas,Zee menggigit bibir Vandra karena Vandra sudah di dorong agar melepaskan ciumannya ngga mau melepasnya juga.
"Aaww,,, Yang sakit,,"
Vandra langsung memegang bibirnya,sedang Zee menghirup udara .
"Kamu tuh pengin Aku mati ya Yang,,"Zee sedikit kesal,Vandra justru tersenyum.
Vandra mendekati Zee lalu kedua tanganya memegang pipi Zee,"Bibirmu bikin candu,,cup,,"Vandra mencium bibir Zee sekilas.
Vandra lalu memeluk Zee dan menciumi rambutnya.
"Aku pulang yah,,besok Aku jemput,,"Sambil melepaskan pelukan nya.
"Iya,,"
__ADS_1
Zee mengantarkan Vandra ke depan sampai naik taxsi,setelah Vandra pergi Zee masuk ke dalam.
jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...