
Vandra dan Zee
Dengan masih tangan bergandengan,Vandra dan Zee masuk ke kamar,sampai di kamar Vandra langsung menarik tangan Zee,dan Zee pun menabrak badan Vandra,Vandra langsung memeluk pinggangnya.
"Malam ini adalah malam pengantin kita,dan kita akan melewati malam yang panjang ini dengan penuh bahagia,kita akan jadi satu kamu dan Aku,,"sambil kening Vandra di tempelkan ke kening Zee.
"Iya Sayang,,kita akan menjadi satu dan akan selalu bahagia sampai maut memisahkan kita,"
Bibir mereka pun menempel,kalau bibir menempel pasti tidak akan melewatkan untuk saling hisap.
Setelah 3 menit ciuman,Zee melepaskan ciumannya.
"Sayang,,kakiku sakit dan capek,katanya mau pijitin,,"Vandra tersenyum sambil mengusap bibir Zee yang basah karena ulahnya.
"Ya udah sekarang kamu ganti dulu gaun pengantinnya dan bersih bersih,biar Aku enak pijitin kaki kamu,"
"Iya sayang,,buka kan dulu kancingnya di belakang,,"Zee membelakangi Vandra.
Vandra lalu menurunkan kancing baju pengantin Zee sampai bawah,Vandra langsung bisa melihat punggung Zee yang putih dan mulus,apa lagi Zee tidak pakai penutup bh ,jadi dari atas ke bawah tidak ada yang menghalangi pemandangan punggung Zee.
Saat Zee mau ke kamar mandi,Vandra menahannya,"Tunggu sayang,sebentar saja,"Vandra lalu mencium punggung Zee dan tanganya sambil mengusap nya.
"Sayanggg,,,,geli,,sudah yah,,"kata Zee.
Vandra pun menyudahinya,karena takut khilaf nanti malah makin ngga bisa kontrol.
Zee langsung ke kamar mandi,tapi sebelum masuk kamar mandi Zee menurunkan gaun pengantinnya di depan Vandra dengan membelakanginya,Zee berjalan ke kamar mandi hanya mengunakan kain segitiga yang masih menempel menutupi bagian inti tubuhnya.
__ADS_1
Vandra makin melotot,sedang Zee yang sengaja menggoda nya justru berjalan seakan akan seperti model masuk kamar mandi.
"Sayanggg,,,kamu sengaja yah,,"Zee tidak menjawab tapi tertawa puas sambil masuk ke kamar mandi.
Vandra menarik nafasnya dalam dalam sambil mengusap wajahnya,"Sabar Vandra,,tenang aja,,pasti malam ini kamu akan mendapatkan hak kamu sebagai suami,"kata Vandra pelan.
Vandra lalu buka jas dan juga kemeja,setelah itu baru celana panjangnya,sekarang Vandra hanya pakai celana pendek dan kaos dalam saja.
Zee sudah selesai membersihkan wajah dan rambutnya juga sudah di gulung dengan ikat rambut,Zee memakai baju yang sangat tipis dan kurang bahan.
Zee tidak pakai penutup dada,dadanya menyembul keluar karena bajunya yang sangat terbuka bagian atas,panjangnya hanya di bawah bokong saja,kain segi tiganya aja sampai terlihat.
Zee sudah menyiapkan baju kurang bahan sudah dari dua Minggu yang lalu,Zee membelinya bersama Iza istri kakanya sekaligus sahabatnya.
Zee keluar dari kamar mandi ,mata Vandra melotot seperti mau lepas,dan Vandra sampai bangun dari duduknya.
Vandra tidak menjawab ,mata Vandra langsung melihat ke dada Zee yang menyembul keluar dengan indahnya.
"Sayanggg,,,Jadi pijitin kaki ku ngga hemm,,"Zee sedikit berjinjit lalu berbisik di telinga Vandra dengan manja.
Setelah itu berdiri tegak lagi,Vandra hanya mengangguk.
Zee lalu tiduran di kasur dan tengkurap,kaki jenjang Zee dari bawah ke atas tidak ada cacat sama sekali,terlihat putih dan mulus ada di depan mata Vandra.
"Sayangg,,ayo,,kenapa diam aja sih,,"Vandra dari tadi masih bengong,makanya Zee menyuruhnya cepat mulai mengurut.
Vandra duduk di tepi kasur,Vandra mengolesi kaki Zee dengan handbody ,lalu dengan pelan mengurutnya,Zee merasakan geli tapi enak.
__ADS_1
Vandra terus saja memijit kaki Zee bergantian, pertama di kedua telapak kaki ,lalu ke betis,selesai di betis tangan Vandra terus naik ke atas,di paha Zee merasa kegelian.
"Sayangg,,,geli ah,,,"tapi Vandra terus saja memijiti nya,sampai lah di bokong,Vandra rupanya menyukainya,buktinya Zee menyuruh udahan Vandra masih saja terus memijit.
Zee lalu terlentang,karena Vandra tidak mau setop.
"Yang,,sudah cukup,,kamu emang ngga capek apa,,?"Vandra hanya menggeleng.
Zee lalu duduk dan menarik Vandra ,berlahan Zee tiduran lagi,jadi Vandra sekarang ada di atas badan Zee.
Zee mengalungkan tanganya di leher Vandra,lalu Zee mulai mencium bibir Vandra,Vandra yang dari tadi sebenarnya sudah merasa panas di dalam badanya,tidak tinggal diam,Vandra dengan sangat rakus menikmati bibir Zee.
Adik Vandra yang sudah bangun ternyata menekan ke inti Zee,dan tangan Vandra juga tidak tinggal diam,tangan Vandra menurunkan bajunya ke bawah,dua gundukan daging langsung keluar dua duanya.
Tangan Vandra memainkannya dengan sangat kasar,memuat Zee menahan sakit tapi bikin dalam dadanya serseran.
Vandra puas di bibir turun ke leher dan turun lagi ke dada,di dada Vandra cukup lama,sampai Zee merem melek karena permainan mulut juga lidah Vandra.
Vandra banyak meninggalkan tanda di kedua dada Zee,setelah puas dengan dada Vandra bangun,lalu Vandra melepaskan kain yang menempel bagian bawah badanya,saat itu terlepas langsung saja senjata Vandra terlihat dengan gagahnya,Zee sampai melotot karena melihat yang berotot ,panjang dan kekar.
***hahaaaaaa...
Besok lagi yah...
Aku tarik nafas dulu...
*jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih****....
__ADS_1