
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Tuuuut....
tuuuut....
panggilan terhubung, Danuarta pun mengangkat ponselnya yang diletakkan nya diatas meja kerjanya. Adrian mengatakan kesediaan Minah untuk bertemu dengannya,Danuarta meminta ijin agar bisa berbicara sebentar dengan Minah di ponsel Adrian. Adrian memberikan ponselnya pada Minah
"bicara lah.....ada yang ingin dikatakannya sebentar"ucap Adrian memberikan ponselnya pada Minah
"ha....halo"ucap Minah gugup
"ah....syukurlah kau mau berbicara padaku,hhmm....aku minta maaf karena telah membuatnya tidak nyaman."ucap Danuarta
"aku sudah dengar kalau kau menerima permintaan ku untuk menemui ku,aku akan meminta supir hotel untuk menjemput mu . Kapan kau bisa dijemput?"ucap Danuarta lagi
"hhmm....maaf tuan,saya hanya ingin bertemu dan berbicara dirumah nyonya Sarah saja tuan....hhmm....bisakah anda saja yang datang kesini?"jelas Minah takut
__ADS_1
Minah merasa takut menyampaikan pendapatnya,dia takut menyuruh-nyuruh anggota keluarga kerajaan. Minah masih menunggu jawaban Danuarta,ntah kenapa dia sudah senang mendengar suara Danuarta. Mungkin bawaan kehamilannya
"hhmm ....baiklah,aku akan kesana dalam satu jam"jawab Danuarta
"baiklah tuan....saya akan menunggu anda dan saya akan membuatkan cemilan untuk anda"jelas Minah yang tidak tau kenapa dia merasa senang dan bahkan ingin membuatkan makanan untuk Danuarta
Mendengarkan ucapan Minah,Danuarta merasa terkejut dan juga senang. Tidak hanya Danuarta yang terkejut,Sarah dan Adrian juga merasa terkejut tapi mereka merasa senang bila Minah juga senang.
Setelah mengakhiri panggilan ponselnya, Danuarta bersiap-siap untuk menuju kerumah Adrian. Sementara Minah sudah permisi kedapur untuk membuat kue kering juga menyiapkan jus buah untuk dirinya juga Danuarta,Minah membuatnya sambil tersenyum senang.
Danuarta melihat Minah yang sudah selesai membuat kue juga dua jus dan diletakan dinampan,dia mendekati Danuarta.
"mari tuan....kita bicara ditanam belakang saja"ucap Minah sambil membawa nampannya dengan kedua tangannya
"terima kasih tuan Adrian dan nyonya Sarah,saya ingin meminjam taman belakang untuk berbicara dengan tuan danuarta"jelas Minah merasa tidak enak hati karena sudah berani memakai halaman belakang rumah tuannya itu
"tidak apa-apa,pergi lah....selesaikan urusan kalian"jawab Sarah
__ADS_1
"ayo sayang....kita ke kamar saja"ajak Sarah dengan menarik tangan Adrian
Minah berjalan ke arah halaman belakang rumah sara,tangan Danuarta mengambil nampan yang dipegang oleh Minah. Minah tersentak kaget,die menatap wajah Danuarta.
"tidak apa-apa,biar aku yang bawa nampannya. Jalan lah duluan didepan ku"ucap Danuarta.
Minah tersenyum,dia memberikan nampan itu pada Danuarta. Minah pun berjalan didepannya ,menuju halaman belakang rumah Sarah
sesampainya disana,Minah mengambil nampan dari tangan Danuarta dan meletakkan nya diatas meja. Dia menyusun piring yang berisi kue kering diatas meja, kemudian dia duduk disebelah Danuarta.
Mereka terdiam beberapa saat,sampai akhirnya Danuarta mengutarakan apa yang ingin dia katakan pada Minah.
"hhmmm....maafkan aku karena telah khilaf....aku tidak bermaksud menyentuh mu tapi saat itu aku benar-benar menginginkan nya. Mungkin kau adalah jodoh ku"jelas Danuarta
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih 😘😘😘🥰
__ADS_1