
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Daniel masih membersihkan dapur dan kamar mandi bekas muntah Tania tanpa jijik,setelah selesai dia membawakan air hangat dengan madu kedalam kamarnya untuk diberikan pada Tania. Daniel melihat Tania yang sudah tertidur,wajah pucatnya terlihat sangat jelas. Ada perasaan sedih melihat Tania seperti ini,Daniel mendekati Tania dan duduk dipinggiran tempat tidurnya.
"sayang ....bangun,minum dulu ya"ucap Daniel lembut
Tania membukakan matanya,dia menatap Daniel yang sudah duduk didepan nya. Daniel menyodorkan minuman hangat pada Tania,meminumkannya sedikit demi sedikit hingga akhirnya dia mendengar suara bel berbunyi
Daniel meninggalkan Tania dikamarnya,dia berjalan membuka pintu apartemen nya dan melihat siapa yang datang. Terlihat dokter pribadi keluarganya sudah berdiri didepan pintu,Daniel mempersilahkannya masuk dan membawanya ke dalam kamar Daniel
"siapa yang sakit?"tanya dokter itu heran,karena terlihat Daniel nampak sehat
"istriku....cepat periksa kondisi nya saat ini"jawab Daniel yang sudah duduk didekat tempat tidur nya
"istri???"gumam dokter itu,setau dia Daniel belum pernah menikah apalagi mengurus wanita yang sakit. Dokter itu hanya mendengar kalau Daniel suka bermain perempuan,tapu kali ini Daniel mengakui bahwa wanita yang berbaring ditempat tidur nya adalah istrinya
Dokter itu tidak mau banyak tanya,dia langsung memeriksakan Tania. Matanya membulat sempurna saat mengetahui kondisi Tania saat ini
__ADS_1
"bagaimana?"tanya Daniel masih merasa khawatir
"Hhmm.... seperti nya istri tuan sedang hamil"jawab dokter itu sambil menelisik wajah Daniel
Daniel tersenyum,dia membelai lembut pipi Tania,Tania pun merasa senang karena akhirnya dia bisa hamil juga. Kemudian hatinya tiba-tiba merasa sedih,setelah melahirkan dia harus pergi meninggalkan Daniel seperti ucapan Daniel saat itu. Apalagi adanya surat perjanjian yang sudah ditanda tangani nya waktu itu,tapi Tania tidak menunjukan kesedihannya didepan Daniel.
"sekarang kamu istirahat dulu,aku mau mengantarkan dokter ke depan"ucap Daniel menatap Tania dengan lembut dan Tania menganggukan kepalanya
Daniel keluar mengantar dokter pribadi keluarganya yang masih bingung dengan istri Daniel,kapan Daniel menikah ? karena tidak adanya pemberitaan di media, apalagi Daniel termasuk orang yang penting juga di dunia bisnis
"hhmm ....bolehkah saya bertanya tuan?kapan anda menikah?maaf kalau saya lancang"tanya Dokter itu
Dokter itu tersenyum, sekarang pertanyaan didalam pikirannya sudah terjawab. Karena banyaknya wanita yang ingin mendaftar menjadi istri dari seorang Daniel padanya,mereka tau kalau dokter itu adalah dokter keluarga Daniel jadi para wanita banyak yang meminta bantuan padanya. Karena sudah mengetahui nya,Maka dokter itu pun jadi bisa mengatakan pada wanita yang meminta bantuannya
"baiklah tuan....kalau begitu saya permisi dulu"ucap dokter itu dengan membungkukan sedikit tubuhnya,menghormati Daniel. Daniel hanya mengangguk
Saat membuka pintu apartemen nya,terlihat seorang pelayan juga mama nya Daniel sudah datang. Daniel mengerutkan keningnya,susah sekali menyuruh mama nya untuk mendengarkannya. Tapi karena mama Daniel sudah datang ,Daniel pun tidak dapat mengatakan apa pun
__ADS_1
"ma...."sapa Daniel kesal
"bagaimana keadaan menantuku?"tanya mama Daniel khawatir menatap dokter itu
"nona baik-baik saja, hanya kelelahan nyonya. Kalau bisa sekarang harus banyak beristirahat,karena nona sedang mengandung"jelas dokter itu sebelum pergi
"biar aku yang jelaskan, sekarang anda bisa pulang dok"ucap Daniel mengusir dokter itu secara tak langsung,dokter itu mengangguk dan pergi dari apartemen Daniel.
Mama Daniel masuk kedalam apartemen Daniel dengan tersenyum,pelayan yang disuruhnya sudah berada didapur. Dia membereskan Beberapa bahan makanan yang mereka bawa,sedangkan mama Daniel ingin langsung masuk kedalam kamar Daniel untuk melihat Tania
"ma....Tania sedang istirahat,besok saja melihatnya"ucap Daniel memegang tangan mama nya saat mama nya ingin masuk kedalam kamarnya
"sebentar saja,mama ngak akan ganggu dan bangunin Tania "jawab mama Daniel pelan
"huuufff.... benar-benar mama ngak bisa dibilangin"ucap Daniel sambil menghela nafasnya
Akhirnya Daniel pun membiarkan mama nya untuk masuk,ternyata Tania masih duduk bersandar ditempat tidur. Melihat pintu terbuka,Mata Tania langsung menatap ke arah pintu. Mama Daniel masuk dan tersenyum berjalan mendekati tempat tidur bersama Daniel yang mengikutinya dari belakang
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... Makasih ππππ