
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Saat sudah hampir sampai dimeja makan,Tania melepaskan tangan Daniel. Dia berjalan lebih dulu dan menyapa nyonya Frans dengan lembut,Daniel mengikutinya dari belakang.
"maaf saya terlambat nyonya...hhmmm tadi tuan Daniel sedang berpakaian"sapa Tania sambil melirik Daniel yang sudah mendekati nyonya Frans
"pagi ma...."sapa Daniel sambil mengecup pipi nyonya Frans
"cepat duduklah,mama sudah lapar"jawab nyonya Frans
Tania ikut sarapan bersama dengan majikannya,dia duduk sebelahan dengan Daniel. Sesekali tangan Daniel meraba-raba paha Tania hingga ke bagian sensitif nya,walaupun Tidak secara langsung tapi tetap terasa sedikit geli.
"hhmm...."deheman Tania membuat nyonya Frans menatapnya,tangan Daniel sudah menekan-nekan ditengah guanya membuat Tania tidak tahan
"maaf nyonya...."ucap Tania dengan wajah yang sudah memerah,
"aaawww....."teriak Daniel karena Tania mencubit tangan Daniel dengan kuat
__ADS_1
"kau kenapa lagi?"tanya nyonya Frans heran melihat tingkah sepasang anak didepannya ini
"lidah ku tergigit ma....sakit"jawab Daniel spontan ,Tania menahan tawa nya mendengar pengakuan Daniel dan itu terlihat oleh nyonya Frans
Baru ini nyonya Frans melihat anaknya yang suka berbicara dan dengan wajahnya yang memerah,tidak dengan wajah dingin seperti biasanya. Daniel membulatkan matanya menatap Tania yang sudah tersenyum,dia ingin menyentuh paha Tania lagi tapi tangannya langsung ditepis oleh Tania.
"kalau sudah selesai, kalian berdua mama tunggu diruang kerja kamu"ucap nyonya Frans sambil berdiri dan berjalan ke ruangan kerja milik Daniel.
Daniel melirik Tania,dia memberikan tatapan tajam pada Tania karena sudah berani mencubit tangannya. Tania tidak menghiraukan tatapan dari Daniel,dia kembali makan dengan tenang. Daniel mengambil piring Tania,meletakannya didepannya. Tania menatap Daniel yang seperti anak-anak,Daniel tersenyum karena Tania sudah menanggapinya
"suapi aku"jawab Daniel
Tania menarik piringnya,dia tidak mau menyuapi Daniel. Daniel menarik tangan Tania yang ingin mengambil piringnya,kemudian mencium Tania dengan rakusnya membuat Tania mendorong wajah Daniel. Mereka diperhatikan oleh pelayan paruh baya yang masih berada didapur,baru kali ini dia melihat tuan mudanya sangat tertarik dengan wanita. Selama ini hanya wanita yang selalu berusaha menggoda bahkan mencium nya terlebih dahulu,pemandangan saat ini sangat langka karena Daniel lah yang berinisiatif mencium Tania.
"hentikan.... huuufff"teriak Tania saat melihat pelayan wanita itu menatapnya sambil menetralkan nafasnya
"kalau begitu suapi aku,aku ingin disuapi oleh mu"jelas Daniel dengan tatapan manjanya
__ADS_1
"hiiisss....kau ini benar-benar"ucap Tania kesal
Tania pun menyuapi Daniel dengan perlahan,Daniel memandangi Tania yang menyuapinya. Rasa nya sangat senang sekali saat ini,entah kenapa dia selalu ingin membuat Tania merasa kesal. Sedangkan pelayan wanita tadi masih tersenyum mendapati tuan mudanya yang bermanja-manja dengan Tania
Setelah selesai makan,Daniel melihat Tania berdiri. Dia juga ikut berdiri,Daniel berpikir kalau Tania akan menemui tapi ternyata tidak. Tania membereskan sisa bekas makan,dia membawa piring nya ke wastafel. Pelayan wanita itu melihat Tania membereskan bekas makannya, dia langsung berlari melarang Tania
"jangan nona....biar saya saja"ucap pelayan itu
"ngak apa-apa kok buk,biar saya yang membereskannya"jawab Tania langsung mencuci piring-piring kotor yang berada di wastafel
Daniel menarik tangan Tania agar mengikutinya ke ruangan kerja dimana Mamanya sudah menunggu nya,dia ingin segera mengetahui apa rencana mama nya.
"maaf buk....tolong bereskan sisanya"teriak Tania yang tangannya sudah ditarik oleh Daniel
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘😘😘
__ADS_1