
🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳🌳
Daniel memeluk tubuh Tania,dia menenangkan Tania. Mengelus punggung Tania yang masih menangis,dia baru tau kalau Tania mengkhawatirkan dirinya. Setelah melepaskan pelukannya,Daniel menatap wajah Tania yang sudah dipenuhi air mata. Dia menghapus sisa-sisa air mata dipipi Tania
"kamu tenang saja,tidak akan pernah ada orang yang bisa memasukan Suami mu ini ke penjara. Apalagi kalau mama mertua mu tau,mama ngak akan diam saja."ucap Daniel sambil menatap tulus pada Tania
"jangan pernah menangis lagi.. aku ngak akan membiarkan air matamu keluar lagi"ucap Daniel lagi dan mendapatkan anggukan dari Tania
"aku mencintaimu Tania,apa kau dengar?"ucap Daniel kembali menatap mata Tania dengan lembut, lagi-lagi Tania mengangguk dan tersenyum
Daniel membawa belanjaan juga menggandeng Tania menuju mobilnya,Bella masih memandang sepasang suami istri dihadapannya. Bella mendengar dengan jelas kalau Daniel mengatakan suami pada Tania,memang tidak ada harapan untuknya bahagia dan keluar dari neraka yang selama ini membelenggu hidupnya.
Saat ini Daniel dan Tania sudah berada diapartemen,Tania langsung menuju dapur dan menyusun belanjaan yang sudah dibelinya. Daniel duduk disofa dekat dapur,dia memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan Tania didapur. Dia sangat senang melihat Tania sibuk,dia tertawa kecil mengingat kebersamaan nya dengan Tania. Dia mengambil ponselnya dan membuka aplikasi kamera,dia mengambil foto punggung Tania yang sedang memasak sesuatu di dapur.
Daniel menjadikan foto Tania profil di salah satu aplikasi di media sosial dengan caption "my lovely wife",dia mengunggahnya juga distatus media sosial nya yang lain sambil tersenyum.
Entah mengapa dia sangat senang,Daniel masih menatap ponselnya dengan senyuman yang masih menghiasi wajahnya. Tiba-tiba Daniel mendengar suara Tania dari kamar mandi
__ADS_1
Uweeek.....uweeeek.....
Daniel langsung bangkit dan berlari ke kamar mandi,dia melihat Tania sudah terduduk dilantai dengan lemas. Terlihat muntahan Tania yang berceceran di lantai kamar mandi ,karena sudah tak tahan lagi jadi Tania langsung memuntahkannya asal saja. Daniel membantu Tania berdiri dan membersihkan dirinya,kemudian dia menggendong Tania dan membawanya kedalam kamarnya. Wajah Tania terlihat sangat pucat,padahal tadinya dia baik-baik saja. Tapi saat mulia memasak dia langsung muntah-muntah
"kamu istirahat dulu,biar aku panggil dokter"ucap Daniel sambil menyelimuti tubuh Tania sampai ke dadanya,Tania menarik tangan Daniel saat Daniel ingin pergi
"aku beresin dulu bekas muntahnya dikamar mandi tadi"ucap Tania pelan
"ngak usah,nanti aku aja yang beresin. Kamu istirahat dulu,aku ambil air hangat dan telpon dokter ya...."jawab Daniel
Tania benar-benar merasa tidak enak pada Daniel,dia juga tidak tau kenapa perutnya bisa berulah padahal tadinya dia akan membuat makan malam tapi saat sedang mengupas bawang. Perut nya terasa berputar-putar dan tak tertahankan hingga akhirnya dia pun memuntahkan sebagian didepan kamar mandi.
tuuut....tuuuut.....
"ya sayang....."jawab mama Daniel ditelpon
"ma....tolong kirimkan salah satu pelayan seperti biasanya ke apartemen ku,Tania sakit"jawab Daniel
__ADS_1
Memang biasanya ,mama Daniel selalu mengirim salah satu pelayannya untuk membersihkan apartemen Daniel setiap seminggu sekali.
"sakit?sakit apa?"tanya mama Daniel khawatir
"belum tau,Daniel udah telpon dokter Richard untuk datang kesini dan memeriksa Tania"jawab Daniel masih khawatir
"baiklah....mama akan kesana Sekarang"jawab mama Daniel
"besok aja ma....ini sudah malam,lagian Tania juga sudah tidur."ucap Daniel
"mama ngak mau nanti kamu berlaku kasar dengan tania,biar mama yang mengurus Tania saat sakit begini"jawab mama Daniel.
Mama Daniel belum mengetahui kalau Daniel sudah mulai mencintai Tania,Daniel juga masih bingung dengan perasaannya. Dia belum tau itu rasa cinta atau hanya sekedar suka saja,yang jelas saat ini Daniel nyaman bersama Tania.
"besok aja ma....Daniel ingin menikahi Tania,selama beberapa Minggu ini Daniel merasa sudah mulai nyaman bersama Tania."jelas Daniel pelan,ada rasa malu didalam hatinya.
Mama Daniel yang mendengar pengakuan Daniel merasa sangat senang,hal ini lah yang selama ini ditunggu-tunggu oleh nya. Daniel yang sudah bisa menerima Tania bahkan sudah nyaman berada dekat Tania,membuat mama Daniel bernafas lega.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... Makasih 😘😘😘😘😘