
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Bella menerima surat perjanjian itu dan membacanya,dia menghela nafas pelan. Dia meletakan kembali surat itu didepannya,dia juga bingung dengan perasaannya antara senang dan sedih. Tapi dia memang seharusnya tidak berhubungan dengan orang-orang kaya seperti Dave dan Bram
Tanpa diduga Bella,Dave mengambil surat itu dan merobeknya didepan Bella. Bella terkejut,tapi dia diam saja
"sekarang kau sudah bebas, urusan kita sudah selesai....itu kan mau mu?"ucap Dave dengan wajah datarnya,tak ada lagi senyum indah yang disukai Bella
Bella tersenyum,dia masih diam menunggu ucapan Dave selanjutnya. Dave berjalan menuju meja disamping tempat tidur,dia mengambil sebuah amplop yang berisi uang dan meletakan nya didepan Bella.
"ini....bayaran untuk pelayanan mu tadi malam, sekarang kau bisa pergi"ucap Dave lagi dengan ketus
"baiklah....terima kasih dan....jika kita bertemu lagi,anggap saja kita tidak saling mengenal"jawab Bella singkat
Bella berjalan keluar dari kamar hotel VIP itu,air matanya turun seketika dipipinya. Sambil berjalan menuju lift untuk turun,dia menyeka air matanya yang terus menerus jatuh dipipinya. Di dalam lift,dia mencoba mengatur nafasnya perlahan-lahan.
Sesampainya di lantai dasar,karena pikirannya sedang memikirkan Dave jadinya Bella sering kali menabrak orang didepannya.
"maaf...."ucap Bella ,entah sudah berapa orang yang di tabrak nya
braaak...
Tak lama ,Bella pun menabrak seseorang lagi. Kali ini Tupperware yang dibawa seorang wanita paruh baya itu berjatuhan dilantai,Bella membantu wanita itu membereskan Tupperware nya.
"maaf nyonya,saya ngk sengaja"ucap Bella
Wanita paruh baya itu menatap Bella sambil tersenyum,dia ikut membantu Bella membersihkan Tupperware nya. Kemudian dia memanggil karyawan hotel untuk membersihkannya,Bella sudah berdiri dibantu oleh wanita itu.
"sudah...biarkan karyawan saja yang membereskan nya"ucap wanita itu
"maaf Bu....saya ngak sengaja"jawab Bella lagi sambil menundukan kepalanya
__ADS_1
"seperti nya kamu sedang ada masalah,sebaiknya pulang dan istirahat lah"ucap wanita itu lembut
"maaf nyonya,saya belikan makanan didepan atau saya buat kan yang baru saja ya"jawab Bella merasa bersalah
"sudah...tidak apa-apa nak,kamu pulang saja ya"ucap wanita itu
"saya merasa ngak enak nyonya,saya buatkan saja yang baru ya.... apartemen saya ngak jauh dari sini kok ,kalau nyonya ngak keberatan"jelas Bella lagi
"baiklah kalau begitu,saya akan ikut ke apartemen mu. Hhmm....tapi apa kamu bisa masak?"ucap wanita itu
"bisa...tapi kalau soal rasa nya saya tidak tau anda suka atau tidak,tapi saya akan berusaha membuatnya dengan baik agar anda tidak kecewa. Sekali lagi maafkan saya"jelas Bella sambil berjalan membawa Tupperware yang kosong dan berdampingan dengan wanita tadi
"kamu tinggal sendirian di apartemen?"tanya wanita itu dengan menatap Bella saat sudah sampai didalam mobil Bella
Bella menganggukan kepalanya,dia menghidupkan mesin mobilnya dan mulai menjalankannya menuju apartemen nya.
"dimana kedua orang tua mu?"tanya wanita itu
"mereka sudah meninggal nyonya"jawab Bella
Bella hanya mengangguk dan tersenyum,keadaan didalam mobil pun hening. Tak lama kemudian mereka sampai didepan gedung apartemen Bella,Bella memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk berdampingan dengan wanita paruh baya itu
Setelah sampai didepan pintu apartemen Bella,Bella mempersilahkan wanita itu masuk. Kemudian dia meletakan tas nya dan berjalan menuju dapur,wanita itu mengikuti Bella. Dia duduk memperhatikan Bella memasak sambil sesekali mereka bercerita
"silahkan dicoba dulu nyonya,jika tidak enak kita buat lagi yang baru"ucap Bella menyodorkan beberapa masakan didepan wanita itu
"enak.... seperti masakan restauran. Apa kamu punya restauran?"ucap wanita itu mencicipi masakan Bella
"dulu punya nyonya,peninggalan orang tua ku tapi...."jawab Bella sambil tersenyum kemudian dia kembali teringat dengan Darwin ,rasa sedih juga marah akhirnya datang kembali didalam hatinya.
Wanita paruh baya itu memperhatikan raut wajah Bella,dia tau kalau Bella sedih. Kemudian matanya menangkap kissmark yang ditinggalkan oleh Dave dileher Bella,Bella tadinya menggerai rambutnya tapi karena ingin memasak. Dia pun menaikan rambutnya dan mengikatnya,hal itu membuat kissmark dilehernya terlihat
__ADS_1
"tapi kenapa?"tanya wanita itu menatap Bella
Bella tersenyum dan menggelengkan kepalanya,nampak jelas sekali wajah Bella yang sedih. Wanita yang lumayan tua itu mendekati Bella dan memeluk nya,dia mengelus punggung Bella yang ternyata sudah menangis
"tidak usah kamu beritahu jika itu menyakitkan,jangan menangis lagi. Jika kamu ingin menceritakannya,saya bersedia mendengarkannya"ucap wanita itu mencoba menenangkan Bella
Bella melepaskan pelukannya,dia menatap wanita yang masih terlihat cantik walaupun usianya sudah sedikit tua. Apalagi terlihat jelas kalau nyonya itu sangat elegan
"sepertinya banyak sekali beban anak ini"gumam wanita itu dalam hati
"aku akan siap kan semuanya nyonya,agar anda bisa membawa bekal ini pada suami anda"ucap Bella melepaskan pelukan wanita itu dan menghapus sisa air matanya
"jangan panggil nyonya,panggil saja mama. Mama Rachel"jawab wanita itu
Mata Bella kembali berkaca-kaca,baru ini ada orang yang menganggapnya anak. Bella kembali memeluk nyonya Rachel dan menangis dipelukan nya,nyonya Rachel menghela nafasnya karena mendapatkan Bella yang menangis lagi.
"sudah....sudah....nanti air mata mu habis"ucap nyonya Rachel melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Bella
"terima kasih ma...."jawab Bella senang
"sudah....siapkan semuanya,mama akan bawa semuanya untuk anak mama bukan suami mama karena suami mama sudah lama meninggal"jelas nyonya Rachel
"maaf ma....Bella ngak tau"jawab Bella sambil menatap nyonya Rachel dan nyonya Rachel mengangguk sambil tersenyum
"andai saja anak mama tidak suka pilih-pilih pasangan,pasti kamu sudah mama jodohin sama anak mama sayang....biar bisa jadi menantu mama yang ngurusin anak mama juga"jelas nyonya Rachel
Bella tersenyum,dia bingung menjelaskan semua mengenai dirinya. Kalau nyonya Rachel tau mungkin nyonya Rachel ngak akan menerima nya sebagai menantu apalagi menganggapnya anak,nyonya Rachel menatap wajah Bella yang terlihat sangat cemas
"Kamu kenapa?cerita kan saja semuanya pada mama....siapa tau mama bisa bantu kamu"jelas nyonya Rachel mengelus pipi Bella
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih 😘😘😘😘
Maaf up nya agak lama,suami lagi ngak enak body say...jadi ngurusin suami dulu....