
πππππππ
Niatnya ingin mencari ketenangan agar tidak diusik oleh para wanita-wanitΓ yang mengejarnya,eeh....ini bukan saja tidak bisa membaca dengan tenang tapi hati dan pikirannya jadi mulai terganggu dengan kehadiran wanita itu
Damian menatap punggung wanita itu yang pergi meninggalkan nya ,kemudian pandangannya beralih pada botol mineral yang sudah kosong. Tanpa mengucapkan terima kasih, wanita itu melenggang dengan cepatnya.
Entah mengapa tangan damian mengambil botol kosong itu dan mencium pinggiran botol bekas wanita itu minum. Wangi stoberry tercium disana,damian jadi terbayang bibir basah dan cara minum wanita itu yang terlihat menggoda. Damian menggelengkan kepala nya,agar bayangan wanita itu hilang dari pikirannya.
"aku pasti sudah gila" gumam damian sambil menepuk-nepuk kepala nya
__ADS_1
Damian memasukan buku nya kedalam tas dan mengambil botol kosong itu,dia pun berlalu untuk pulang karena memang sudah tidak ada lagi jadwal kelas hari ini. Hari sudah semakin sore,dia berjalan menuju parkiran,belum lagi sampai disana. Damian melihat para wanita yang sok kecantikan yang mencoba mendekatinya sudah berada didepan pintu parkiran,damian tidak ingin berurusan dengan mereka jadi damian memilih untuk menghindar.
Damian memikirkan cara bagaimana dia bisa mencapai mobilnya tanpa harus bertemu dengan mereka,dia melihat ada jalan kecil yang berada dari samping gedung biasa. Damian memang harus berputar agak jauh agar bisa mencapai mobilnya dari sisi sebelahnya tanpa diketahui oleh wanita itu.
Damian berjalan ke arah belakang gedung biasa,hingga di sudah berada di dekat pintu masuk parkiran dari sebelahnya. Dengan cepat dia masuk dan menjalankan mobilnya,ditengah perjalanan dia kembali melihat wanita yang tadi meminum air nya.
"tapi....ada urusan apa wanita cantik itu dengan para pria itu?" tanya damian
Damian berhenti agak jauh dari tempat perkelahian itu,dia masih memandang ke arah mereka. Wanita itu dengan gesit memukul juga mengajar pria-pria didepan nya hingga salah seorang dari mereka mengeluarkan pisau dari sakunya,damian yang melihat itu langsung keluar. Dia ingin membantu wanita itu tapi kaki damian berhenti seketika saat wanita itu memelintir tangan pria yang ingin menggunakan pisau itu,mata damian membulat sempurna. Dia benar-benar kagum dengan wanita didepan nya itu,disaat semua pria itu tumbang dibuatnya. Wanita itu pun mengambil tas dan buku nya yang tadi telah berserakan di aspal jalanan itu
__ADS_1
Jalanan itu memang terlihat sepi karena jalanan untuk keluar dari kompleks kampus,itu jalan singkat dari gedung belakang karena kalau dari gedung depan mereka tidak memutar terlalu jauh. Mata damian masih mengikuti wanita yang berjalan menjauhi pria-pria yang sudah tergeletak di jalanan,damian masuk kedalam mobilnya dan mengendarai mobil nya menuju istana.
Sesampainya di gerbang istana,para penjaga langsung membukakan pintu gerbang saat melihat mobil damian. Damian memberikan kunci mobil pada penjaga dan turun menuju kamarnya,dia masih memikirkan wanita yang bisa melawan tiga pria sekaligus. Sepertinya gerakan-gerakan yang dibuat oleh wanita itu sudah berpengalaman dan profesional,sepantasnya dia menjadi seorang bodyguard atau pengawal.
Wajah dan bibir wanita itu pun terbayang dibenak damian,bibir nya yang basah membuat damian menelan saliva nya dengan susah. Tapi dia teringat kembali dengan ucapan wanita itu yang terkesan sombong
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih πππππ
__ADS_1