
πΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎπΎ
Luna masih menatap talita yang terdiam,dari tadi dia diam saja membuat luna bingung. Padahal luna sudah memandikannya, kini luna memeluk tubuh mungil itu.
"kamu kenapa sayang?"tanya luna sambil mengecup kening talita,luna berpikir kalau talita marah sama dia makanya talita diam saja.
"mama jangan ninggalin talita ya?lita pengen mama luna jadi mama lita selama nya,selalu jagain lita dari nenek sihir yang mau dekati papa" jawab talita sambil memeluk luna dan mengisi didalam pelukan luna
Luna tersenyum bahagia,ternyata talita takut kalau dia meninggalkan nya. Luna merasa bahagia dibutuhkan oleh talita,dia memang selalu ingin bersama talita menjadi mama buat talita. Tapi tidak mungkin itu terjadi,karena sebentar lagi alex akan menikahi rachel. Apalagi luna tau kalau alex sangat tidak menyukainya,bahkan mungkin jika saat ini dia tau kalau nina adalah luna mungkin saat ini juga dia akan diusir oleh alex seperti waktu itu.
__ADS_1
Luna menghela nafas nya,dia merasa sedih bila ingat waktu itu. Dimana talita harus dirawat dirumah sakit dalam waktu yang cukup lama,dia merasa tidak tega pada gadis kecil yang hanya ingin kasih sayang seorang ibu
"ya sudah....sekarang lita bobok siang dulu ya,nanti bangun...kita berenang,oke??"ucap luna menenangkan talita
Talita pun menuruti ucapan luna,dia tidur lebih dulu. Sedangkan luna keluar dari dalam kamar talita,dia ingin merebahkan tubuhnya juga tapi dia sangat haus. Dia ingin minum air dingin jadi dia berjalan ke arah dapur,lagi pula kamarnya juga dekat dengan dapur.
"kamu hebat banget ya lun....kami saja ngak berani dengan nyonya rachel" ucap salah satu pelayan yang masih berada Di dapur dan di iya kan oleh pelayan yang lainnya
"nyonya?"tanya luna bingung,karena rachel kan belum menikah dengan alex jadi kenapa mereka memanggil nyonya,begitu yang dipikirkan luna
__ADS_1
"iya....nyonya rachel minta kami memanggil dia seperti itu,karena sebentar lagi dia akan menikah dengan tuan alex"jelas pelayan tadi
"iya juga sih....ya sudah, aku mau ke kamar dulu ya..."jawab luna berjalan kedalam kamarnya,dia merebahkan tubuhnya sambil memainkan ponselnya. Dia ingin menelpon ayah dan ibu nya disana,mungkin dia akan membawa mereka untuk pindah ke kota dekat dengan kampungnya. Dia sudah mengumpulkan uang buat membeli kios kecil disana,dia ingin membuka usaha kecil-kecilan dikota itu setelah alex dan rachel menikah.
Luna sudah membayar uang muka nya pada dina sepupunya,karena kios kecil itu milik temannya dina. Dia masih mengumpulkan sisa uang untuk membayar luna kios kecil itu,dibelakangnya ada rumah yang bisa dia sewa setiap bulannya jadi dia tidak perlu lagi bekerja di club. Kalau urusan talita pastinya akan ada alex yang melindungi nya,dia tidak bisa ikut campur lebih jauh dalam urusan alex juga talita. Dia hanya lah orang luar yang disukai oleh talita,begitu lah yang dipikirkannya.
Setelah menelpon ayah dan ibunya,luna memejamkan matanya. Tubuhnya sangat lelah,dia ingin istirahat sebentar.
Sore pun tiba....talita bangun lebih dulu,dia mendatangi kamar luna. Tanpa mengetuk pintunya dia langsung masuk,karena memang luna jarang mengunci pintu kamarnya agar saat talita terbangun malam hari. Talita bisa langsung masuk kedalam kamarnya, seperti saat itu saat paginya dia terbangun dia sudah memeluk talita.
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasihππππππ