
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
Saat ini wajah damian dan ranti benar-benar sangat dekat,ranti dapat melihat lebam di hidung juga di sudut bibirnya. Ranti merasa kasihan pada pria di depannya ini,tapi dia juga kesal.
Ranti menarik tangan damian keluar dari kamar mandi itu,kemudian dia mendudukan damian di sofa yang berada didalam ruangan itu. Damian dari tadi memperhatikan lekuk tubuh ranti,ranti tidak sadar dengan tubuhnya yang hanya mengenakan dalaman saja karena melihat darah yang sudah banyak diwajah damian .
Ranti mengambil tas nya dan mengambil salep juga plester luka yang selalu dibawa nya didalam tas,kemudian dia berjalan mendekati damian. Ranti duduk tepat didepan damian membuat damian lebih jelas melihat belahan dada mulus ranti didepan nya, terlihat ada tanda lahir disalah satu dada nya ranti.
Ranti yang sudah selesai mengolesi luka di bibir damian,dia melihat ke arah mata damian yang mengarah ke dada nya. Dengan spontan ranti memukul kepala damian dengan tangan nya
plaaaak.....
"dasar mata mesum,ngak bisa lihat tubuh mulus dan bening ya...."bentak ranti masih terus memukul kepala damian
"aduh....aduh...aduh...maaf...maaf,sudah ran...nanti kepala ku bisa pecah kalau kamu terus-terusan memukul kepala ku" teriak damian sambil memegangi kepalanya dan menutupinya dengan tangannya
__ADS_1
Ranti menghentikan pukulannya,damian mengintip dari balik tangan nya. Dia bernafas lega saat melihat ranti sudah tidak memukulnya lagi,damian menatap mata ranti yang terlihat kesal.
"maaf...."ucap damian lagi sambil mengelus- elus kepala nya
"sakit?" Tanya ranti yang kini ikut mengelus kepala damian,tadi nya damian ingin mengelak karena dia takut di pukul lagi
"sakit"jawab damian manja
"makanya tuh mata dijaga"bentak ranti
"huuuufff...."damian juga ranti mengambil nafas panjang,mereka terhanyut oleh ciuman panas yang dimulai oleh damian
Damian meletakan wajahnya di ceruk leher ranti sambil melihat ke arah dada ranti yang masih naik turun karena ciumannya tadi,ranti mengelus kepala damian. Entah mengapa ranti menyukai damian saat pertama bertemu waktu di taman,menurut pandangan ranti....damian adalah pria pekerja keras dan juga giat belajar,mungkin dia di club ini karena sedang bekerja.
Ranti merasakan sesuatu di daerah sensitif nya,seperti ada yang sedang menekannya dibawah sana karena gua miliknya bertemu dengan batang milik damian yang sudah tegak. Damian mendongak kan kepalanya menatap mata Ranti, mata mereka bertemu. Mata damian terlihat berkabut,dia sangat ingin menyentuh ranti.
__ADS_1
"bolehkah??"tanya damian ,ranti bingung apa maksud ucapan damian.
"bolehkah apa?"gumam ranti dalam hati,tapi kepalanya malah mengangguk
Ranti bingung dengan apa yang diucapkan damian,tapi dia juga penasaran dan menunggu maksud pertanyaan damian. Damian mulai mencium belahan dada ranti dengan kedua tangannya sudah meraba-raba dada itu,mata ranti membulat. Tubuhnya bergetar,dia tidak bisa bergerak karena terkejut.
"ternyata ini yang dimaksud boleh,pria ini ingin men....hhmm"gumam ranti dalam hati tapi damian sudah mengulum ujung dada nya dengan lembut membuat nya memejamkan matanya menatap ******* yang hampir lolos dari bibirnya
Ranti terus menahannya saat bibir damian sudah bermain di kedua dada nya secara bergantian,ranti bingung harus menghentikan ulah damian atau membiarkannya saja. Tapi karena dia sudah memberikan ijin pada damian ,maka dia hanya bisa diam dan menikmatinya. Saat bibirnya asyik dengan ujung dada ranti karena bra milik ranti sudah dibukanya,tangannya meremas dan menggoyang-goyangkan bokong ranti ke depan dan ke belakang ,menggesek-gesekan gua milik ranti ke batangnya yang sudah tegak. Suara deru nafas mereka saling berburu hingga akhirnya seseorang masuk kedalam ruangan itu
"eeekkhmmm...maaf,saya pikir ngak ada orang"
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih πππππ
__ADS_1