
πΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Alex mengerjap-ngerjapkan matanya,mencoba melihatnya dengan jelas. Kemudian dia menggelengkan kepalanya dengan cepat,tidak mungkin itu terjadi begitulah pemikirannya.
Alex lupa menanyakan pada aldi mengenai kehidupan nina sebelum bekerja dirumah nya,dia tidak ingin anaknya mendekati wanita yang tidak jelas asal usulnya.
"al....aku ingin menanyakan mengenai kehidupan nina,aku lupa menanyakannya pada mu" ucap alex saat telponnya diangkat oleh aldi
"hmm....luna,ee...maksudku nina,dia itu dulu nya bekerja di sebuah club dikota nya. Saat dia lulus-lulusan SMA ,dia diperkosa oleh dua temannya yang memiliki pengaruh di kampungnya dan saat itu juga dia perlu biaya untuk pengobatan ayahnya yang sakit,kepala desa di kampung itu memberikan saran dengan menyuruhnya melayani seorang pejabat disana dengan imbalan uang untuk biaya operasi ayahnya saat itu. Kemudian...."jelas aldi menceritakan segalanya tanpa ada yang ditutup-tutupi oleh nya
"kasihan sekali....dasar para pria kurang ajar,bisa-bisa nya menindas wanita seperti itu. Mungkin karena dia wanita jelek ya" ucap alex merasa simpati pada luna
__ADS_1
"jelek?"tanya aldi bingung,karena dia lupa kalau luna sedang menyamar menjadi orang jelek
"ah....sudah lah,aku mau bersiap-siap dulu. Aku mau berangkat keluar kota,ada proyek yang harus aku lihat sendiri .hhmm... aku minta tolong,kau sering-sering lihat talita ya..."ucap alex dan kemudian mematikan panggilan ponselnya
Alex pun menyiapkan semua keperluannya,dia pun bersiap-siap untuk berangkat keluar kota. Alex keluar dari ruangannya dan berjalan menuju ke ruang kerjanya,dia menatap wajah luna yang menggendong talita sambil tersenyum. Talita pun terlihat bahagia digendongan luna,ada rasa senang dihatinya melihat keduanya
Tak lama alex keluar dari dalam ruang kerjanya,dia melihat luna sudah memakai dress yang ngepas ditubuh nya. Dia benar-benar mengagumi bentuk tubuh luna,hingga akhirnya dia mendekati luna yang masih menggandeng tangan talita. Entah dorongan dari mana membuat tangan alex meremas bokong luna dengan kuat,luna ingin menjerit tapi melihat adanya talita juga supir yang akan mengantar mereka ke sekolah. Membuat luna hanya meringis dan menatap tajam ke arah alex ,tapi alex hanya terlihat biasa saja.
"da....da...papa,talita pergi sekolah dulu....muuach"teriak talita sambil mengecup pipi alex
"ya sayang....hati-hati ya,papa juga akan berangkat keluar kota berapa hari ini....kamu baik-baik dirumah sama tante nina ya" jawab alex lembut dan membalas ciuman talita
__ADS_1
"saya permisi dulu tuan"ucap luna menundukkan tubuhnya sedikit
Tanpa sengaja alex melihat belahan dada luna saat dia menundukkan tubuhnya,"aaakkkh....kenapa tubuhnya membuatku ***** saja"batin alex sambil terus menatap tubuh luna hingga masuk kedalam mobilnya
Alex pun segera pergi keluar kota bersama asistennya karena sekretaris nya akan mengurusi semua keperluan dikantor ,dia membawa mobilnya sendiri tanpa supir karena perjalanan menuju ke proyek itu sekitar tiga hingga empat jam saja dari kotanya.
Sementara di sekolah talita,luna menunggu talita karena begitu setiap hari yang dilakukannya. Walaupun para ibu-ibu disana pada menatapnya dengan sinis karena wajahnya yang jelek,dia tidak perduli. Dia duduk di pojok taman,karena dia menghindari tatapan ibu-ibu itu
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya. makasih πππππ
__ADS_1