
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
"maaf ratu....mulai sekarang saya bukan kekasih damian lagi,jadi saya akan tetap memanggil anda ratu. Saya permisi dulu..."ucap Ranti pelan sambil menyerahkan paperbag ditangannya yang masih ada beberapa pakaian lagi
Sandra menarik tangan ranti untuk masuk kedalam kamar damian,ranti hanya mengikuti langkah kaki sandra sambil terus menghapus air mata di pipinya yang kian mengalir. Sandra melihat damian yang sudah merebahkan tubuhnya di sofa,sandra melepaskan pegangan tangannya pada ranti. Dia berjalan masuk kedalam kamar mandi ,kemudian keluar dengan membawa gayung yang berisi air
Mata ranti membulat sempurna saat sandra menyiram wajah damian dengan air yang dibawa nya tadi,ranti benar-benar terkejut. Damian terbangun dan duduk,dia memandangi sandra juga ranti secara bergantian. Dia melihat air mata ranti yang masih menetes di ujung matanya,damian mengernyitkan dahinya bingung.
"sayang....kau kenapa?" tanya damian bingung menatap wajah ranti
__ADS_1
"Ranti ingin pergi,jangan memanggilnya sayang.....dia bukan kekasih mu lagi,karena kau baru saja menyuruh ranti pergi" jelas sandra yang memperhatikan damian dengan tatapan tajam nya
"mama bicara apa?ranti adalah wanita milikku"ucap damian tidak suka sandra berkata yang tidak-tidak
"maaf....tapi kau mengatakan itu,aku harus pergi sendiri menemui keluarga mu. Tapi aku tidak mau jika harus pergi sendiri,kau mengatakan nya dami....aku akan pergi biarpun aku nanti nya hamil,aku juga akan membesarkan anak ku tanpa ayah. Karena kau bilang,mereka tidak akan mau menikahi wanita hamil seperti ku. Mungkin kau benar,aku akan ingat itu" jelas ranti yang mata nya kini mulai berkaca-kaca lagi
Damian terdiam,dia ingat dengan mimpi nya tadi. Memang seperti nyata,dia tidak menyadari perkataannya. Damian membulatkan matanya saat tersadar kalau tadi bukan lah mimpi,dia berjalan mendekati ranti dan menarik tangan ranti
"kalau pun itu bukan mimpi,aku tidak ada masalah. Sebaiknya aku pergi dulu,maaf telah menganggu waktu anda ratu."ucap ranti membungkukkan tubuhnya setengah setelah itu dia pergi dari kamar damian,damian ingin mengejarnya tapi tangan nya ditarik oleh sandra
__ADS_1
"biarkan dia sendiri,hatinya sangat sakit mendengar ucapan mu.....sekarang bersiap lah,mereka sudah menunggu kita " ucap sandra menatap damian yang kini terlihat sangat kacau
Sandra meninggalkan kamar damian,dia menuju dapur dimana ranti sudah berada. Ranti sedang meneguk air mineral yang diambilnya dari dalam lemari pendingin,hatinya serasa terasa panas makanya dia ingin minum yang dingin-dingin.
"damian memang seperti itu,kalian sudah melakukannya. Ijinkan damian bertanggung jawab,sekarang kau tau sifat damian kan??buatlah dia berubah....mama yakin kau bisa membuat damian berubah tidak egois seperti itu,mama tau dia menyesali perbuatannya pada mu. " ucap sandra memandang ranti yang masih terdiam
"mama ingin memberikan saran pada mu,hindari damian biar dia merasa kehilangan. Mama yakin dia akan merasa semakin bersalah,trus kamu langsung kasih dia peringatan. Itu sih saran aja,biar dia takluk sama kamu. Tapi mama rasa dia udah takluk kok sama kamu"jelas sandra lembut sambil meninggalkan ranti dengan pikirannya sendiri
Ranti terkejut mendengar ucapan sandra,kemudian dia tersenyum. Dia berpikir,mungkin benar ucapan sandra. Dia juga ingin melihat seberapa cinta nya damian pada dirinya,jika memang selama dia menghindari damian akan bersama wanita lain maka mungkin damian bukanlah jodoh nya. Apalagi tidak mungkin hanya sekali melakukan bisa langsung hamil,dia tidak percaya akan hal itu karena rata-rata semua wanita di club sering melakukannya tapi mereka tidak hamil-hamil.
__ADS_1
Bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya...makasih 😘😘😘😘