
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ
Aldi yang ditatap oleh alex merasa sedikit risih,apalagi alex tersenyum dengan lembutnya membuat dia merinding. Tadi wajah alex terlihat muram,saat dia mengatakan akan mengenai luna tiba-tiba wajahnya jadi tersenyum.
"lex....kau tidak sedang kerasukan setan kan?"tanya aldi sedikit takut
"apa?ya ampun al....kenapa kau malah berpikir aku kerasukan?"tanya alex kesal dan wajahnya kembali merengut
Alex bangkit dan menciumi wajah aldi,membuat aldi terkejut dan mendorong tubuh alex dengan kuat. Setelah terlepas,dia langsung mengusap kedua pipinya yang dikecup oleh alex. Dia merasa jijik melihat tingkah alex,aldi menatap alex dengan wajah bingung
"sekali lagi terima kasih sob....kau benar-benar tau apa keinginan ku" ucap alex yang semakin membuat aldi bingung
__ADS_1
"sebenar nya ada apa?kau membuat aku takut lex...Karena sebentar kau senang,sebentar terlihat murung dan saat ini kau malah terlihat sangat senang" jelas aldi dengan wajah bingungnya
Alex pun menceritakan semuanya ,dia merasa aldi adalah malaikat yang membantunya saat ini. Aldi lah yang membuat mata nya terbuka dan mencari tau semuanya ,dia sangat-sangat berterima kasih pada aldi. Apalagi disaat dia bingung bagaimana cara menemui luna,aldi seolah memberikan dia jawaban.
Aldi tersenyum sambil mengangguk,dia merasa senang bisa membantu sahabatnya itu. Alex masih tersenyum membayangkan akan bertemu dengan luna,tak lama talita datang kedalam ruangan aldi. Dia terlihat seperti biasanya,hanya senyum sekilas menatap papa nya
Alex pun pulang dengan menggandeng tangan talita,talita terlihat biasa saja. Dia tau kalau talita masih marah pada dirinya,dia akan memberikan kabar gembira ini nanti saat makan malam karena hari sudah sore. Tadi setelah talita pulang sekolah,alex mengajak talita juga aldi untuk makan di cafe dekat sekolah talita makanya mereka pulang agak lama.
Talita hanya mengangguk dan berjalan kedalam kamarnya,alex hanya tersenyum mendapati putrinya yang terpaksa tersenyum padanya. Alex pun memilih masuk kedalam kamarnya,dia ingin membersihkan dirinya. Dia benar-benar merasa lelah,tapi setelah mandi. Dia ingin ke kamar putri nya,dia ingin lupa memberitahukan mengenai pernikahannya yang batal. Kalau masalah luna,dia akan menyampaikannya nanti malam
Saat sampai didepan pintu kamar putrinya,terdengar talita sedang menangis. Alex ingin masuk tapi dia berhenti karena mendengar suara wanita ,dia membuka pintu kamar talita sedikit dan mengintip dari depan pintu. Alex ingin tau talita sedang bicara dengan siapa di telpon karena disana tidak ada siapa pun lagi
__ADS_1
"mama....lita ingin ikut mama,lita benci sama papa" ucap talita sambil menangis
"sayang....kamu ngak boleh seperti itu,jangan membenci papa mu...papa hanya ingin yang terbaik untuk talita "jawab wanita yang tak lain adalah luna
Alex tersenyum mendengar ucapan luna,luna tidak pernah mengajarkan talita untuk membencinya . Selama ini dugaannya salah,karena ulah nya sendiri lah makanya putri kesayangannya membenci dirinya.
Rasanya alex ingin masuk kedalam kamar talita dan melihat wajah luna,entah kenapa saat ini dia benar-benar sangat merindukan luna. Suara luna yang lembut membuatnya ingin mencium bibir itu,alex kembali ke dalam kamarnya.
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasihπππππ
__ADS_1