(Bercinta Dengan Makhluk Gaib)Mencari Cinta Sejati..

(Bercinta Dengan Makhluk Gaib)Mencari Cinta Sejati..
menanam benih


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Daniel sudah melakukannya perlahan,dia menggoyangkan pinggulnya dengan cepat agar dapat mencapai puncak dan akhirnya dia menanamkan benih nya kedalam rahim milik Tania. Kepalanya sudah menempel pada dada Tania yang masih naik turun karena nafasnya yang tersengal-sengal,Tania langsung mendorong tubuh Daniel. Matanya sudah berkaca-kaca,dia benar-benar dipaksa.


"ini....terima lah,aku janji ngak akan menemuimu lagi....tapi bisa aku pastikan kalau kau yang akan mencari ku nantinya"ucap Daniel dengan nada sombongnya


"dan jangan khawatir,aku pastikan kalau kita bertemu lagi... aku akan berpura-pura tidak mengenalmu,mungkin itu mau mu"ucap Daniel lagi


Tania merapikan pakaiannya dengan air mata yang sudah turun dipipinya ,telponnya berdering dari tadi. Terlihat nama Nina dilayarnya,Tania mengangkat ponselnya sambil menahan tangisnya dan menghapus air matanya


"ya...."jawab Tania


"kakak dimana?ini ada pekerjaan membersihkan apartemen,tapi datangnya agak siang setelah pemiliknya pergi karena pemiliknya tidak ingin melihat pembantu yang membersihkan apartemen nya dan sebelum dia pulang,kita sudah harus selesai."jelas Nina


"gajinya juga lumayan kok kak"ucap Nina lagi


"kakak mau kan?"tanya Nina karena dari tadi Tania hanya diam saja


"baiklah.....kapan bisa mulai bekerjanya?"tanya Tania yang didengar oleh Daniel


"besok kak,nanti Nina kirimkan alamat apartemen nya kak"jawab Nina


"baiklah....terima kasih ya nin,kakak ngerepotin kamu aja ya"jawab Tania


Tania memakai underwear miliknya yang digantung diatas spion depan mobil oleh Daniel,Daniel seperti dihipnotis saja. Matanya tak pernah beralih dari wajah Tania yang manis,berbeda jauh dari pada wanita-wanita nakal dikampus


Daniel memberikan amplop pada Tania,Tania mengambilnya dan keluar dari mobil Daniel. Dia tidak ingin bertemu dengan Daniel lagi,dia masih memikirkan ucapan Daniel yang mengatakan kalau dirinya lah yang akan datang mencari Daniel.


"mana mungkin aku mencarinya,itu tidak mungkin"gumam Tania kesal


Daniel menjalankan mobilnya dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya, kesenangan bermain dengan Tania membuatnya semakin suka. Rasanya tidak ingin jauh dari Tania,aroma tubuh Tania membekas dihati dan hidungnya


Tania turun dan berjalan menuju kerumunan yang berada didepannya,dia menelpon Nina dan janjian bertemu dicafe depan perusahaan Daniel. Tania sudah berada didalam cafe,duduk didepan jendela kaca,memandang pejalan kaki juga kendaraan yang melintas


Tania masih berpikir,dia harus menjauh dari Daniel. Pria itu benar-benar kurang waras,memang Daniel memberikannya banyak uang tapi Tania sudah memutuskan untuk berhenti berhubungan dengan pria. Dia ingin mencari uang dengan halal,dia membuka amplop yang diberikan oleh Daniel.

__ADS_1


"bisa buat bayar uang sekolah anak-anak juga kebutuhan rumah"gumam Tania dalam hati.


Tak lama kemudian,Nina datang dengan pak Derry. Tania tersenyum senang,mungkin semalam sewaktu dia tidak ikut pulang pasti sesuatu terjadi diantara mereka.


Tania melambaikan tangannya ke arah Nina,agar Nina tau dimana meja Tania. Mereka berjalan mendekati meja Tania


"kak....semalam disuruh apa sih sama pak Daniel ?kenapa lama sekali?"tanya Nina penasaran


"ngak ada ,cuma disuruh beli cemilan buat tamu pak Daniel aja. Maaf ya...jadi ngak bisa pulang bareng kalian,tapi.... seperti nya ada kemajuan ni ya"jelas Tania sambil tersenyum


"hhmm....ngak ada kok kak"jawab Nina dengan wajah yang sudah memerah


"ha...ha....ya udah kalau ngak mau ngaku,jadi gimana kerjaannya?"ucap Tania mengalihkan perhatian nya


"di apartemen AA kak,gajinya lumayan Karena itu apartemen elit kak"jelas Nina


"tapi bersih-bersih apartemen kak,ngak pa-pa kan kak?"tanya Nina lagi


"ngak apa-apa kok,yang penting ada kerjaan dan dapet uang"jawab Tania


"nanti kakak tanya aja sama manager apartemen itu,dia yang bertanggung jawab. Tapi kakak tenang aja,manager apartemen itu temannya mas eh pak Derry"jelas Nina


"OOO....teman mas Derry toh....ha...ha....maaf ya pak Derry "ucap Tania melirik Nina dan pak Derry secara bergantian


Mereka membicarakan mengenai pekerjaan yang akan dilakukan Tania,sesekali pak Derry dan Nina saling mencuri pandang.


flashback on


"pak....kak Tania ngak bisa pulang bareng kita,dia disuruh oleh pak Daniel "ucap Nina sambil menatap ponselnya


Saat ini mereka masih berada didepan mobilnya, biasanya yang duduk didepan Tania karena Nina malu untuk bersebelahan dengan pak Derry.


"kalau begitu saya pulang saja ya pak"ucap Nina pelan,dia malu untuk berduaan dengan pak Derry


"saya antar saja,ayo naik"jawab pak Derry

__ADS_1


"tapi pak... "ucap Nina


"ayo....ngak ada tapi-tapian"jawab pak Derry


Nina ingin membuka pintu mobil belakang,Dimana dia sering duduk kalau pulang bareng pak Derry dan Tania.


"kamu mau apa?"tanya pak Derry


"hhmm...naik"jawab Nina menundukan kepalanya


"kamu pikir aku supir,duduk depan"ucap pak Derry


Akhirnya Nina pun duduk didepan bersebelahan dengan pak Derry,jantungnya sudah berdebar tak karuan. Pak Derry menatap Nina yang sudah duduk disebelah nya, senyuman nya mengembang dibibirnya. Pak Derry sudah menghidupkan mesin mobilnya,dia ingin mengemudikan mobilnya tapi matanya menatap Nina yang belum menggunakan sabuk pengaman. Pak Derry mendekati Nina,Nina terkejut. Dia menatap Nina yang terkejut sambil tersenyum pak Derry pun semakin mendekatkan tubuhnya,maksudnya ingin memasang sabuk pengaman Nina tapi karena Nina memejamkan matanya. Dengan cepat pak Derry menempelkan bibirnya ke bibir Nina,menyesap dan ********** dengan lembut. Memberikan gigitan kecil dibibirnya,hingga pak Derry melepaskan ciumannya.


Derry menatap wajah Nina yang memerah karena malu,Nina menundukan wajahnya. Derry tersenyum senang,dia memegang dagu Nina hingga mata mereka bertemu.


"kenapa tidak membalas ciumanku?"tanya pak Derry


"jangan bilang ini ciuman pertama mu?"tanya pak Derry


Nina menggangguk,memang ini adalah ciuman pertamanya. Pak Derry tersenyum senang sambil menatap wajah Nina yang merah.


"kita harus sering melakukannya,biar kamu terbiasa dan membalas ciumanku"ucap pak Derry dengan tersenyum jahil


"apa?tapi pak Derry...."ucap Nina berhenti karena dipotong oleh pak Derry


"mulai sekarang panggil aku mas....jangan pak jika kita sedang berdua dan.... sekarang kita sepasang kekasih,kalau kamu mau kita bisa langsung menikah,gimana?"jelas pak Derry


Nina menggelengkan kepalanya,dia masih ingin merasakan pacaran dulu karena dari dulu teman-teman nya banyak yang mengatakan enaknya berpacaran. Pak Derry tersenyum melihat gelengan kepala Nina,dia mulai menjalankan mobilnya . Dia ingin mengajak Nina makan dulu baru mengantarkan nya pulang


flashback off


bersambung


jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2