
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Bella masih kesal karena rencana nya tidak berhasil,dia ingin membuat rencana lagi tapi saat ini dia bingung harus mulai dari mana. Saat ini Bella sedang membeli beberapa keperluan untuk apartemen nya,dia berjalan perlahan sambil mencari-cari apa yang ingin dibelinya
Saat ini Daniel pun sedang berbelanja menemani Tania,dia membeli beberapa keperluan untuk apartemen nya juga. Terlihat Daniel selalu menggandeng Tania,tangannya tak lepas dari Tania dan itu diperhatikan oleh Bella. Bella menatap Tania dan Daniel dengan tatapan berbeda,terlihat jelas kalau Daniel mencintai Tania dengan tulus. Tak ada kesempatan untuknya,jadi Bella lebih memilih mundur. Dia tidak ingin bersaing habis-habisan tapi tetap tidak dianggap oleh Daniel
"hai....kita jumpa lagi"sapa Bella menatap Tania juga Daniel
Daniel mengerutkan dahinya,dia tidak mengenali Bella karena Bella hanya lah segelincir wanita yang mungkin pernah dipakainya. Tania yang tau siapa Bella,dia tersenyum.
"kamu siapa?"tanya Daniel ketus
"dia yang mengantarmu pulang waktu itu"jawab Tania menatap Daniel
"Oya....kamu wanita yang dibayar waktu itu,aku tidak ingat. "ucap Daniel masih dengan ketus
"sayang....ayo kita belanja lagi"ucap Daniel menarik tangan Tania
"maaf....kami duluan ya"ucap Tania ramah,dia merasa tidak enak pada Bella dan ucapan Daniel yang kasar pada Bella
__ADS_1
Tania pernah merasakan bagaimana menjadi seperti Bella,dia dan Bella benar-benar sama. Menjual tubuhnya untuk mendapatkan uang ,mereka tidak ada bedanya.
Tania menatap tajam pada Daniel,dia benar-benar sangat marah saat melihat Daniel yang tidak merasa bersalah telah berbuat kasar pada Bella. Daniel hanya diam saja,dia berjalan masih dengan menggandeng tangan Tania.
"lepasin....aku mau ngambil makanan disana,"ucap Tania kesal melepaskan tangannya dari genggaman tangan Daniel tapi Daniel tetap menggenggamnya
"ayo.... kita bersama kesana nya"jawab Daniel sambil menarik tangan Tania
Tania merasa kesal,dia terus mengikuti Daniel kemana pun tanpa melawannya lagi. Dia malas berdebat dengan Daniel,hingga akhirnya ada seorang pria sedang berjalan mendekati Daniel.
"Daniel...."panggil pria itu saat melihat Daniel
"iya....aku belanja keperluan apartemen ku"jawab pria itu sambil melirik ke arah Tania yang sudah tersenyum
"ini....apa wanita seperti biasanya?"tanya pria itu menatap Tania dengan tajam,seolah menelanjangi Tania
Daniel mengerti ucapan pria itu, karena dia pernah menghabiskan malam bersama dengan wanita-wanita bayaran untuk memuaskan mereka. Pria itu juga ikut andil dalam mengurus wanita bayaran,mereka bahkan sering bertukar. Wanita bayaran yang mereka pakai selalu steril dan aman dari penyakit, walaupun itu seorang model atau pun artis papan atas. Tetap harus menjalani pemerikasaan sebelum mereka memakai nya
"hallo sayang.....aku juga mau dilayani seperti Daniel,kami adalah teman."ucap pria itu pada Tania sambil mengelus pipi Tania lembut
__ADS_1
Tania terkejut dengan sentuhan yang tiba-tiba dibuat oleh pria itu,begitu juga Daniel. Dia baru saja ingin mengatakan kalau Tania bukan wanita bayaran seperti yang dikatakan temannya itu,Tania adalah wanita yang spesial Dimata Daniel
buuuggg....
Melihat pria itu yang berani menyentuh pipi Tania,membuat Daniel marah. Dia langsung memukul pria itu dengan cepat,dia tidak ingin wanita nya disentuh pria lain. Walaupun itu adalah temannya sekalipun.
Tania menarik tangan Daniel,dia tidak ingin Daniel masuk penjara karena memukul orang lain. Hal itu juga dilihat oleh Bella,dia melihat wajah mengerikan dari Daniel. Apalagi itu mengenai Tania,dia langsung berpikir bagaimana jika dia mengganggu Tania mungkin dia juga akan berakhir seperti pria itu.
Tania membawa Daniel untuk keluar dari sana,tapi Daniel tidak ingin pergi. Dia masih merasa kesal karena temannya itu berani mengelus pipi Tania,Tania memeluk Daniel dengan erat
"hentikan tuan..."bisik Tania sudah merasa bingung harus bagaimana lagi membuat Daniel berhenti
"kenapa?kau senang disentuhnya?"tanya Daniel mendorong tubuh Tania dan menatap wajah Tania dengan kesal
"ngak....aku takut kamu masuk penjara karena memukul orang hiks....hiks ..."jawab Tania yang sudah menangis
Daniel menatap wajah Tania,dia merasa terkejut mendengar ucapan Tania yang begitu mengkhawatirkan dirinya. Apalagi Tania sampai menangis mengatakannya,Daniel kembali menarik tubuh Tania untuk masuk kedalam pelukannya. Entah kenapa hati Daniel begitu senang,Daniel melepaskan pelukannya dan berjalan mengandeng pinggang Tania dengan lembut sambil mendorong troli belanjaan yang sudah hampir penuh. Membawa nya ke kasir untuk dibayar tanpa menghiraukan apa yang sudah dilakukan nya,Tania hanya mengikutinya dari belakang sambil menghapus air matanya yang tersisa dengan sebelah tangannya karena tangan yang lainnya masih digandeng oleh Daniel.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih πππππ