
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Ponsel Tania terus berdering,panggilan dari Daniel yang sudah entah kesekian kalinya tapi tidak dijawab oleh Tania,Tania tidak mau berurusan dengan Daniel lagi. Dia tau maksud Daniel menyuruhnya datang ke apartemen nya,untuk melayani nya diranjang.
Tania menon-aktifkan ponselnya,kemudian dia tidur hingga pagi menjelang. Dengan sedikit malas Tania keluar dari kamarnya,dia melihat anak-anak nya yang sudah tidak ada didalam kamarnya. Mereka memang bangun pagi dan memasak juga membersihkan apartemen Tania,itu yang dilakukan mereka sebelum berangkat ke sekolah.
"pagi... "sapa Tania saat melihat anak-anak nya yang enam orang sudah duduk didepan meja dan menyiapkan sarapan nya
"pagi kak....ayo sarapan"jawab semua anaknya
"kak....hhmm....itu..."ucap Ira ragu untuk menyampaikan nya pada Tania
"ada apa ra?"tanya Tania sambil mengambil nasi goreng yang dimasak oleh Ira
"bahan makanan habis kak,Ira mau belanja tapi...tapi...."jawab Ira ngak tega mengatakannya
__ADS_1
"iya...kakak ngerti kok, sekarang kita makan dulu nanti kakak kasih uangnya dan Ira yang belanja di supermarket depan saja ya"ucap Tania karena kalau di supemarket yang berada di apartemen nya harganya lumayan mahal
"iya kak...."jawab Ira tersenyum
"kak....itu...anu...hhmm..."ucap anak yang lainnya
"ada apa lagi?bilang aja"jawab Tania ,Tania tau kalau berurusan dengan uang. Anak-anak nya sedikit ragu dan takut mengatakannya pada Tania,mereka takut merepotkan Tania
"uang SPP aku belum dibayar,semalam ibu guru nanyain kak"jawab anak itu ragu-ragu
Selesai makan,Tania mengambil beberapa uang yang sudah mulai menipis di dompetnya . Dia memberikan sebagian pada Ira dan anak-anak nya yang lain agar bisa membayar SPP nya karena Tania memang belum membayar uang SPP mereka.
Setelah itu dia keluar dan menuju ke perusahaan Daniel dengan menggunakan bus,Daniel memperhatikannya dari jauh. Daniel tidak bisa tidur dengan nyenyak karena Tania,dia menunggu Tania tapi Tania tidak datang-datang juga. Membuatnya semakin penasaran dengan Tania
"siapa sebenarnya wanita ini? berani-beraninya menolakku"gumam Daniel sambil terus mengamati wajah Tania dari kejauhan
__ADS_1
Tania berjalan menuju halte bus,dia menunggu bus datang hingga ada seorang pria yang menegurnya.
"kamu mau kerja ya?"tanya pria itu basa-basi
Tania tersenyum menganggukan kepalanya,dia masih fokus pada ponselnya walaupun sesekali melihat pria yang mengajaknya bicara. Daniel yang melihat Tania tersenyum dan dekat dengan pria lain, membuat hatinya sesak. Entah kenapa dia juga ngak tau,tapi seperti ada batu besar yang menindih dadanya. Sakit.....
Pria itu adalah pria yang sering menunggu bus disitu,karena hampir setiap hari Tania dan pria itu bertemu dibus maka mereka terlihat lumayan akrab
Tidak bisa menahan sesak didadanya, Daniel keluar dari mobilnya. Dia berjalan mendekati Tania yang sibuk dengan ponselnya,Daniel menarik tangan Tania dengan lembut.
"sayang... udah lama nunggunya?"tanya Daniel hingga membuat Tania terkejut
"hhhmm....ssshh...."belum sempat menjawab,Daniel sudah mencium bibir Tania didepan umum. Ada beberapa orang dihalte itu yang menunggu bus datang,mereka melihat Daniel yang mencium Tania,bahkan ada yang terkejut karena Tania tidak pernah dekat dengan pria. Mereka tau siapa Tania,karena hampir setiap hari mereka bertemu dengan Tania dihalte bus
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... Makasih ππππ