
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Nyonya Frans sudah keluar dari kamar,dia melihat Tania yang masih mengepel lantai dapur. Nyonya Frans pun duduk kembali dibangku meja makan tempatnya makan tadi,dia memperhatikan wajah Tania yang terlihat cantik walaupun dengan pakaiannya yang biasa saja.
Setelah selesai,Tania ingin berpamitan pulang. Dia ingin segera merebahkan tubuhnya,rasanya benar-benar lelah
"maaf nyonya,saya permisi pulang dulu karena pekerjaan saya sudah selesai"ucap Tania pamit
"hhmmm.....aku ingin kamu menginap disini saja malam ini karena aku akan pulang,lagi pula anakku juga tidak akan pulang malam ini"jawab nyonya itu
"tapi nyonya"ucap Tania bingung
__ADS_1
"besok anakku akan pulang siang,jadi kau harus menyiapkan makanan untuk nya juga membersihkan semua apartemen ini. Dia ngak suka lihat rumah berantakan dan kotor,jadi kalau kamu tidur disini kan bisa bangun pagi-pagi untuk bersiap-siap membersihkan dan memasak"jelas nyonya itu lagi
"ini....(menyerahkan amplop yang berisi uang kepada Tania) uang Bonus untukmu "ucap nyonya itu
Tania mengambil amplop nya dan tersenyum,dia bisa mendapatkan bonus. Uangnya bisa buat nambah-nambah biaya sekolah anak-anak nya
"baiklah....kalau begitu aku pergi dulu"ucap nyonya itu
"terima kasih nyonya,saya akan menjaga apartemen ini dengan baik"jawab Tania lembut sambil tersenyum
Tak lama dia berpikir, akhirnya dia memutuskan untuk menonton film di bioskop mini diapartemen itu. Dia berjalan kearah ruangan bioskop mini yang terletak dibagian belakang,dia menghidupkan lampunya yang terang. Mencari USB untuk menyambung kan nya ke benda didekat nya,terlihat sebuah film sudah diputar dilayar yang cukup besar itu.
__ADS_1
Tania terkesima dengan layarnya yang besar,lampu yang dihidupkannya tiba-tiba mati dan berganti dengan lampu remang saat layar televisi besar itu sudah memutar filmnya. Tania mengambil posisi duduk yang nyaman,dia juga sudah membawa cemilan dan minuman kaleng yang dibawa oleh nyonya tadi. Dengan nyaman dia menonton film romantis didepannya,awalnya film itu terlihat biasa tapi lama-lama film itu menampilkan pergulatan yang membuat Tania menyentuh daerah-daerah sensitif nya.
Dengan mata yang masih menatap ke arah film, sebelah tangannya sudah meremas buah dadanya yang sudah keras juga sebelah tangannya lagi menggesek-gesekkan depan gua nya. Memberikan rasa nikmat yang sudah lama tidak dilakukannya,jarinya mulai masuk kedalam guanya. Mengggooocook secara perlahan dan lama-kelamaan semakin cepat,hingga desahannya pun keluar begitu saja dari bibirnya.
Tania memejamkan matanya,menikmati setiap sentuhan yang dibuatnya. Dia tidak menyadari seseorang yang sudah memperhatikan nya dari tadi didepan mini bioskop itu,pria itu tidak melihat jelas wajah Tania tapi dia melihat apa yang dilakukan oleh nya. Pria itu mendekatinya perlahan-lahan,melihat dengan jelas wanita yang berani masuk kedalam apartemen miliknya. Wajahnya terkejut menyadari jika wanita yang selama ini dipikirannya sekarang malah sudah berada didepannya,dia tersenyum senang dengan cepat dia menghampiri Tania yang masih meraba-raba gua nya yang sudah basah . Daniel menekuk kaki nya,dia berlutut dibawah bangku Tania,wajahnya sudah berada didepan gua milik Tania. Aroma kewanitaan sudah tercium dihidungnya,dia langsung menjjjillatti gua milik Tania dengan lembut.
Tania masih memejamkan matanya,merasakan gua miliknya dijjjiilaaati tapi dia hanya mendesah saja tidak membuka matanya. Karena dia berpikir kalau semua yang dirasakannya itu adalah khayalannya saja,mana mungkin ada orang yang akan langsung masuk ke apartemen itu. Apalagi nyonya Frans tadi bilang kalau anaknya akan pulang besok,khayalannya semakin nyata saat terong milik Daniel sudah penuh masuk kedalam gua miliknya. Erangan dan desahan kembali keluar dari mulut Tania,dia tetap memilih merasakan nikmatnya saja tanpa membuka matanya. Bibir Daniel mulai melllummat bibir Tania dengan lembut,tangannya merrremasss-reemaas gundukan kenyal milik Tania. Tania menikmatinya,goyangan pinggul Daniel membuatnya terlena.
Daniel terus memompa terongnya dengan cepat,dengan nafas memburu dia sudah mencapai puncaknya. Bersamaan juga dengan Tania,lenguhan dan desahan pun terdengar ditelinga Tania. Membuat Tania tersadar,dia melihat seorang pria yang sudah berada didepannya. Dengan cepat dia ingin mendorong Daniel tapi tangan Daniel menahannya,wajah Daniel terlihat agak samar karena Daniel membelakangi layar bioskop.
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih πππ
maaf ya say ....baru bisa up, insyaallah lusa doubel up karena aku lagi jalan-jalan bareng keluarga besar....minta doa nya selamat pergi dan pulang, Makasih ππππ