
πΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈπΈ
Tania tersenyum,dia menatap Daniel dengan tatapan tak percaya. Nyonya Frans juga merasa senang,biarlah semua berjalan secara perlahan. Dia berharap Daniel bisa mencintai Tania sebelum anak yang dikandung Tania lahir,jadi tidak akan ada yang merasa sedih karena sebuah perpisahan
"baiklah....kalau begitu mau mu,mama hanya ingin punya cucu tapi mama juga ingin kau bahagia jika menurut mu begini membuat mu bahagia....mama akan menyetujuinya"ucap nyonya Frans
"dasar wanita murahan,dia hanya menginginkan uang saja. "gumam Daniel dalam hati
"aku tau....dia memang berniat untuk menikah dengan ku karena menginginkan harta ku,aku tau itu"batin Daniel
"aku tidak akan tertipu dengan wanita seperti nya"batin Daniel lagi sambil menatap Tania dengan tatapan sinis
"baiklah....karena kita sudah membicarakannya jadi....kamu tidak keberatan kan Tania ?kami hanya menyewa rahim mu saja untuk mengandung anak dari Daniel,setelah anaknya lahir maka anak itu akan menjadi penerus dari keluarga Frans. Kamu tidak berhak memilikinya kecuali kau menikah dengan Daniel "jelas nyonya Frans
Nyonya Frans mengeluarkan selembar kertas yang berisi perjanjian mengenai kerjasama antara Daniel dan Tania,dia tidak ingin jika Tania membawa anaknya untuk pergi meninggalkan keluarga Frans.
"silahkan ditandatangani,disitu tertulis bahwa kamu akan mendapatkan uang sebesar 50 juta setelah melahirkan dan meninggalkan anak mu dan sebagai uang mukanya maka kamu akan diberikan 20 juta lebih dulu. Kemudian jika kamu membawa anak mu pergi,maka kamu harus membayar ganti rugi sebesar 100 juta. "jelas nyonya Frans
__ADS_1
Tania hanya mengangguk,dia mengambil pena dan menandatangani nya. Mungkin begini lah nasib orang miskin,harus selalu merasa ditindas karena membutuhkan uang dari orang kaya seperti mereka. Begitulah yang dipikirkan Tania,nyonya Frans memberikannya sebuah amplop.
"ini....uang 20 juta nya,yang 50 jutanya akan diberikan pada saat kamu lahiran"jelas nyonya Frans
"terima kasih nyonya,hhmm.....apakah saya bisa pergi sekarang?"ucap Tania gugup
"urusan kamu dengan saya sudah selesai, sekarang urusan kamu dengan Daniel. Jika tidak ada yang perlu kalian bicarakan lagi,saya rasa kamu boleh pulang"jawab nyonya Frans
Tania memandang Daniel yang masih duduk dengan santai,Tania masih menunggu ucapan Daniel. Dia ingin pergi kerumah sakit dengan cepat agar dapat melunasi biaya operasi wati, sehingga Wati bisa segera melakukan operasi nya.
"besok kamu kembali kesini lagi,aku akan mengatakan semua nya dengan jelas apa yang harus kamu lakukan sebagai wanita yang akan menjadi ibu dari anakku"ucap Daniel
Tania pun kembali mengangguk,dia berjalan ke arah pintu keluar. Daniel memandangi punggung Tania yang berjalan keluar, sebenarnya dia ingin terus bersama Tania tapi mama nya belum juga pergi dari apartemen nya.
Nyonya Frans seolah tau apa yang dirasakan daniel,dia tau kalau Daniel suka mulai menyukai Tania. Hanya saja mungkin Daniel belum menyadarinya, nyonya Frans tersenyum menatap Daniel yang masih melihat ke arah pintu
"eeekkhmm....."deheman nyonya Frans membuat Daniel sadar jika Tania sudah tak ada lagi disana
__ADS_1
Daniel memandang ke arah mama nya yang berdehem,nyonya Frans tersenyum. Dia bangkit dan mengambil minuman dikulkas kecil didalam ruang kerja Daniel,memberikan minuman kaleng dingin itu pada Daniel.
"kenapa kamu nggak mau menikahi Tania?"tanya nyonya Frans
"aku tidak percaya dengan yang namanya cinta ma....bagiku semua wanita sama,hanya menginginkan uang dan harta saja"jelas Daniel
"sayang....kamu jangan memandang hanya dari depannya saja,mungkin dia melakukannya karena memang dia lagi butuh uang"ucap nyonya Frans
"mama lihat saja Tania,dia melakukan nya karena uang. Dia juga tidak mencintai ku,apalagi saat pertama kali aku melakukan nya....dia sudah ngak suci lagi,apalagi pertama bertemu dengannya saat dia ingin menawarkan tubuhnya pada teman-teman ku. Untung aku datang tepat waktu,jika tidak mungkin dia akan dipakai oleh teman-temanku ma"jelas Daniel lagi
"sayang....mungkin Tania butuh uang untuk sesuatu hal,bukan untuk berfoya-foya"jelas nyonya Frans memberikan pengertian pada Daniel
"aaah....mereka sama saja semuanya,aku ngak mau berhubungan dengan wanita-wanita seperti itu"ucap Daniel kesal
Daniel bangkit dari duduknya dan meninggalkan nyonya Frans yang masih duduk dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Daniel belum mengetahui mengapa Tania melakukannya,dia juga tidak mau mencari tau mengenai Tania yang bersedia melakukan apa pun untuk uang itu
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya..... makasih ππππ