
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ3
Sebulan sudah luna bekerja dirumah alex,dia merasa sangat senang menemani talita. Gajinya pun sangat besar,alex bahkan memberikan bonus karena talita semakin pintar . Hampir setiap malam luna mengajarinya untuk belajar tanpa sepengetahuan alex,tapi alex selalu tau karena alex merasa penasaran pada luna jadi dia mengecek cctv pada saat luna pertama bekerja.
Luna juga sudah dekat dengan para pekerja,semua para pekerja dirumah alex menyukai luna. Mereka sering makan bersama,bahkan talita juga ikut makan bersama mereka karena adanya luna. Padahal luna sudah melarangnya,tapi itu terjadi saat alex tidak dirumah . Karena talita menangis dan memaksa,akhir nya luna pun mengizinkannya
Saat ini alex dan talita sedang makan bersama, luna makan bersama para pelayan di meja belakang. Alex ingin pergi keluar kota beberapa hari,dia harus mengurus perusahaannya diluar kota seperti biasanya.
Setelah selesai makan,luna membereskan bekas makan mereka dan langsung mencucinya. Karena ada alex,luna tidak berani dekat dengan talita begitu juga dengan talita. Talita tidak ingin papa nya curiga dan memecat atau mengusir luna seperti waktu itu,jadi talita menahan dirinya agar tidak mendekati luna.
__ADS_1
"sayang....besok papa mau pergi keluar kota seperti biasanya,kamu baik-baik dirumah ya....nanti tante rachel akan datang sesekali melihat dan menemani mu bermain"ucap alex sambil mengelus puncak kepala talita
"iya pa....talita ngak apa-apa kok ditinggal,tante rachel juga ngak perlu kesini. Kan ada tante nina?" jawab talita
Luna mengganti namanya menjadi nina,dia tidak ingin memakai nama luna. Aldi sudah menceritakan semua yang dialami luna pada alex ,walaupun dia mengatakan nina bukan luna jadi yang alex tau kalau nina diperkosa oleh kedua temannya dan dimanfaatkan oleh pejabat juga kepala desa di kampungnya.
Alex memandang wajah talita yang tidak seperti biasanya,biasanya talita akan sedih jika alex pergi bekerja tapi saat ini wajah talita terlihat senang. Membuat alex mengernyitkan dahinya,dia menatap talita dengan bingung
"hhmm....ngak ada pa,talita senang aja karena sekarang ada tante nina yang akan ngajarin talita lagi tiap malam. Kalau ada papa dirumah,tante lun...hhmm maksudnya tante nina pasti ngak akan mau ngajarin talita."jelas talita yang hampir keceplosan mengatakan luna
__ADS_1
"kenapa?walaupun ada papa, tante nina juga boleh kok ngajarin kamu setiap malam. Malah papa ingin tau apa saja yang di ajarkan oleh nya" ucap alex lembut
Alex masih bingung,kenapa putri nya ini sangat menyukai calon kakak iparnya aldi. Padahal wanita itu jelek,hanya masakannya saja yang enak menurutnya.
Talita sudah tidur di kamarnya,alex masih menyiapkan sebagian berkas-berkas untuk dibawanya pergi besok karena sebagian lagi sudah disiapkan oleh asisten dan sekretarisnya. Alex meregangkan tubuhnya yang terasa kaku,dia berjalan ke dapur untuk mengambil minum dan mencari makanan karena perutnya sedikit lapar.
Saat di dapur,dia mendapati seorang wanita sedang membuat sesuatu. Alex berjalan mendekati nya,dia tidka tau itu siapa karena hanya terlihat punggung wanita itu saja. Setelah mendekat,dia mencium aroma tubuh wanita itu . Aroma tubuh yang sama yang bisa membuatnya tenang,dia pernah menghirup aroma tubuh itu tapi alex lupa dimana dan dengan siapa.
"selesai..."terdengar suara wanita itu yang sepertinya sudah mematikan kompor nya
__ADS_1
bersambung
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasihππππππ