
💐💐💐💐💐💐💐
"ada apa?"tanya damian bingung
"lihat tubuh mu, " jawab ranti menunjuk ke arah dada damian
Damian menatap tubuhnya yang terbuka,dia menarik tangan ranti kembali masuk kedalam kamarnya untuk berganti pakaian. Semua yang ada disana tertawa melihat damian yang bertingkah bodoh,sandra juga darius menggelengkan kepalanya. Sementara lucy mencibir kakak nya
"ternyata orang jatuh cinta itu juga bisa bodoh ya...ngak masuk akal ha....ha...." ucap lucy sambil tertawa memegang perutnya
Damian selalu bersikap sempurna ,dengan sikap juga cara berpakaian nya. Dia menjaga semuanya ,sehingga membuatnya selalu terlihat sempurna dimata semua orang tapi kali ini dihadapan keluarga nya damian terlihat bodoh karena ranti.
"dan kau....kapan kau akan memiliki kekasih seperti kakak mu hah?"tanya darius sambil menyentil kening lucy
Lucy hanya meringis menahan sakit di keningnya,dia juga bingung harus bagaimana karena beberapa hari ini dia diikuti oleh roh wanita yang meminta pertolongan dari nya. Lucy harus menghabiskan malam setiap hari untuk mengikutinya mencari jasadnya,karena jika siang hari lucy harus kuliah.
__ADS_1
"kalau jodoh pasti dateng nanti pa....papa tenang aja"jawab lucy santai
"kalau ngak dicari ya ngak ketemu sayang"imbuh sandra membuat lucy memajukan bibirnya kedepan
Didalam kamar wajah ranti kembali cemberut,dia tidak menyangka bakalan ditarik masuk kedalam kamar damian didepan keluarga damian. Membuat wajah nya semakin merah,dia juga bingung kalau nanti orang tua damian menanyakan hubungan mereka berdua.
"kenapa kamu bawa aku ke dalam kamar lagi?ngak liat didepan pintu tadi ada keluarga mu,kau ingin aku tidak disukai oleh mereka" ucap ranti dengan kesal sambil menunggu damian memakai pakaiannya karena dia baru selesai mandi
"mereka akan menyukai mu....karena aku menyukai mu,apa yang aku suka....mereka akan setuju dengan pilihan dan keputusan ku"jelas damian sambil membuka handuk yang melilit di pinggangnya begitu saja didepan ranti
"ha...ha....kau sudah melihat milikku,kenapa aku harus menutupi nya"ucap damian tanpa rasa malu
"iiisshh....kau ini" jawab ranti kesal
Sandra masih berdiri didepan pintu kamar damian,dia ingin memastikan sesuatu terlebih dahulu. Dia ingin melihat apa yang sudah dilakukan oleh damian pada ranti,dia tau kalau ranti masih virgin jadi pasti akan ada bercak darah diatas sprei milik damian. Sebelum sprei itu diganti oleh pelayan,sedangkan darius. Mereka berbincang-bincang dengan tenang sambil menunggu sandra juga damian
__ADS_1
Sandra memesan beberapa pakaian untuk ranti dan membawanya ke kamar damian,sandra mengetuk pintu kamar damian karena damian dan ranti masih berada didalam. Damian memilih duduk di sofa sambil bersandar di bahu milik ranti,tak lama terdengar suara ketukan pintu.
tok....tok....tok....
"dami....bukan pintu nya sayang"panggil sandra dari depan pintu
Ranti yang membukakan pintu kamar damian,dia menatap sandra yang berdiri didepan pintu dengan perasaan malu. Sandra hanya tersenyum melihat ranti malu,sandra masuk kedalam kamar damian. Melihat damian yang memejamkan matanya sambil duduk diatas sofa
"maaf ratu....tadi saya sudah mengajak damian untuk ke meja makan tapi dia bilang dia sedang lelah"ucap ranti menundukkan kepala nya, ranti takut jika sandra berpikiran negatif pada nya
"tidak apa-apa, aku tau bagaimana anakku. Kamu ngak perlu merasa takut dan bersalah"jawab sandra.
Sandra menarik selimut yang menutupi sprei milik damian,dia melihat bercak darah disana. Ranti masih menunduk dan berdiri di dekat pintu,dia tidak berani mendekati damian atau pun sandra
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentarnya ya....makasih 😘😘😘😘