
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Danuarta menatap wajah istrinya yang pucat,dia benar-benar sangat menyesal telah bermain dengan wanita-wanita j*l*Ng diluar sana hanya karena nafsu nya. Melihat istrinya tersenyum membuat Danuarta juga ikut tersenyum
"sayang....kenapa tidak bilang kalau kau sakit?aku akan pulang segera"ucap Danuarta
"tidak usah sayang ....selesaikan saja urusan Darius disana,apa pernikahannya berjalan lancar?"tanya istri Danuarta sambil tersenyum
"lancar....kau pasti sudah melihat siaran langsungnya kan?"ucap Danuarta
Istri Danuarta tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya,dia memang sudah melihat nya. Tampak jelas Sandra yang terlihat cantik dengan balutan pakaian pengantin berwarna putih,apalagi Darius yang terlihat gagah karena berasal dari keluarga kerajaan.
"sayang, sebenarnya kau sakit apa?"tanya Danuarta
Sampai sekarang Danuarta belum mengetahui penyakit yang diderita oleh istrinya, karena dia pun belum kembali ke kerajaan. Apalagi saat ini dia ingin memastikan tentang anak yang dikandung Minah,agar dia dapat langsung mengurus hak ahli waris untuk anaknya.
__ADS_1
"aku hanya kecapean saja,kau urus saja dulu apa yang perlu diurus disana"jawab istri Danuarta
"hhmm.... sebenarnya aku ingin menyampaikan sesuatu,tapi....tapi kau jangan marah ya"ucap Danuarta ragu
Danuarta merasa ragu untuk menyampaikan mengenai anak yang dikandung Minah, apalagi keadaan istrinya belum dia ketahui mengidap penyakit apa.
"ada apa?apa ada yang tidak baik?"tanya istri Danuarta penasaran
"hhmm.... sebenarnya...."Danuarta pun menjelaskan semuanya pada istrinya
Danuarta menatap lekat-lekat wajah istrinya,tampak jelas senyuman yang dibuat-buat nya tapi Danuarta pura-pura tidak tau. Dia merasa dirinya sangat lah tidak berguna,tapi memang penyesalan selalu datang terakhir.
"sayang....maaf kan aku ya?"ucap Danuarta sambil menangis menatap wajah istrinya
Istrinya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya,dia merasa sangat bersyukur akhirnya Danuarta bisa juga mendapatkan keturunan walaupun bukan dari rahimnya. Selama ini,ini lah yang ditunggu-tunggu nya. Padahal Danuarta sudah sering melakukannya pada beberapa wanita tapi baru ini dia mendengar kabar gembira ini
__ADS_1
Dia berharap bisa hidup lebih lama agar bisa melihat kelahiran anak Danuarta dan jika boleh dia ingin menjadi ibu dari anak itu juga,tapi dia tidak tau apakah tuhan akan memberikan umur panjang untuknya . Apalagi dokter sudah memvonis usia nya hanya beberapa bulan saja jika dia tidak melakukan pengangkatan rahim,karena ternyata istrinya Danuarta memiliki penyakit kanker rahim dan sudah dalam tahap serius.
"harus nya aku yang minta maaf,karena aku kau tidak bisa memiliki keturunan. Maaf kan aku ya"ucap istri Danuarta sambil menangis terisak-isak
"bolehkah aku bertemu dengan Minah?"tanya istri Danuarta dengan tatapan memohon
"aku akan membawanya kesana,tapi besok aku harus membawanya untuk melakukan tes DNA agar anakku mendapatkan hak nya "jelas Danuarta sambil menganggukan kepalanya
"baiklah....semoga semua berjalan lancar"ucap istri Danuarta
"kalau begitu....kau istirahat lah,aku akan menemui langsung jika aku sudah sampai disana"ucap Danuarta lagi
Danuarta menutup panggilan nya,dia merasa lega karena sudah mengatakan sebenarnya pada istrinya. Saat ini dia bisa lebih fokus kepada Minah ,dia pun mengistirahatkan tubuhnya yang lelah
bersambung
__ADS_1
jangan lupa vote like dan komentar nya ya.... makasih πππ