
Pukul 9 malam, Rama berbaring di atas ranjangnya sambil membaca kembali surat puisi cinta yang di tulis Maria. Bibirnya yang tipis nampak tersenyum indah. Baru kali ini Rama menemukan cewek yang menyatakan perasaannya lewat puisi dan baru kali ini Rama juga tak berkutik untuk membalas surat itu walau pun itu cuma hanya satu kata. Biasanya dengan mudah Rama menolak setiap pernyataan cinta. Tapi kali ini menolak atau menerima, sama sekali tak bisa. Surat itu betul-betul membuat Rama tak berdaya. Rama tak mampu melukiskan perasaannya.Bahagia , kesal, penasaran , sedih berbaur jadi satu. Rama tak mengerti ada apa dengan perasaannya, mengapa perasaannya bisa berubah-ubah dengan seorang cewek yang tak pernah ia lihat wajahnya ? Mungkinkah ini yang dinamakan Cinta dari hati turun ke mata ?Hatinya telah jatuh cinta sehingga matanya begitu ingin melihat orang yang telah membuatnya jatuh cinta. Rama belum mengakui perasaannya itu, ia tak berfikir itu adalah perasaan cinta.
Tiba-tiba pintu kamarnya yang belum terkunci di buka oleh seorang bocah cilik yang imut dan cantik, siapa lagi kalau bukan Adel adiknya. Adel berjalan menghampirinya sambil membawa buku cerita di tangannya. " kak, ayo bacain cerita buat Adel ." ucap Adel manja. Akhir-akhir ini Adel selalu minta di bacain cerita sebelum tidur oleh Rama. Buku cerita itu sengaja Adel pinjam dari Maria. Maria memang senang meminjamkan buku cerita tidak hanya pada Adel tapi juga pada anak yang lain.
Adel naik ke atas ranjang Rama. ia pun berbaring di samping Rama. " Baca in cerita lagi ? Tapi Adel tidak boleh cerewet yach. Mana ceritanya ? " Ucap Rama lembut. Adel menyerahkan buku cerita itu pada Rama.
" Malin Kundang, dahulu kala......." Rama mulai bercerita, Adel pun mendengarkannya. Saat Rama membaca dialog, Adel yang cerdas mulai protes. " Suara ibunya kok enggak kaya ibu tua ? " ucap Adel cemberut. " Adel..., kan udah janji tidak cerewet. " ucap Rama mendelik.
" Nanti kakak lihat ibu guru bercerita. Biar kaya ibu guru. " ucap Adel. " Lho kakak yang jadi sasaran sih Del. Adel saja yang lihat. " ucap Rama. " Adel kan enggak bisa lancar bacanya, kakak aja. " ucap Adel manja. " Em...maunya kamu tuh...., akhirnya jadi kakak yang bacain cerita terus menerus. Rugi nih, kalau gitu Adel harus kasih kakak hadiah." ucap Rama sambil menyodorkan pipinya untuk dicium Adel. Adel menurutinya, di ciumnya pipi kanan dan pipi kiri Rama. Rama tersenyum " Sekarang ayo bilang kakak Rama ganteng." ucap Rama , Adel mendelik, meski agak keberatan akhirnya Adelpun mengatakannya." Kakak Rama yang ganteng." ucap Adel setengah terpaksa. " Yess !" ucap Rama sambil tersenyum lucu." Gitu dong, oke .....nanti kakak antarkan kamu ke sekolah dan kakak akan lihat ibu guru mu bercerita. Oya siapa nama ibu gurumu itu ?" tanya Rama. " Kaya nama Adel kak, ibu Maria Adelita putri." ucap Adel. " Lho.....kok bisa mirip.Del. " ucap Rama. " Ia mirip, wajahnya juga kaya Adel cantik." ucap Adel antusias.
" Ah.... masa cantik ......?" ucap Rama pura-pura tak percaya. " Iya cantik....pokoknya cantik ibu gurunya." ucap Adel. " Kalau ibu guru, kakak percaya kok cantik tapi yang kakak maksud itu kamu....., apa benar Adel cantik ? " ucap Rama setengah mengejek, Adel yang kesal langsung mencubit Rama. " Aw....sakit Del." ucap Rama meringis kesakitan. " Kak Rama jahat...." ucap Adel berteriak.
Suara keributan itu di dengar oleh ibu mereka, Maya. " Rama...., jangan goda adikmu." ucap Maya dibalik pintu. " Iya ma...." ucap Rama masih tertawa. " Jadikan kamu yang mengantarkan Adel ke sekolah ? Soalnya besok mama mau hadir di acara pernikahan anak teman mama." ucap Maya memastikan Rama setuju mengantar Adel ke sekolah, Rama mengangkat keningnya. " Jangan-jangan mama sengaja nih. " ucap Rama curiga. " Rama, masa kamu curiga sama mama sih. Tapi....biar mama sengaja, kamu juga untung lho ketemu sama Maria, buat ia jadi menantu mama." ucap Maya sambil mengedipkan matanya. "Tuh...modusnya kelihatan." ucap Rama. " Tapi kamu sudah janji sama mama, lagian baru aja kamu juga janji sama Adel." ucap Maya tersenyum. " Iya...iya, Rama yang mengantar Adel ke sekolah besok. " ucap Rama menyerah. Maya kembali tersenyum, ia berhasil memaksa Rama mengantar Adel. Maya sungguh berharap Rama bisa bertemu Maria, dan saling suka, karena selama ini Maya sangat mengkhawatirkan Rama yang tidak pernah menyukai cewek.
" kak, ayo...lanjutin ceritanya." rengek Adel manja. " Tapi ....kakak enggak mau kamu protes lagi." ucap Rama setengah mengancam, Adel mengangguk. Rama kembali melanjutkan membaca cerita untuk Adel. Maya tersenyum melihatnya sebelum meninggalkan kamar itu. Belum selesai cerita itu di bacakan, Adel sudah terlelap di samping Rama. Rama tersenyum melihat Adel yang tertidur dengan pulasnya, wajah Adel yang imut-imut nampak begitu manis saat tertidur. Rama mendaratkan ciuman di kening Adel. Kemudian mengangkat tubuh Adel ke kamar pribadi Adel.
__ADS_1
..............
Adel begitu senang di antar Rama yang mengendarai motor N Max. Ketika tiba di TK Kemala seperti biasa Adel di sambut oleh guru-guru TK Kemala. " Del , di antar kakak ya..." sapa bu Atik kepala sekolah TK kemala, Adel mengangguk kemudian mencium tangan guru - guru TK Kemala yang berdiri di pintu gerbang.
" Apa kabar nak Rama, lama nak Rama tak mengantar Adel." sapa bu Atik pada Rama yang memang sudah lama tak mengantar Adel ke sekolah. Rama tersenyum membuat wajahnya semakin tampan. " Iya bu, Rama cuma sibuk saja jadi enggak sempat mengantar, kebetulan sekarang kesibukannya sudah berkurang dan kebetulan pula mama sedang pergi ke perkawinan anak teman mama." ucap Rama sopan. " O...begitu, Del sekarang ayo yel...yel nya " ucap ibu Atik pada Adel. Adel pun melakukan yel...yel sekolah seperti biasa. Rama memperhatikan Adel yang lincah. Ia pun tersenyum bangga. Setelah selesai memperhatikan Adel, Rama baru tersadar bahwa ia tak melihat guru magang yang sering di ceritakan Adel. Rama pun menatap sekeliling ia mencari sosok Maria.
" Ada apa nak Rama ? " ucap bu Atik. " Apa acara berceritanya sudah selesai bu ? " ucap Rama memberanikan diri. " O.....sedang dipersiapkan, Sebentar lagi..., itu.....Maria sedang mempersiapkannya." ucap bu Atik menunjuk ke halaman depan. Dari arah pintu munculah Maria yang membawa alat pengeras suara. Rama pun menatap Maria dan berbarengan dengan Maria yang juga tak sengaja menatap Rama. Pandangan mata mereka pun bertemu dalam jarak beberapa meter. Maria yang mengenali Rama langsung terkejut bukan main. " Rama.....mengapa.....ia di sini.....?" ucap Maria dalam hati. Begitu ingin ia berlari seketika itu juga, karena merasa belum sanggup saling menatap dengan Rama, cowok yang telah menghadirkan perasaan indah dalam hatinya, cowok yang menghiasi mimpinya dan cowok yang selalu membuat hatinya berdebar tak karuan. Namun Maria tak bisa berlari, karena seluruh mata tertuju padanya. Anak - anak TK sudah langsung berlari dan mengelilinginya duduk di tikar yang telah di gelar di halaman, tak terkecuali Adel ia pun ingin berlari namun bu Atik memanggilnya. " Del, ayo salim dulu sama kakak " ucap bu Atik mengingatkan. Dengan berlari Adel menghampiri Rama dan mencium tangannya dan kemudian langsung berlari ke arah Maria. Guru-guru tersenyum melihat Adel yang tak sabaran ingin segera mendengar cerita Maria.
" Anak-anak memang tak sabaran, mereka semua memang senang mendengar Maria bercerita." ucap bu Atik. Rama tersenyum pada bu Atik dan melemparkan senyum ke arah Maria. Rama juga menganggukkan kepalanya memberi tanda sebagai salam hormat dan salam perkenalan dari kejauhan. Maria yang masih menatap Rama tentu saja melihat itu. Senyum Rama membuat Maria semakin tak karuan, anggukan kepala Rama membuat Maria terpaku. " Mengapa kau tersenyum Rama. Tolong simpan senyummu itu. Sudah cukup wajahmu menggangguku setiap hari. Rama ku mohon pergilah....., kalau kau di sini aku tak sanggup. Apa hubungannya dengan Adel ? Mengapa Adel mencium tanganmu ?" ucap Maria dalam hati. Maria pun memaksakan diri untuk tersenyum ke arah Rama dan memberi anggukan pula. Rama kembali membalas senyum itu dengan tersenyum pula. Wajah Rama tampak begitu tampan di tambah pakaian polisi yang ia kenakan tampak begitu gagah.
" Boleh saya sebentar di sini bu, saya ingin melihat ibu Maria bercerita. Adel selalu meminta saya bercerita seperti ibu Maria." ucap Rama sopan. " Oh...boleh nak Rama, Ayo kita ke sana." ajak bu Atik pada Rama. Rama mengangguk dan mengikuti bu Atik dan guru-guru yang lain berjalan ke arah Maria.
Jarak antara Rama dan Maria semakin dekat. Rama tersenyum ke arah Maria dan Maria kembali memaksakan senyumnya. Maria meremas baju nya sendiri, Ia berusaha menguasai hatinya. Beberapa kali Maria menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan hatinya.
" Bu, ayo cerita." tiba-tiba Adel datang menghampiri Maria. Rama menggelengkan kepala melihatnya. Maria tersenyum dan berbisik ke telinga Adel agar tak di dengar oleh Rama. " Itu siapa Del ? " ucap Maria agak malu . " Itu kakak Adel , kak Rama. Ia seorang polisi bu guru." ucap Adel bangga. Suara Adel yang agak nyaring tentu saja di dengar Rama. Rama kembali tersenyum sedangkan Maria malah semakin malu ketahuan menanyakan Rama pada Adel. Pipinya memanas menahan malu. Rama semakin melebarkan senyumnya ia melihat Maria yang tak mampu menyembunyikan wajahnya yang malu di hadapan Rama. Wajah Maria yang malu malah membuatnya semakin cantik di mata Rama.
__ADS_1
" lucu...." ucap Rama bergumam dalam hati. Pandangan mata mereka kembali bertemu, namun Maria tak membiarkannya. Ia segera mengalihkannya ke arah lain. " Ayo kita mulai." ucap Maria kemudian berjalan ke tengah murid- murid TK. Adel pun cepat duduk di depan.
" Selama pagi anak-anak ibu yang cakep.....! " ucap Maria lantang meskipun ia kini sedang di landa gugup karena Rama ada disana.
" Selamat Pagi bu ! " jawab anak-anak.
" Bagaimana kabarnya ? " ucap Maria lagi.
" Baik bu." jawab anak-anak lagi. " Alhamdulilah, kalian baik semua. Sekarang ibu akan mulai bercerita. Judulnya Putri Salju dan 7 kurcaci " ucap Maria. " Kurcaci itu apa bu ? " tanya murid-murid langsung antusias. " Kurcaci itu manusia yang sudah tua tapi berbadan kecil segini. " ucap Maria menjelaskan beserta gayanya. " kok putri nya namanya putri salju bu ? Salju itu apa bu ? " tingkah anak TK yang lucu saat bertanya sama sekali tak membuat Maria marah, dengan senyum indah ia kembali menjelaskan dan menjawab pertanyaan itu. Anak-anak pun merasa puas dengan jawaban Maria. Rama yang melihat gerak-gerik Maria yang lincah dan menarik serta perasaan kasih sayang yang Maria tunjukan membuat Rama terpesona. Yah...Rama terpesona bukan karena kecantikan. Bagi Rama cantik itu sudah biasa, semua yang naksir padanya cantik bahkan ada yang lebih cantik dari Maria. Tapi bagi Rama , hati yang penuh kasih sayang dan kemampuan untuk membahagiakan orang lain itu adalah sesuatu yang luar biasa. Itulah Maria, cewek yang sanggup menarik perhatian Rama dengan keindahan hatinya yang secantik wajahnya.
" Kamu pandai membuat hati bahagia, beruntung sekali orang yang memilikimu. Em....apa kau sudah ada yang punya ibu guru ? " ucap Rama terus memperhatikan Maria. Guru-guru TK yang melihat Rama menatap Maria tanpa berkedip senyum-senyum dan berbisik. " Kayaknya ada yang bakal jatuh cinta , bu Atik." ucap bu Sarah berbisik pada bu Atik, bu Atik tersenyum dan mengangguk.
Sedangkan Rama yang tak menyadari itu semua, semakin betah berlama-lama melihat Maria.
.........
__ADS_1
Maaf yach......baru bisa up lagi. Terima kasih sudah setia membaca dan jangan lewatkan ceritanya karena ceritanya akan semakin romantis ....
Semangat untuk yang baca. Moga tak bosan. Kritik dan saran aku tunggu