
Rama mengerutkan keningnya, " Pa yogi enggak bilang apa-apa tentang siapa yang mengirim surat ini ? " ucap Rama menatap Agung. " Katanya yang mengirim surat itu seorang cewek cantik yang mengaku pacar kamu. " ucap Agung. " Apa ia sebutkan namanya ? " ucap Rama ingin tahu. " Aku juga tanya itu, tapi Pa Yogi bilang ia lupa menanyakannya dan menurut Pa Yogi cewek itu nampaknya terburu-buru." ucap Agung.
" Up....sepertinya ini disengaja, agar aku penasaran. " tebak Rama. Tebakan itu tentu saja benar, karena firasat seorang polisi punya kelebihan yang istimewa. " Memangnya surat apa in si Ram ? boleh kami baca ? " ucap sigit yang kini ikut penasaran. Rama mengangguk dan menyerahkan surat itu pada Sigit dan Agung. Bersamaan Sigit dan Agung membacanya. Mereka pun bereaksi dengan terkejut . " Ini seperti puisi cinta Ram. Wow.....beruntung sekali kau, ada yang sengaja mengarang ini untukmu. Coba lihat puisi ini sepertinya mengatakan bahwa : ini hanya permulaan, dia akan mengirimi lagi puisi yang menceritakan perasaannya dan senantiasa akan menemanimu dengan puisi-puisinya. Sepertinya ini akan berlanjut Ram." ucap sigit, Rama tersenyum. " Sejak kapan kau jadi komentator puisi." ucap Rama. " Em....begini begini aku juga romantis lho. " ucap Sigit tak mau kalah.
" Ram, kita selidiki yu cewek ini." ucap Sigit antusias. " Kok kamu Git yang langsung nyambar ?." ucap Agung protes. " Ini cewek sayang dilewatkan." ucap Sigit lagi dengan wajah setengah serius. " Kalau Rama enggak mau, biar buat aku aja puisinya." ucap Sigit lagi setengah menggoda. " Hu....jangan Ram, kasih aku aja." ucap Agung tak mau kalah. " Ah ...., Agung kok ikut-ikutan." ucap Sigit " Sayangkan mubazir jika Rama tak mau ." ucap Agung lagi
" Kok jadi kalian yang rebutan. Aku kan enggak bilang : enggak mau. Kita lihat dulu, kali aja enggak berlanjut, " ucap Rama " Ah..
Rama, percaya saja ini bakal berlanjut di akhir puisi itu dia sudah kasih ancaman bahwa ia akan menghiasi angan dan mimpi - mimpimu." ucap Sigit. Rama tersenyum. " Em ....kalau emang berlanjut baru kita selidiki, kalian nanti ikut bantu kan ? " ucap Rama. " Oke bro." ucap Sigit dan Agung bersamaan.
Rama menghelan napas panjang sambil berfikir " Apa puisi ini ada hubungannya dengan cewek yang menguntitku di mesjid kemaren ya ? Kalau ya kebetulan sekali, em.....aku mau lihat sampai dimana maksud hatinya ? " ucap Rama dalam hati. Ia memang tak menceritakan kejadian itu pada Sigit . Rama memang merasa penasaran dengan cewek yang menguntitnya, yang tak sempat ia lihat wajahnya.
Ini baru permulaan dihari yang ke empat untuk cintamu Rama dan memang akan terus berlanjut.
.................
Hari ke lima tinggal 9 hari lagi dari 14 hari. Maria mengirimkan lagi surat yang berisi puisi cinta. Kali ini Maria memakai taktik mengirimkannya lewat pegawai cleaning service
" Ram Surat cintamu....." ucap Agung dengan napas ngos-ngosan masuk ke dalam ruangan. Sontak Rama, Sigit, Rangga dan Budi terkejut.
" Mana ? tuh kan Ram, kubilang juga apa, ini bakal berlanjut." ucap Sigit. " Rama dapat surat cinta ? " ucap Rangga dan Budi bingung. " Iya ada pengagum rahasia . " ucap Agung. Sigit yang penasaran langsung menyambar surat itu. " Ah.... Sigit itu buat Rama. Masa kamu duluan , biar Rama yang baca dulu . Kalau Rama ngijinin baru kita." ucap Agung. Sigit tersenyum malu. " He..he....sorry bro, gue hampir ngerasa surat ini buat gue." Sigit menyerahkan surat itu pada Rama.
Surat yang amplop surat berwarna pink, di depan bertuliskan : To Rama Aditiya Putra. namun si pengirim tak mencantumkan namanya. Rama membuka dan membacanya :
..........
" Indahnya pagi, semaraknya warna hati
Ku ucapkan selamat pagi
__ADS_1
Padamu sang penawan hati
Kau cari aku diantara bunga
Kau cari aku diantara bidadari jelita
Namun kau akan bertanya-tanya
Siapa aku sang bunga jelita
Mataku indah bagai bintang kejora
Hanyutkan dirimu dalam sebuah angan
Senyumku bagai candu asmara
Suaraku merdu bagaikan buluh perindu
Dengan bisikan manja di telingamu
Gayaku yang lincah selincah burung merpati
Akan selalu mengusik sebuah hati
Ha...siapa aku ?
Kau pasti bertanya-tanya
Maka jawabnya hanya satu
__ADS_1
Pejamkanlah matamu
Bayangkanlah diriku
Maka kau akan mengenalku
Karena aku adalah bayangan dirimu ."
................
Rama menatap teman-temannya, ia pun menyerahkan surat itu pada Sigit. Mendapat izin dari Rama, teman-temannya pun secara bergantian membaca surat itu. " Wow......, Kau penasaran Ram ? " tanya Sigit . " Sedikit...." ucap Rama datar . " Kaya gini masih bilang sedikit....., ah ...Rama. " ucap Budi. " Iya nih, jangan jual mahal ." ucap Agung . " Entar kamu kualat lho, kena karma bakal jatuh cinta, tanpa lihat wajahnya. Kan kamu yang bilang pengen cinta itu datang dari hati baru ke mata." ucap sigit.
" Betul, ingat kata-katamu kan ? " ucap Agung. Rama geleng-geleng kepala " Kalian ini apa teman ku atau bukan sih ? Masa aku kalian keroyok bro." ucap Rama pura-pura kesal, di tinjunya bahu teman-temannya dengan pelan sekedar melampiaskan. Mereka semua pun tertawa bersama-sama.
" Nanti bila saatnya tiba, aku akan beritahu kalian untuk bergerak menyelidiki. Oke ? " ucap Rama kemudian." Siap Komandan !" ucap Sigit , budi, dan Agung memberi hormat. Rangga hanya ikut tertawa.
" Darimana dapet suratnya ? " tanya Rama pada Agung. " Cleaning service, Tuti. Ia bilang enggak kenal ama cewek itu, Lupa juga nanya namanya. Yang Tuti ingat orangnya cantik pake kerudung warna hitam, baju putih, rok hitam kayaknya bekerja di perkantoran deh." ucap Agung, ia memang menanyakannya secara detail ketika menerima surat tersebut.
" Kalau penasaran, kita coba lihat cctv kantor kita. Bukannya jejaknya ada di bagian polantas ? atau bisa juga kita lihat di cctv piket kita dekat pintu gerbang. Orang yang keluar masuk pasti lewat pintu gerbang." ucap Rangga memberi saran. " Tapi cctv biasanya kurang jelas rekamannya." ucap Budi. " Tapi paling tidak kita bisa melihat perawakannya seperti apa. " ucap Agung. " Gimana Ram ?" ucap sigit
" Nantilah, kecuali keadaannya sudah memaksa."
Rama mengerutkan keningnya.
" Em ....sepertinya pakaian itu juga yang ia kenakan pada saat di mesjid waktu itu. Jadi apa ia memang orang yang sama? Apa ia benar-benar menyukaiku ? Kalau ia menyukaiku, mengapa ia melakukan hal yang aneh ? Mengapa ia tidak menemuiku secara langsung ? Mengapa ia ingin mendekat tapi juga menjauh ? " ucap Rama berfikir. " Kenapa Ram ?Apa kau tahu siapa dia ?" ucap Rangga. Rama menggeleng perlahan. " Sebaiknya kita fokus ini dulu. " ucap Rama membuat keputusan, ia pun mulai mengetik berita acara kegiatan yang telah mereka lakukan. Rama tak ingin urusan pribadi mengganggu tugas dan kewajibannya.
Mereka kemudian disibukan dengan pekerjaan masing-masing, meskipun sesekali bayangan cewek mesterius di mesjid mulai berhasil mengganggu Rama dan untaian kata-kata puisi bermunculan di kepala Rama namun Rama berusaha untuk tetap fokus dengan pekerjaannya.
...........
__ADS_1