14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
LIII. LAMARAN


__ADS_3

Malam hari sekitar pukul 20.00 WITA. Suasana rumah Maria agak ramai karena keluarga besar Maria berhadir untuk menyambut keluarga besar Rama yang datang melamar secara resmi. Mereka tentu saja penasaran ingin melihat sosok Rama Aditiya Putra yang akan menjadi calon suami Maria Adelita Putri.


Ketika mobil rombongan Rama tiba, semua yang hadir pun berdiri. " Mobil calon penganten datang...." seru Hendra paman Maria memberi tahu mereka yang masih di dalam. Dengan agak tegang mereka memperhatikan rombongan keluarga Rama yang turun dari mobil satu persatu.


Dan mereka pun di buat takjub ketika melihat sosok Rama Aditiya Putra yang tentu saja berwajah sangat tampan dengan tubuh yang tegap. Begitu sempurna.


"Assalamu'alaikum." ucap Pak Ali ayah Rama ketika berhadapan dengan Pak Johan ayah Maria, " Wa'alaikum salam. " ucap Pak Johan kemudian menyalami Pak Ali. " Perkenalkan saya Ali ayah nya Rama dan ini isteri saya Maya ibunya Rama. " ucap Pak Ali pada Pak Johan. Merekapun saling senyum dengan penuh keramahan. " Selamat datang di rumah kami, perkenalkan saya Johan ayah Maria dan ini isteri saya Ratna ibu nya Maria. Maaf jika dalam penyambutan kami hanya seadanya dan kurang berkenan. " ucap Pak Johan sopan, Pak Ali tersenyum. " Tak apa-apa ...kami merasa senang kami telah di sambut dengan penuh keramahan. Justru kami yang memohon maaf jika kedatangan kami agak terlambat. " ucap Pak Ali tak kalah sopan. " Oh...tak apa-apa pak, saya sangat senang bertemu dengan anda. Semoga kita bisa semakin akrab dengan bersatunya kedua anak kita.....Mari silahkan masuk." ucap Pak Johan mengajak rombongan keluarga Rama untuk masuk. Rombongan keluarga Rama pun masuk dan duduk di ruang tamu. Keluarga besar Maria tampak berbisik-bisik melihat Rama yang sangat tampan. Rama hanya tersenyum manis dan kemudian menundukan kepala, entah mengapa ia merasa agak gugup dan sedikit grogi ketika menjadi pusat perhatian. Makanan dan minuman pun di hidangkan di meja tamu. Suasana menjadi penuh kekeluargaan.


" Pertama-tama kami ingin memperkenalkan diri . Ini adalah anak kami yang tertua, Rama Aditiya Putra. Dan ini paman dan bibi Rama......." ucap Pak Ali memperkenalkan satu persatu keluarganya yang ikut rombongan. " Adapun maksud kedatangan kami kemari adalah untuk meminang secara resmi anak bapak Maria untuk anak kami Rama sebagai pendamping hidupnya. Rama adalah anak kami yang tertua. Terus terang ia sudah matang untuk Berkeluarga. Seperti bapak ketahui anak saya seorang polisi hampir 10 tahun. Semoga bapak sekeluarga berkenan menerima lamaran ini. " ucap Pak Ali mengutarakan maksud kedatangan mereka. Pak Johan tersenyum. " Tentunya kami menerima lamaran ini dengan senang hati, karena kami tahu nak Ramalah , lelaki yang dicintai anak saya. Maria juga merupakan anak tertua kami. Saat ini ia tinggal menunggu wisuda PGTK, anak saya seorang guru TK. " ucap Pak Johan tanpa basa basi.


" Alhamdulillah...., syukurlah semoga kita dapat semakin akrab.....bagaimana dengan mahar anak kami. " ucap Pak Ali kemudian. " Oh ..itu tak perlu dipikirkan...cukup seperangkat alat shalat saja...." ucap Pak Johan. Pak Ali tersenyum..." Kalau begitu , kami akan memberikan hadiah untuk calon mantu kami." ucap Pak Ali melirik Bu Maya, Maya segera mengeluarkan 200 gram perhiasan emas dari dalam tasnya dan menyerahkan kepada suaminya." Tolong terimalah ini. " ucap Pak Ali kemudian. " Oh...ini terlalu banyak .." seru Pak Johan merasa tak enak. " Tak apa kami. Ini memang niatan hati kami. Kami sangat senang, Maria bisa menjadi menantu kami....." ucap Pak Ali bersemangat. Meski merasa tak enak Pak Johan pun menerima hadiah itu dan menyerahkan pada isterinya.


Pembincangan pun kembali terus berlangsung. Suasana semakin akrab. Kedua keluarga nampak berunding menentukan tanggal akad nikah dan resepsi perkawinan. Sesekali terdengar canda tawa mereka. Kadang Rama jadi sasaran untuk digoda. Rama pun tersipu dibuatnya....

__ADS_1


Dan pada saat Maria muncul menyajikan minuman dan makanan kecil, Rama semakin tersipu di buatnya. " Wah....pujaan hati mu Ram..." ucap Faisal sepupu Rama menggoda. Rama menatap Maria yang tampak begitu cantik mengenakan gaun berwarna hijau dibalut tata rias wajah yang minimalis. Hampir saja Rama tak berkedip dibuatnya.


" Ehem..ehem." seru Amit salah seorang paman Rama yang berusaha menyadarkan Rama yang terus menatap Maria tanpa berkedip. Yang lain akhirnya tertawa kecil, Rama semakin tersipu. " Sabar Ram, ia bakal halal kok untukmu. " ucap Amit menggoda Rama. Tawa kembali terdengar.


Kali ini bukan cuma Rama yang tersipu, Maria juga ikut tersipu malu. Ia berusaha tersenyum manis untuk menutupi rasa malunya. Maria kemudian sungkem dengan kedua orang tua Rama dan keluarga Rama yang lain.


Rama tersenyum...hatinya sangat merasa bahagia, karena ia dan Maria sudah sangat dekat dengan ikatan yang akan menyatukan mereka berdua, menghalalkan hubungan mereka. Maria tak menatap Rama, entah mengapa ia tak sanggup dan merasa sangat gugup. Rama begitu gemes dibuatnya. Padahal ia begitu berharap bisa melihat senyum Maria sang pujaan hatinya.


Maria berlalu kembali ke dalam setelah sungkem kepada semua keluarga Rama. Melihat Maria berlalu, Rama segera minta izin keluar sebentar dengan pura-pura ada panggilan telepon untuknya.


" Ram....kamu malah ke sini. " ucap Maria ketika melihat Rama dari jendela yang memang tak terlalu tinggi dari tanah. " Aku ingin melihat wajahmu..." ucap Rama tersenyum manis. Maria tersipu malu. " Ayo turun aku akan menyambutmu..." ucap Rama mengajak Maria turun lewat jendela. Maria membulatkan matanya, ia mencoba menolak ajakan sang kekasih. " Sebentar saja...." ucap Rama dengan wajah memelas.


Maria yang tak tega, akhirnya menurutinya. Rama menyambut tubuh Maria dari bawah. Setelah sampai dibawah, Rama segera mendaratkan ciumannya di kening sang kekasih. Ia kemudian menggemgam tangan Maria, lalu perlahan mencium bibir Maria dengan lembut. Mengecapnya perlahan, sungguh Maria tak mampu menolaknya terpaksa pasrah dan memejamkan matanya menikmati ciuman itu. Saat ciuman Rama mulai menuntut. Maria pun mencoba menghentikannya dengan mendorong Rama menjauh. " Ram...." desah Maria karena Rama hampir tak mau melepaskannya. " Ram...." desah Maria lagi. Sekali lagi Maria mencoba mendorong. Rama pun melepaskan ciumannya namun wajahnya mendadak berubah cemberut.

__ADS_1


Melihat wajah sang kekasih berubah cemberut, Maria jadi tak tega. Entah dorongan apa ...membuat Maria yang kini malah lebih dulu mencium bibir Rama kembali. Tentu saja Rama menyambut ciuman itu dengan suka cita. Ciuman keduanya pun saling berbalas. Setelah beberapa saat keduanya pun mengakhiri ciuman itu sebelum keduanya lepas kendali. " Sebentar lagi kau akan jadi milik ku seutuhnya. " Bisik Rama ditelinga. Maria langsung merasa bulu romanya berdiri. " Kau cantik sekali calon istriku. Aku sampai tak sabar ingin menerkammu. Saat halal nanti aku tak akan melepaskanmu. " bisik Rama lagi. Maria merasa sangat malu dibuatnya. " Ram...angkat aku ke atas. " ucap Maria mencoba menutupi rasa gugupnya, ia pun berniat ingin kembali ke kamar.


Rama pun perlahan mengangkat tubuh Maria untuk masuk kembali dalam kamar lewat jendela. Rama tersenyum ketika Maria sudah kembali ke kamar dan lalu menatapnya lewat jendela. " Aku mencintaimu. " ucap Rama lembut. " Aku juga mencintaimu. " balas Maria dengan lembut pula.


Pemandangan itu ternyata tengah diperhatikan oleh Fero dan anak buahnya yang memang tengah mengintai rumah Maria. Fero nampak kesal sekali. Tangannya terkepal kuat. Beberapa kali ia memijit kepalanya yang berdenyut. Entah mengapa ia tidak hanya merasa geram tapi juga merasa cemburu. Yah ...Fero tak menyadari kalau ia tengah cemburu, kalau ia secara perlahan tanpa sadar jatuh cinta pada Maria.


" Ada apa Bos...." ucap anak buahnya khawatir.


" Tak apa. Ayo kita pergi dari sini. " perintah Fero dengan suara seraknya. Anak buah Fero segera menyalakan mesin mobil dan perlahan melaju meninggalkan tempat itu.


BERSAMBUNG....


Ikuti ceritanya...karena akan semakin seru di mana Maria dan Rama akan mengalami ujian cinta untuk cinta mereka.

__ADS_1


Tetaplah bersamaku ....


__ADS_2