
Malam hari pukul 9 malam. Seperti biasa Rama sedang beristirahat setelah beraktifitas. Ia berbaring santai di ranjangnya. Kelelahan nampak terpancar lewat wajahnya yang tampan. Sesekali ia nampak membalas Wa teman-temanya yang menggodanya di grup Wa yang mereka buat.
" Hari ini ku lihat kau membonceng Melati. Mesra amat kaya pacaran saja. " Sigit mengirim pesan. " Aku cuma menolongnya. Motornya rusak, jadi aku menawarkan diri mengantarnya pulang. Lagian kami searah, karena masih satu kampung." Rama menjelaskan lewat pesan.
" Tapi kok bisa mesra gitu ? Ia pegang pinggangmu bahkan sesekali bersandar di bahumu. Kaya seperti ada kemesterinya " Sigit mengirim pesan lagi. " Iya nih Rama mesra banget ." Budi mulai menggoda lewat pesan.
" Kemesteri apaan ....? kalian tahu kan aku sudah jatuh cinta dengan yang lain. Soal mesra itu bukan dari aku, aku sendiri risih takut ada yang salah paham. " balas Rama lagi. " Tapi lumayan kan bisa berboncengan sama cewek cakep." goda Agung tak mau kalah. " Sudah ah ....jangan menggodaku, sekarang ini aku sedang galau . Cewek mesterius itu kaya nya sudah menyerah untuk mengirim surat puisi cinta untukku. Dan aku gagal menemui Maria untuk Pedekate. Jadi Gimana enggak galau? " balas Rama dengan mengirim pesan. " Kok.... yang bikin galau ada dua orang? Jangan.....jangan kau jatuh cinta pada ke dua cewek itu." Tebak Sigit lewat pesan. " Aku jatuh cinta sama Maria saja kok " balas Rama membela diri. Sejenak ia kembali membayangkan saat ia berpelukan dengan Maria. Andai saat itu hanya mereka berdua, Rama tentu saja begitu ingin pandangan mata mereka saling bertemu, kemudian saat Maria masih menatap dalam pelukannya , Rama juga begitu ingin mencium bibir Maria. Mengakses setiap sudut bibir Maria. Dan menggigitnya dengan gemasnya.
Rama menggelengkan kepalanya. " Kok aku ngebayangin yang aneh-aneh. " Rama tersenyum sendiri.
Tiba-tiba Adel membuka pintu kamar dan menghampiri Rama. " Em...pasti bacain cerita lagi ?" tebak Rama, Adel mengangguk dan langsung ikut berbaring di samping kakaknya.
" ini kak, ayo bacain." ucap Adel menyerahkan buku cerita itu pada Rama. " Del ....., bisa enggak hari ini kak Rama absen dulu bacain ceritanya, Adel sama mama saja. Hari ini kakak capek... " bujuk Rama, sebenarnya Rama cuma tak ingin di ganggu Adel saja, Rama masih ingin mengkhayalkan dirinya bersama Maria dan ia masih ingin memikirkan bagaimana perasaannya dengan cewek misterius. Adel cemberut mendengar penolakan Rama. " Kalau kakak enggak mau baca cerita, Adel bakal enggak mau di antar ke sekolah lagi sama kakak. " ancam Adel. Ia tak main-main dengan ancamannya. Rama menggelengkan kepalanya. " Aduh.....anak kecil kaya kamu sudah bisa main ancam, sama polisi lagi." ucap Rama sambil memencet hidung Adel dengan gemes. Adel sontak teriak. " Kak Rama jahat ! " ucap Adel setengah mengamuk. " sst.......!" Rama meletakan jari tulunjuknya ke bibir ia sendiri, agar Adel diam. " Iya deh kakak bacakan. Tapi Adel janji yach, besok kakak yang nganterin Adel ke sekolah. Mana ceritanya ?" ucap Rama, Adel kemudian menyerahkan buku cerita pada Rama untuk di bacakan. " Bawang putih dan bawang merah........" Rama pun mulai membaca buku cerita tersebut.
Adel pun mendengarkannya. Seperti sebelumnya, belum sempat Rama menyelesaikan cerita tersebut Adel sudah tertidur. " Rupanya aku bercerita seperti nyanyian tidur saja bagi Adel." Rama tersenyum dan mengelus kepala Adel. Ciuman Rama pun mendarat di kening Adel. Rama kemudian mengangkat Adel ke kamar pribadi Adel.
Setelah mengangkat Adel ke kamar, Rama kembali merebahkan tubuhnya di ranjangnya. Tiba-tiba Rama melihat buku cerita Adel yang masih terbuka di atas ranjangnya. Rama mengambilnya, dan .........tanpa sengaja surat puisi cinta yang di selip kan Maria terjatuh.
" Ha....apa.....ini ....kan." Rama terkejut melihat surat itu, tentu saja ia sangat hapal warna amplop surat itu. Dengan segera Rama bangkit dari berbaringnya. Ia mencari nama yang tertulis pada surat itu. Jantungnya berdetak kencang, wajah tampannya tampak tegang, dan Rama pun menemukannya. Di amplop surat tersebut tertulis : untuk Rama Aditiya Putra.
Rama pun terlonjak senang. Bukan main bahagianya Rama. Ternyata cewek misterius yang telah mengirim surat puisi cinta adalah Maria cewek yang telah membuatnya jatuh cinta. Ternyata ia hanya mencintai satu orang cewek. Tentu saja cinta Rama semakin bertambah pada Maria. Tak terlukiskan kebahagiaan Rama saat ini.
" Ah....Maria, jadi kau adalah cewek misterius itu. Yess.....! " ucap Rama berteriak. Teriakannya mengundang Maya ibunya datang ke kamarnya. " Ada apa Ram....? Mengapa berteriak ? " tanya Maya heran. Rama segera menyembunyikan surat itu di bawah bantal agar tak kelihatan oleh Maya.
" Tidak apa-apa ma, tadi Rama cuma kaget ada cicak tiba-tiba jatuh di muka Rama. Semula Rama sangka itu tadi ular. " ucap Rama berbohong. Maya menggelengkan kepalanya.
" Yang benar saja kamu ini, kamu kan polisi. Masa takut sama cicak atau ular. " ucap Maya setengah mengejek anaknya . " Ah .....mama, Rama bukan TAKUT tapi KAGET . Beda lho mama, takut sama kaget ." ucap Rama tersenyum. " Adel mana ? " tanya Maya mencari Adel yang nampak tak ada di kamar Rama.
" Sudah tidur ma, Rama sudah mengangkatnya ke kamar tidurnya. " ucap Rama, Maya tersenyum melihat Rama yang begitu menyayangi adiknya. " Kalau gitu mama tinggal dulu Ram." ucap Maya. " Selamat malam ma." ucap Rama, Maya tersenyum meninggalkan kamar itu.
Setelah kepergian Maya, Rama kembali sibuk dengan hatinya yang sedang berbunga- bunga. Diambilnya surat puisi cinta yang ia sembunyikan di bawah bantal, diciumnya surat itu berkali-kali. " Emm...harum sekali." Rama pun kembali terbayang saat berpelukan dengan Maria yang terjadi tanpa di sengaja, di mana ia sempat mencium bau harum tubuh cewek itu. Rama tersenyum dan tengkurap menelengkupkan wajahnya ke bantalnya.
" Ah...Maria....., aku cinta padamu. " ucap Rama dengan setengah berteriak tapi ia pendam teriakan itu dengan bantal agar tidak terlalu keras.
So sweet....., Ram....kamu begitu manis saat sedang jatuh cinta. Ini memang pengalaman pertama bagi Rama tentu saja menjadi pengalaman yang sangat indah. Saat sedang jatuh cinta semua terasa indah dan manis. Dunia seakan-akan milik berdua, ah....jadi nangis Ram....., kami di sini mau di kemanain ?Tapi aku yakin deh....pasti banyak yang dukung kamu bersama Maria.
Rama kembali memandang surat itu, kembali ia menghujani surat itu dengan ciuman, aduh Ram.....surat saja kamu hujani dengan ciuman, apa lagi orangnya.
Rama kembali tersenyum, dengan hati berdebar ia membuka surat itu dan membacanya :
__ADS_1
.........
Rama....mengapa kini tiba-tiba aku merindukanmu ?
Diantara detak jantungku
Diantara denyutan nadiku
Ku simpan cintaku untukmu
Rama......mengapa kini tiba-tiba aku merindukanmu ?
Kau yang bisa membuatku gelisah dan cemburu
Kau yang menghadirkan keindahan dalam mimpi-mimpiku
Dan kau yang membuat hati ini dilimpahi kebahagian dalam setiap hari-hariku
Rama....mengapa kini aku tiba-tiba merindukanmu ?
Kau ada dalam napasku
Kau ada dalam pikiran dan angan-anganku
Kau ada dalam harapan dalam doa-doaku
Kau dan kau....hanya kau Rama....,orang yang kurindukan selalu
Rama.....mengapa kini tiba-tiba aku merindukanmu ?
Meskipun kita belum bisa bertemu
Meskipun kau tak tahu cintaku
Meskipun aku tak pantas untukmu
Rama...mengapa kini tiba-tiba aku merindukanmu ?
Adakah kau mengingatkan? Seperti aku yang selalu mengingatmu
__ADS_1
Adakah kau merindukanmu? Seperti aku yang selalu merindukanmu
Adakah kau mencintaiku ? Seperti aku yang selalu mencintaimu
Rama....mengapa kini tiba-tiba aku merindukanmu ?
Walau cinta ini hanya tinggal rasa rindu
Walau hanya namamu yang ku sebut selalu
Walau aku merasa malu untuk muncul di hadapanmu
Walau aku sungguh tak pantas dicintai olehmu
Rama....mengapa kini tiba-tiba aku merindukanmu ?
Maka....jawaban dari pertanyaan itu
Karena aku mencintaimu
Salam kerinduanku untukmu
.........
Rasa bahagia memenuhi hati Rama, ketika membaca surat itu. Sangat.....bahagia. Dan cinta Rama bukan wajah tapi karena hati Maria yang penuh cinta. Ia tahu Maria adalah cewek yang penyayang, yang akan melimpahi hidupnya dengan kebahagian, yang akan menemaninya baik suka mau pun duka. Cewek seperti itu lah yang di cari oleh Rama.
Rama kembali mencium surat puisi cinta itu dan kemudian membenamkannya di dalam dada. " Maria tunggulah aku besok. Aku akan menjemputmu untuk jadi kekasihku. Aku juga mencintaimu Maria." ucap Rama memejamkan matanya.
" Maria.....maukah kau hadir dalam mimpiku, karena aku saat ini juga sangat merindukanmu. Hadirlah dalam mimpiku Maria....., buatlah mimpiku malam ini jadi indah. Maria....jangan kau takut, jangan ragukan cintaku karena aku mencintaimu apa adanya. Cintaku padamu tulus dan suci. Maria.....aku ingin segera jadi kekasihmu. Tunggulah aku.....Maria, besok aku akan datang membawa cinta untukmu."
Rama pun terhanyut dengan perasaannya. Angin malam begitu lembut membelainya. Suara binatang malam mengalunkan musik lagu asmara. Rembulan malam mengintip di balik awan. Seorang cowok yang kini sedang dilanda kasmaran dan kini terbuai mimpi-mimpi indah.
Tak sabar untuk menanti hari esok. Bukankah begitu Rama ?
Ceritanya bersambung dulu yach.....
Semoga senang untuk membacanya
dan selalu ingin mengetahui kelanjutannya. Salam manis dariku
__ADS_1