14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
BAB XXVI MARIA ADALAH ISTERIKU


__ADS_3

Hari ke tiga belas dari 14 hari, tinggal satu hari lagi.


Suara hati Rama :


Aku datang dengan senyuman


Aku datang bersama harapan


Aku datang membawa cinta


Aku datang menjemput impian


Wahai pencuri hati


Akan ku kejar kau kemana pun jua


Akan ku temukan kau dimana pun berada


Akan ku tangkap kau dengan tali ikatan cinta


Akan ku penjara kan kau di hati ku untuk selama-lamanya.

__ADS_1


.....


Rama melaju dengan motornya, Karena desa itu sulit di tempuh dengan mobil. Perjalanan cukup jauh memakan waktu kira-kira sekitar 6 jam, karena berbeda kabupaten. Seperti daerah pegunungan jalannya menanjak dan menurun dengan aspal yang kasar dan masih terdapat lobang-lobang. Bahkan ada jalanan yang belum beraspal, jika terjadi hujan maka tanah tersebut akan becek dan jadi lumpur, sedangkan di sebelah kanan ada jurang. Begitu mengerikan, jika melakukan perjalanan ke sana, jika hujan turun.


Rama berangkat pukul 10 pagi, saat itu matahari mulai bersinar sehingga besar kemungkinan tidak hujan. Di perkirakan Rama akan sampai jam 4 sore. Rama betul-betul menempuh perjalanan jauh demi Maria, namun perasaan Rama begitu bahagia karena ia tahu kalau Maria mencintai dirinya.


Seperti perkiraan pukul 4 sore, Rama tiba di desa Telaga Bamban. Keadaan desa itu sungguh masih asri, para penduduk yang lalu lalang nampak begitu ramah menyapa Rama.


" Sepertinya, anak muda orang baru di sini." sapa lelaki setengah baya menyapa Rama. Ia kemudian berjalan di samping Rama. " Oh...iya pak, saya baru kemari. Perkenalkan nama saya Rama. " ucap Rama menjabat tangan laki-laki itu. " Nama saya Karim. Saya kepala desa di sini." ucap lelaki itu, Rama pun agak terkejut mendengarnya. " Maafkan saya pak, saya tak tahu kalau Bapak kepala desa di sini. Kebetulan sekali pak, saya ingin melapor. Ini KTP saya. " ucap Rama menyerahkan KTP nya. Pak Karim segera membaca KTP tersebut. " Nak Rama seorang polisi ya? " tanya Pak Karim. Pak Karim menyerahkan kembali KTP pada Rama. " Benar Pak, saya bekerja di Polres Amuntai Pak. " ucap Rama. " Wah..jauh juga. Ada hal apa nak Rama kemari ? " ucap Pak Karim bertanya.


Pertanyaan inilah yang paling sulit bagi Rama, ia harus mempunyai alasan yang tepat agar orang tak curiga mengapa ia mencari Maria.


" Saya kemari mencari isteri saya, namanya Maria, ia datang kemari untuk mengajar di SD Telaga Bamban sementara waktu. Ini fhotonya. " ucap Rama berbohong, entah kenapa tiba-tiba ide itu muncul di kepalanya. Aduh.....Rama apa jadinya jika Maria tahu kamu berbohong seperti itu ? Rama menyerahkan fhoto Maria. Pak Karim melihat fhoto Maria. " Oh...nak Maria, saya tak menyangka ia sudah menikah. Maria tidak pernah cerita tentang itu. " ucap Pak Karim. " Sementara ini memang harus di rahasiakan. Kami hanya menikah siri dua minggu yang lalu, karena saya harus minta izin ke instansi saya dan itu butuh waktu. " ucap Rama beralasan. " Wah...kalau gitu kalian masih termasuk hitungan pengantin baru." ucap Pak Karim setengah bercanda dan Rama pun tersenyum sambil tersipu malu. " Ah...tidak juga pak. " ucap Rama menundukan wajahnya.


Rama pun berhenti dan menatap Maria dengan penuh kerinduan, begitu ingin ia berlari dan memeluknya saat itu juga dengan menghujani Maria dengan ciuman karena betapa ia sangat merindukan cewek yang sangat dicintainya tersebut. Sementara Maria tak melihat bahwa Rama tengah memperhatikannya dari jauh. Namun seperti ada ikatan batin, tiba-tiba Maria merasa sangat gugup, jantungnya berdetak keras. " Ah...apa aku sekarang seperti terkena serangan jantung yach ? " ucap Maria dalam hati sambil mengusap dadanya. Maria menarik napas dalam-dalam lalu menghembuskannya perlahan-lahan, agar rasa gugup tersebut menghilang. Ia kemudian berusaha menepisnya dengan menyibukan kembali melatih anak-anak baris berbaris.


Rama yang masih menatap Maria juga di landa rasa gugup, entah mengapa jantungnya berdetak keras. Rama tersenyum dan menikmati rasa gugup itu dengan perasaan yang sangat bahagia. Bagi Rama perasaan yang sekarang ia alami adalah perasaan ketika menemukan belahan jiwanya.


Pak Karim tersenyum melihat Rama yang terhenti dan menatap Maria dengan tatapan penuh kerinduan . " Nak Rama, ingin memanggil Maria ? " tanya pak Karim. " Tidak perlu pak, biar saya saja yang menunggu sampai acara kegiatan pramuka selesai. " ucap Rama sopan. " Kalau begitu Bapak permisi dulu, bapak mau pulang ke rumah. Kalau ada waktu malam ini, bapak ingin mengundang kalian berdua untuk makan malam di rumah kami. Biar kita dapat saling kenal mengenal. Maria sudah pernah ke rumah Bapak " ucap pak Karim. Rama tersenyum. " Insya Allah Pak, saya dan Maria akan ke rumah Bapak. " jawab Rama. " Akan saya tunggu, Mari... nak rama ? " ucap pak Karim berlalu dari hadapan Rama. Rama menganggukan kepalanya dan tersenyum manis. " Mari Pak." ucap Rama sambil menatap kepergian Pak Karim.


Rama berjalan menuju sebuah bangku panjang di bawah pohon terbuat dari bambu yang sengaja dibuat penduduk untuk nongkrong, Meski jaraknya cukup jauh tetapi dari tempat itu ia masih bisa memperhatikan Maria.

__ADS_1


Rama begitu asyik menatap Maria dari kejauhan tanpa menyadari bahwa dirinya tengah diperhatikan oleh cewek-cewek yang lalu lalang dan Ibu-Ibu yang sedang mengagumi ketampanannya. Bahkan ada yang rela berkali-kali lewat hanya untuk melihat Rama.


" Ih....cakep banget . Kaya artis film aja. " ucap salah satu ibu-ibu berbisik. " Serasa gimana gitu...., ganteng abis. " ucap ibu yang lain.


" Andai masih muda, aku mau deh. " ucap ibu-ibu itu. " Bah...jadi rebutan kita. " ucap ibu-ibu. Aduh.... bisik-bisiknya jadi ramai.


Lain dengan para cewek mereka jadi lebih rebutan. " Pokoknya itu cowok bakal jadi gabetanku. " ucap cewek itu terus menatap Rama. " Tidak bisa, aku yang lebih dulu. " ucap cewek yang lain. " Kalau gitu kita undi saja, siapa yang menang dia yang lebih dulu mendekatinya. " ucap salah satu cewek itu. Ya ...ampun jadi ribut semua.


Saking penasarannya, akhirnya ada ibu-ibu yang berani menyapa Rama. " Nak, ada apa duduk di sini? " ucap ibu itu membuat Rama yang sedang asyik memperhatikan Maria jadi terkejut. " Ah...ibu, maaf bu. Saya lagi nunggu isteri saya. " ucap Rama sambil menunjuk Maria. Jawaban Rama langsung membuat cewek-cewek yang berkerumbun jadi patah hati. " Jadi Maria isteri kamu ? " ucap ibu itu meyakinkan, ia memang mengenal Maria. Rama mengangguk, " Aduh, ibu sangka Maria belum menikah. " ucap ibu itu masih merasa aneh dengan pengakuan Rama. " Kami baru saja menikah dua bulan yang lalu. " ucap Rama. " O...jadi kalian penganten baru ? " ucap ibu itu, Rama tersenyum dan mengangguk. Ibu itu kemudian menarik napas dalam-dalam. " Mari nak, ibu ke sana dulu. " ucap ibu itu kemudian berlalu dari hadapan Rama. Kerumunan cewek dan ibu-ibu jadi pada bubar. Rama tersenyum ia berhasil terbebas dari cewek-cewek yang mengejarnya. Itulah alasannya mengapa Rama mengaku mereka sudah menikah, tak lain agar dirinya tidak di ganggu oleh cewek-cewek di tempat ini.


Rama kembali menatap Maria. Nampak kegiatan Pramuka telah selesai. Maria nampak di kerumuni anak-anak yang mencium punggung tangan kanannya. Satu persatu anak-anak itu pergi.


Kembali rasa gugup datang di hati Maria. Lana, seorang cowok salah satu kakak pembina pramuka mendekati Maria. " Pulang bareng yuk ! " ajak Lana. " Kak Lana duluan saja, soalnya ada hal yang ingin saya lakukan dulu di sini. " ucap Maria berbohong. Padahal ia hanya merasa gugup. Lana merasa agak kecewa mendengar penolakan itu. " Kalau gitu lain kali kita pulang bareng ya. " ucap Lana masih mengharap. Maria tersenyum saja. Lana tiba-tiba melihat semut di kerudung Maria.


" Ada semut di kerudungmu ! " ucap Lana memberi tahu. Maria berusaha menepis semut itu namun tak bisa, akhirnya Lana membantu Maria menepis semut tersebut. Adegan Lana mengusap kepala Maria yang tampak mesra, betul-betul membuat Rama terserang api cemburu. " Ngapain cowok itu mengusap kepala Maria. Ah...kok aku jadi cemburuan begini ? " Rama menggelengkan kepalanya.


" Aku tidak boleh cemburu. " ucap Rama


dalam hati. Cemburu memang bagian dari cinta. Tak apa jika sedikit di serang rasa cemburu. Ya enggak ?


Bersambung.

__ADS_1


Bagaimana kelanjutan ceritanya ? Apakah Rama segera mendekati Maria? Bagaimana perasaan Maria saat mengetahui kalau Rama mengaku kalau Maria adalah isterinya ?


Terus ikuti cerita ini. Jangan lewatkan. Mohon dukungannya.


__ADS_2