
Maria dan Rama menaiki Rakit menyusuri arus aliran sungai air terjun Haratai. Rama mengayuh Rakit dengan bambu panjang, sedangkan Maria duduk di atas rakit. Di kanan kiri terhampar pemandangan indah yang sangat mempesona. Maria dan Rama berdecak kagum melihat keindahan pemandangan tersebut.
Rama menatap Maria dengan penuh kebahagiaan. Tiba-tiba Rama bernyanyi lagu.
" Pantun Cinta. By. Rhoma Irama. "
Banyak bunga di taman
Cuma satu ku petik
Banyak anak perawan
Cuma adik yang cantik
Maria tersenyum. " Ram ...kamu pandai nyanyi juga ? " ucap Maria bersemangat ketika mendengar sang kekasih bernyanyi, apa lagi dengan suara merdu. Rama memang cukup pandai menyanyi karena punya suara merdu. Itulah sebabnya ketika azan, Rama bisa melantunkan nya dengan indah.
" Tentu, ayo nyanyi. Kapan lagi kita bisa nyanyi bareng. " ajak Rama. Maria pun mengangguk dan bernyanyi.
Maria dan Rama bernyanyi dengan gembira. Suara mereka terdengar kompak dan serasi. Maria menatap Rama yang bernyanyi sambil mengayuh rakit. Dan Maria pun terpesona di buatnya. Sungguh pemandangan yang tak kalah indah di banding keindahan alam. Selain sangat tampan, tubuh atletis ternyata juga sangat pandai menyanyi.
" Lagi mengagumiku ? " ucap Rama melihat kekasihnya sedang menatapnya. Maria tersenyum dan mengangguk. Rama pun membalas senyuman Maria dengan senyuman pula. " Kita nyanyi lagi. " ucap Rama kembali bernyanyi kali ini lagu. " Cinta Pertama. By Gamma 1 " Lagu itu bernada riang dan sesuai dengan perasaan mereka berdua saat ini yang sama-sama sedang jatuh cinta.
__ADS_1
( Bagi teman-teman yang belum tahu lagunya silahkan cari di You tube. )
Maria dan Rama bernyanyi bersama kembali dengan penuh kebahagian. Mereka berdua saling menatap mesra dan saling senyum.
" Maria, aku cinta padamu. Kamu adalah cinta pertamaku dan ku harap itu yang terakhir pula bagiku. " ucap Rama lembut. Maria tersipu malu di buatnya. Kata-kata Rama begitu indah di telinganya. Maria berharap kata-kata Rama selalu terngiang di telinganya tersebut.
Begitu ingin Maria menghampiri Rama dan memeluknya lalu menciumi wajah Rama dan bibirnya dengan mesra. Maria tersenyum dengan khayalannya. " Ada apa ? " tanya Rama heran. " Aku juga cinta padamu Rama. Kamu cinta pertamaku dan ku harap itu yang terakhir pula bagiku." ucap Maria dengan lembut pula. Rama sangat bahagia mendengarnya. Dan Rama berharap pula kata-kata itu terngiang selalu di telinganya.
Maria dan Rama mengelilingi daerah itu. Pakaian mereka yang basah mengering dengan sendirinya. Setelah puas di tempat itu mereka pun makan bekal yang telah Maria siapkan bersama-sama . Mereka makan di tempat peristirahatan dekat air terjun. Mereka memakan makanan itu dengan lahapnya.
Motor Rama melaju meninggalkan kawasan air terjun Haratai. Maria yang di bonceng di belakang menyandarkan kepalanya ke punggung Rama dengan penuh mesra. Rama tersenyum bahagia meskipun Maria tak memeluk nya dan hanya bersandar di bahunya.
Hari yang cerah dengan pemandangan yang indah sangat mendukung perjalanan mereka.
Saat melewati sebuah pemandangan yang indah di kawasan pegunungan meratus, tiba-tiba Maria menyuruh Rama untuk berhenti.
" Ram..,berhenti...!" ucap Maria agak nyaring sambil menepuk-nepuk bahu Rama, karena mereka berdua sedang memakai helm yang tentu saja membatasi pendengaran mereka.
" Ada apa ? " tanya Rama menghentikan motornya. Maria turun dari motor Rama dan berjalan ke samping jalan dekat bibir jurang. Rama menepikan motornya dan memarkirnya. Rama menghampiri Maria. " Ayo ....teriak. Aku ingin alam jadi saksi akan cinta kita berdua." ucap Maria kemudian menatap pemandangan yang terhampar indah itu.
__ADS_1
" Rama...! ....I love You....! " teriak Maria, suaranya bergema memecah kesunyian alam. Rama begitu bahagia mendengarnya. Maria menatap Rama seakan mengatakan kini giliran Rama untuk berteriak. Rama tersenyum kemudian berteriak. " Maria....! .....I Love You...! " teriak Rama nyaring. Maria tersenyum bahagia. " Rama.....aku cinta pada mu ! " ucap Maria lagi dengan teriakan sekuat tenaga. Rama begitu gemes melihat tingkah kekasihnya. Begitu ingin ia memeluk Maria seketika itu juga. Dan keinginan itu menjadi-jadi. Tanpa bisa membendung lagi Rama pun memeluk Maria dengan begitu erat. Di benamkannya kepala Maria di dadanya, di ciumnya berkali-kali kepala Maria. Suara jantung Rama terdengar di telinga Maria. " Aku sangat mencintaimu. Mau kah kau menikah denganku. Mau kah kau menjadi nyonya Rama Aditiya Putra ? " bisik Rama lembut. " Apakah ini lamaran untukku ? " ucap Maria menongakan kepala, Rama mengangguk sambil membelai kepala Maria, lalu...pipi Maria dan berakhir... di bibir Maria. " Ya ini lamaran secara resmi. Kau mau bukan ? " bisik Rama lembut, Maria mengangguk dan tersipu malu. Rama tersenyum bahagia, di benamkannya kembali kepala Maria di dadanya. Sejenak dua insan yang di mabuk cinta merasakan kebahagiaan, sehingga tak menyadari, empat pasang mata jahat di dalam sebuah mobil jeep tak jauh dari tempat Rama dan Maria, tengah mengintai mereka berdua. Rama dan Maria sama sekali tak menyadarinya, karena mobil jeep tersebut terlindung oleh pohon besar.
" Bos, apa itu benar Rama Aditiya putra, polisi yang bos incar selama ini ? " tanya anak buah nya pada bos yang berwajah tampan namun memancarkan aura jahat. Cowok itu tak lain adalah Fero. " Ya, dia memang yang aku cari. Em..tak di sangka akhirnya aku menemukan kekasih Rama setelah sekian lama. Baguslah dengan begitu aku bisa membalas dendamku atas kematian Anna kekasihku. Akan ku buat Rama hancur berkeping-keping. Akan ku bunuh kekasihnya di depan matanya. Kematian Anna harus terbalas." ucap Fero menggenggam erat tangannya. " Bos .., apa kita bunuh mereka sekarang ? " tanya anak buahnya lagi. " Tidak perlu terburu-buru, biarkan mereka bahagia dulu, jika mereka sudah di puncak kebahagiaan baru aku akan datang dengan membawa kehancuran. Kau pasti akan hancur di tanganku Rama." ucap Fero tersenyum sinis. Ketiga anak buah Fero bergidik ngeri melihat bos mereka yang menyimpan dendam yang besar untuk Rama.
Dendam ini bermula, saat Rama bekerja sebagai polisi intelejen. Ia menyelidiki raja mafia yang menguasai narkoba dan perdagangan wanita di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Saat itu Rama bertugas di ibu kota. Ia berusaha menyelidiki Fero sang raja Mafia. Saat melakukan penyelidikan bertemulah Rama dengan Anna. Anna adalah kekasih Fero, namun Anna yang jatuh cinta dengan Rama selalu menbocorkan segala tindak tanduk Fero. Sayang Rama tidak mencintai Anna. Saat melakukan penangkapan, terjadilah perkelahian antara Rama dan Fero. Dan ketika Fero ingin menembak Rama, Anna justru mengorbankan nyawanya demi Rama. Anna mati tertembak oleh Fero karena melindungi Rama. Itulah sebabnya Fero sangat sakit hati. Selain karena pengkhianatan kekasihnya, ia juga sakit hati kekasihnya rela mati demi musuhnya.
Fero berhasil kabur. Sudah lama ia mengintai Rama untuk membalas dendam. Ia ingin Rama merasakan sakit hati yang sama dengannya. Sayang Rama tak pernah jatuh cinta dan punya kekasih. Fero menunggu sangat lama baru saat ini ia menemukan kekasih Rama. Fero senang sekali.
" Fhoto cewek itu , suatu saat kita akan memburunya." ucap Fero lagi. Salah seorang anak buah Fero mengambil fhoto Maria dengan kamera. " Beres bos." ucap anak buah Fero. Fero tersenyum senang.
" Tunggu lah pembalasanku Rama. Hutang nyawa di bayar nyawa ! " ucap Fero menatap tajam ke arah Maria dan Rama kemudian tersenyum dengan sangat menakutkan.
BERSAMBUNG
Maaf , aku enggak cerita secara detail cerita antara Rama dan Fero karena kalau di ceritakan maka ceritanya akan sangat panjang dan menyita waktu.
Tetaplah bersama cerita ini dan dukung aku.
Ini gambaran Fero dalam hayalan, bukan sebenarnya tapi kira-kira seperti itu.
Anggap ini jeep milik Fero.
__ADS_1