14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
BAB XIII DIAKAH PACARMU RAMA ?


__ADS_3

Maria memandangi surat puisi cinta yang ke 5 yang ingin ia serahkan pada Rama. Ini hari ke 8 setelah ia berjanji mendapatkan cinta Rama dalam waktu 14 hari. Tinggal 6 hari lagi waktu tersisa sedangkan waktu ia magang di TK Kemala tinggal 2 hari lagi. " Apa aku sanggup mendapatkan cintanya ? Sedangkan untuk mendekatinya saja aku tak sanggup, apa lagi menyatakan cinta. Bagaimana jika ia tak mencintaiku ? Rasanya aku tak berani menerima kenyataan yang begitu pahit. Apa yang ku lakukan ? Hari ini mengapa aku begitu bodoh......?...ehe....ehe." Maria menelengkupkan kepalanya ke atas meja guru di depannya. Maria kembali terbayang saat-saat jatuh ke dalam pelukan Rama tanpa sengaja. " Rasanya tak mungkin Rama jatuh cinta pada cewek yang bertindak bodoh. Ehe...ehe....betapa malunya." ucap Maria begitu ingin menghapus kenangan itu. " Tapi bagaimana aku ? Aku mencintaimu Rama, aku harus berani demi cintamu. Kalau aku bersembunyi terus, bagaimana mungkin Rama bisa mencintaiku ? Sudah saatnya aku mengaku kepada Rama kalau aku yang mengirim surat puisi cinta itu." Maria kembali menatap surat beramplop pink yang berisikan puisi cinta untuk Rama. Dengan ragu-ragu Maria memasukan surat itu ke dalam buku cerita yang akan ia pinjamkan kepada Adel. Adel telah cerita padanya kalau Rama lah yang selalu membacakan cerita itu sebelum tidur saat Adel ada di rumah. Jadi menurut Maria besar kemungkinan Rama akan menemukan surat itu ketika membacakan cerita buat Adel.


" Aku harus berani menerima kenyataan walaupun itu pahit, jika ternyata Rama tak mencintaiku." ucap Maria berusaha meyakinkan hatinya.


" Bu guru, Mana cerita buat Adel? " Adel tiba-tiba muncul di balik pintu. Maria tersenyum melihat Adel. " Adel sudah mau pulang ? Ini cerita yang ibu janjikan." ucap Maria menyerahkan buku cerita kepada Adel.


" Asyik...! " ucap Adel senang. Ia kemudian memasukan buku cerita itu ke dalam tasnya.


" Adel pulang di jemput siapa ? " ucap Maria ingin tahu " Di jemput kak Rama. " jawab Adel jujur. Maria menarik napas panjang.


" Del...., jemputan datang." ucap bu Atik datang menemui Adel. " Iya bu " ucap Adel segera mencium tangan Maria dan Ibu Atik. " Sampai jumpa , bu '' Adel melambaikan tangannya keluar dari ruangan itu, Maria dan ibu Atik hanya menatap kepergian Adel.


Di luar nampak Rama sedang menunggu Adel dengan motornya. Adel berlari menghampiri Rama. " Del, kok lama ? " ucap Rama pada Adel. " Tadi Adel mau minjam buku cerita dulu sama ibu guru Maria." ucap Adel. " O....jadi selama ini Maria yang meminjami Adel buku cerita." ucap Rama dalam hati. Tiba-tiba Rama merindukan Maria " Del, bisa panggilkan ibu Maria enggak? Kakak pengen ketemu." ucap Rama pada Adel, Rama pengen mengenal Maria lebih dekat. Ia berniat ingin mengajak Makan siang sambil ngobrol. Emm.......pedekate. Sayang Adel menjawab dengan ketus. " Mau apa kakak cari ibu guru? Ingat kakak bilang apa dulu ? Bilang Adel enggak boleh ikut campur ......,Ingat.....! ADEL BILANG KAKAK BAKAL MENYESAL !" ucap Adel dengan nada marah. Rama menelan ludah, ia tak menyangka Adel ingat kejadian waktu pagi pada saat Rama menolak mengantarkan Adel ke sekolah. " Adel sayang, jangan marah dong, nanti kakak belikan coklat." ucap Rama merayu, ia terpaksa melakukan penyogokan. Adel menggeleng. " Kakak belikan es krim. Mau ya Del." ucap Rama menaikan harga sogokan untuk merayu Adel. Namun Adel kembali menggeleng. Rama hampir kehabisan akal. " Em...gini , gimana kalau kakak ngajak ibu Maria makan siang di warung nasi goreng kesukaan Adel bareng kita berdua. Ayo...., nanti kalau ibu Maria mau , malamnya kita jalan-jalan keliling kota bertiga naik kereta melihat pemandangan kota yang penuh lampu. Adel boleh ikut ." Rama terpaksa membujuk Adel dengan cara itu. Ia rela mengajak Adel, asalkan ia dapat mengajak kencan Maria. Walaupun sebenarnya lebih enak berduaan. Mata Adel langsung berbinar mendengar janji Rama.


" Janji ya.....?" ucap Adel memastikan. Rama mengangguk. Adel pun tersenyum. " Oke." ucapnya senang.


Adel kembali berlari ke sekolah mencari Maria, namun Maria tak ada. Maria sengaja bersembunyi dari Rama, Ia masih merasa malu untuk ketemu Rama. " Ada apa Del ? Ada yang ketinggalan ? " ujar bu Atik heran. " Ibu Maria mana bu ?" ucap Adel. " Baru saja pulang del , tidak lama setelah kamu pergi tadi. Kamu tidak ketemu ? " ucap ibu Atik heran. Adel menggeleng, ia kembali berlari keluar menghampiri Rama.


" Mana ibu Maria Del ? " ucap Rama tak sabar.


" Enggak ada kak, katanya baru saja pulang. " ucap Adel. " Aneh, aku tak melihat Maria keluar, padahal dari tadi aku di sini." ucap Rama dalam hati. " Em...terpaksa janjinya batal dulu yach. " ucap Rama membuat wajah Adel yang imut jadi cemberut. Rama pun jadi tak tega. " Adel sayang, Kakak janji asalkan kakak sudah berhasil ngajak ibu Maria pergi, Adel bakal kakak ajak bareng kakak dan ibu Maria. Sementara ini Adel boleh beli es krim. Gimana ? " bujuk Rama, Adel kembali tersenyum. Dengan cepat ia naik motor Rama di duduk di depan. Rama pun melajukan motornya. Rama menarik napas panjang karena gagal ketemu Maria.


Saat Rama asyik melaju, tiba-tiba Rama melihat Malati yang sedang berjalan habis keluar dari bekel motor. Meski Rama telah menolak cinta cewek itu, namun Rama dan Melati tetap bertegur sapa dengan baik. " Hai..... Mel ? " sapa Rama ramah. Cewek cantik itu pun tersenyum. " Hai Adel , Rama " ucap Melati berusaha menyapa. Adel pasang muka dingin atas sapaan melati. Adel memang susah bersahabat dengan siapa saja, karena bocah cilik itu punya sifat cuek . "Ada apa ? " ucap Rama. " Motor lagi mogok Ram, terpaksa jalan kaki cari tukang ojek untuk pulang ke rumah. " ucap Melati pada Rama. Sebenarnya Melati berharap Rama menawarkan bantuannya. Dan tentu saja itu berhasil karena Rama sangat baik hati. " Ikut aku saja, aku akan mengantarmu pulang." Tawar Rama tulus. " Apa tidak merepotkan Ram ? " ucap Melati. " Tidak apa-apa kok. Toh....rumah kita masih sekampung. Aku juga harus ngantar Adel pulang. Baru aku kembali ke kantor setelahnya." ucap Rama, Melati tersenyum senang. " Oke Ram, aku ikut kamu." ucap Melati naik di bonceng Rama. Melati begitu bahagia, ia berharap bisa mendekati Rama.


Rama kembali melajukan motornya. Melati yang di bonceng di belakang meletakan tangannya ke pinggang Rama. Sebenarnya Rama merasa risih, namun ia tak ingin Melati merasa terluka saat ditegur olehnya. Sedangkan Melati juga sengaja melakukannya semua itu, ia ingin terlihat mesra jika sedang bersama.


Sayangnya pemandangan itu dilihat oleh Maria yang melaju di belakang Rama. Rama tak menyadari kalau Maria berada dekat dengannya, karena ia fokus menatap ke depan.


" Dia kah pacarmu Rama ? " ucap Maria ketika melihat itu semua. Hatinya tiba-tiba merasa teriris sembilu. " Kok sakit sekali rasanya." ucap Maria hampir berkaca-kaca. " Ia memang pantas bersanding denganmu Rama. " meski pun hatinya sakit tapi Maria mengakui kalau Melati memang sangat cantik dan pantas menjadi pacar Rama. " Sepertinya aku bakal patah hati." ucap Maria, kini butiran bening mulai berloncatan di pipinya. Maria merasa menyesal telah menitipkan surat puisi cinta di buku cerita karena ternyata bagi Maria, Melati adalah pacar Rama.


Maria merasa kalah sebelum sempat menyatakan perasaannya. Apalah artinya dia di banding Melati. Melati seorang perawat yang sangat cantik dengan postur tubuh yang langsing dan semampai. Sedangkan dia punya postur tubuh yang pendek dan hanya seorang guru TK yang belum PNS. Betapa jauh ia di banding Melati.


Sebenarnya itu adalah kesalahpahaman. Cinta yang sejati tak pandang rupa. Bagi orang yang mencintai hati, maka ia tidak akan mempersoalkan wajah dan penampilan. Bagi orang yang mencintai, orang yang ia cintailah yang paling cantik. Maka dari itu cantik relatif, tergantung orang yang memandang. Kalau kamu bilang dia cantik belum tentu yang lain merasa begitu, mungkin ada yang merasa itu biasa saja atau mungkin ada yang bilang sangat cantik.

__ADS_1


Cinta itu datang datang dari Tuhan, bukan perasaan yang dipaksakan. Dan jodoh itu juga ditangan tuhan. Jadi berusaha dan berdoa, jangan patah semangat, raihlah cintamu.


Rama.....tengoklah kebelakang. Maria begitu dekat denganmu. Maria sedang sakit hati karenamu.


.........


Kau beri aku harapan


Namun harapan itu hampa


Kau beri aku senyuman


Namun senyum itu telah jadi milik orang


Kau beri aku cinta


Namun cinta itu hanya bayang-bayang


Dan kini terhempaskan


Hatiku yang baru saja berbunga


Dalam sekejap telah gersang


Hatiku yang penuh telaga cinta


Dengan seketika kering merontang


Tak ku salahkan kau


Walau hatiku remuk redam


Tak ku salahkan kau

__ADS_1


Karena aku yang salah mengartikan


Tak akan aku jadi ombak dalam kapal bahteramu


Tak akan aku jadi duri dalam mahligai kehidupanmu


Bila cinta itu datang


Dengan sekuat tenaga akan ku hapuskan


Bila wajahmu membayang


Dengan segenap jiwa akan kuhilangkan


Walau aku tak punya dirimu


Namun dunia masih besertaku


Dan iman ada dalam hatiku


Kulantunkan doa dalam sujudku


" Semoga kau bahagia selalu


Dan cinta yang tak terucapkan ini akan hilang bersama waktu."


........


Cerita bersambung dulu yach.


Nantikan episode selanjutnya


Terima kasih telah membaca cerita ini.

__ADS_1


__ADS_2