14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
BAB XXV PERASAAN RAMA


__ADS_3

Rama menatap Anggi penuh harap. Ia sangat menantikan jawaban Anggi. Karena jawaban Anggi adalah sebuah kunci terakhir untuk menemukan Maria yang menghilang. " Maria memang adalah temanku. " ucap Anggi akhirnya, wajah Rama berubah semakin cerah.


Anggi terkesima di buatnya, sehebat itukah kekuatan cinta, orang yang tampak pucat bisa cerah seketika. " Apakah kamu tahu dimana ia sekarang berada ? " ucap Rama tampak tak sabar. Anggi menelan slavinanya sendiri, bagaimana pun ia harus jujur pada Rama tentang semuanya. " Sebelum.....Anggi......


menjawabnya, Anggi...mau cerita.....dulu sama kak Rama. " ucap Anggi memberanikan diri, sejenak Anggi menatap Rangga, Rangga pun mengangguk memberi isyarat agar Anggi jujur pada Rama.


" Sebenarnya ini bermula saat pesta perkawinan kak Rangga ....." ucap Anggi bercerita, Rama pun mendengarkannya. Anggi bercerita tentang taruhan yang mereka buat untuk menguji Maria dengan target taruhan Rama, dimana Maria akan membuat Rama jatuh cinta dalam waktu 14 hari. Anggi juga menceritakan bahwa Maria mengaku kalah karena ia jatuh cinta pada Rama lebih dulu sebelum sempat membuat Rama jatuh cinta, bahkan kini Maria kini sedang patah hati karena merasa Rama sudah mempunyai orang yang lebih pantas untuk dicintai dibanding dirinya dan bertekad untuk melupakan Rama dengan pergi jauh.


Rama menarik napas dalam-dalam mendengar cerita tersebut. Ia sudah mengerti mengapa Maria membuntutinya di mesjid hingga mengirimkan surat puisi cinta semua itu karena ia ingin mendapatkan cinta Rama yang semula hanya sekedar taruhan tapi kemudian menjadi cinta sungguhan. Dan Rama pun mengerti mengapa Maria menangis saat itu dan pergi begitu saja, itu karena ia menyangka Rama bersama Melati yang memang lebih pantas di samping Rama daripada dirinya. " Pada kenyataannya kita saling mencintai Maria, tapi kau malah meninggalkanku begitu saja. Seandainya kau mendengarkanku, mungkin saat ini kita telah bersama. " ucap Rama dalam hati.


" Kak Rama, maafkan Anggi. Anggi yang membuat tantangan itu. Maria hanya terpancing saja, ia bahkan kini patah hati dan terluka. " ucap Anggi penuh penyesalan. Rama tersenyum. " Tidak ada yang perlu di maafkan Anggi. Maria mencintaiku dan aku mencintai Maria, meskipun awalnya ini hanya sebuah taruhan tapi telah berubah menjadi kebenaran dalam cinta. Semua harus ada sebabnya dan harus ada yang memulainya. Bahkan aku harus berterima kasih padamu, jika bukan karena taruhan itu mungkin Maria tak akan mendekatiku dan aku tak akan mengenalnya. Aku tak akan tahu apa arti jatuh cinta. Bukan begitu Anggi ? " ucap Rama tulus. Mata Anggi membulat cerah mendengar perkataan Rama.

__ADS_1


" Kak Rama tidak marah ? Kak Rama memaafkan Anggi ? " ucap Anggi tak percaya, Rama tersenyum. " Tidak ada yang perlu dimaafkan tentu saja mana mungkin kak Rama marah padamu. " ucap Rama. Anggi menatap Rama dengan penuh kekaguman. " Bisakah kamu memberitahu di mana Maria berada ? " ucap Rama. " Kak Rama benar-benar mencintai Maria kan ? " ucap Anggi kembali meyakinkan dengan menatap mata Rama mencari kebenaran dan ia pun menemukannya. " Kau sangat beruntung Maria. Rama sangat mencintaimu. Aku turut berbahagia untukmu. Semoga kalian dapat bersatu." ucap Anggi dalam hati. Anggi tersenyum sambil menatap Rangga. Rangga mengangguk agar Anggi segera memberitahu di mana Maria berada. Anggi kemudian mengambil secarik kertas dari buku di dalam tasnya dan pulpen. Ia kemudian menuliskan alamat di mana Maria berada dan menyerahkannya pada Rama. Sejenak Rama membaca apa yang tertulis di kertas tersebut.


" Aku akan menemui mu Maria. Tunggulah aku. Aku akan datang dengan cinta untukmu. " ucap Rama dalam hati.


" Terima kasih Anggi, Rangga. Terima kasih untuk semuanya. " ucap Rama dengan mata yang berkaca-kaca. " Aku akan selalu mendukungmu bro. Raihlah cintamu." Rangga memeluk Rama terharu, matanya Rangga nampak berkaca-kaca pula. Rama yang semakin terharu mempererat pelukannya.


" Perjuanganmu akan manis pada akhirnya bro." ucap Rangga melepaskan pelukannya dan tersenyum. Anggi yang melihat pemandangan itu ikut terharu dan tanpa terasa ia ikut menangis. " Aku akan menangkapnya Rangga dan aku tak akan melepaskannya lagi. " ucap Rama sambil tersenyum pula. Rangga menepuk bahu Rama. " Tentu saja aku percaya, Pak Polisi pasti berhasil menangkap si pencuri hati." ucap Rangga. Mereka bertiga akhirnya tertawa kecil. " Oya ini fhoto Maria, kamu pasti akan merindukannya malam ini. " Rangga menyerahkan fhoto Maria yang ia pinjam dari Rama.


............


" Bagaimana keadaanmu Ram ? " tanya Maya sambil meraba kening Rama. Panasnya sudah menurun. " Rama sudah baikan ma, Adel mana ? " tanya Rama. " Baru saja tidur. Mama sudah bujuk dia supaya tidak mengganggu kamu yang sedang sakit. " ucap Maya.

__ADS_1


" Ma, ada yang ingin Rama sampaikan. " ucap Rama hati-hati. " Ada apa? " ucap Maya pura-pura tak tahu, sebenarnya Ia sudah tahu kalau Rama akan memberitahu ia tentang siapa yang telah membuatnya jatuh cinta. " Rama sedang jatuh cinta ma. " ucap Rama agak malu-malu. Mendengar itu tentu saja membuat Maya sangat antusias. " Betulkah Rama? Mah...akhirnya kamu jatuh cinta juga. " ucap Maya sambil mencubit pipi Rama. " Ah...mama, Rama bukan anak kecil lagi. " ucap Rama agak menghindar. " Maaf, mama sampai lupa kalau kamu bukan anak kecil lagi. Em...kalau boleh mama tahu siapa yang telah membuatmu jatuh cinta ? " ucap Maya penasaran. " Mama sudah kenal kok, namanya Maria. " ucap Rama jujur.


" Maria...? Maria gurunya Adel ? " ucap Maya tak percaya, Rama mengangguk. " Ah...sudah mama bilang kamu bakal menyukainya. Coba dari dulu kamu dengar kata mama, pasti mama bakal cepat dapat mantu. " ucap Maya bangga. " Iya, mama benar. " ucap Rama mengalah. Maya semakin merasa bangga. " Em...kapan kamu mengajak Maria kemari ? " ucap Maya tak sabar. Rama tertawa kecil. " Ram, kok kamu ketawa sih ? Mama serius. " ucap Maya agak marah. " Rama belum menyatakan cinta ma, Rama baru jatuh cinta. " ucap Rama. " Kenapa belum menyatakan cinta Ram ?" tanya Maya tak mengerti. " Saat Rama mau bilang cinta, ia sudah pergi tidak magang lagi. Jadi Rama harus mencarinya dulu. Ternyata ia tidak di kota ini tapi ke sini. " ucap Rama menyerahkan kertas yang di tulis alamat Maria oleh Anggi. Maya membaca alamat itu.


" Rama boleh mencarinya ma...? " tanya Rama penuh harap. " Kamu masih sakit. Apa tidak apa-apa ? " ucap Maya khawatir. " Rama sudah sembuh, Rama baik-baik saja. Justru perasaan yang di tahan yang membuat Rama sakit. " ucap Rama jujur. Maya tersenyum, ia mengerti bahwa Rama mengalami cinta pertama. Sakitnya lebih banyak karena pikirannya terganggu masalah cinta, andai kondisinya sedang stabil soal kehujanan tentu tak akan membuatnya demam. Maya tahu anaknya tidak gampang sakit dan cepat pulih jika sakit. Kondisi tubuh anaknya sudah sangat terlatih.


" Jika kamu ingin pergi, pergilah. Mama selalu mendukung dan mendoakanmu." ucap Maya memberikan semangat. " Terima kasih, ma. " ucap Rama bahagia. " Raihlah cintamu Ram. Mama merestuimu. " ucap Maya sambil menggenggam tangan Rama. " Terima kasih mama. Mama adalah mama yang terbaik. " puji Rama tulus. " Cepat tidur dan pulihkan tenagamu, karena besok kau akan pergi menemui Maria. " ucap Maya tersenyum kemudian meninggalkan kamar Rama. Rama mengantar Maya sampai pintu kamar. Ia kemudian mengunci pintu kamar lalu berbaring kembali.


Rama menatap fhoto Maria. " Aku tak sabar bertemu denganmu. Kamu tahu betapa aku merindukanmu. Jangan pergi dariku, aku sangat mencintaimu Maria. " ucap Rama mencium fhoto tersebut dan kemudian memejamkan matanya.


Mimpi indah Rama. Besok bersemangatlah menemui kekasihmu. Nyatakan perasaanmu dengan tulus. Hilangkan kesalahpahaman yang ada. Dekaplah ia dalam pelukanmu. Curahkanlah Rasa cintamu. Jadikanlah mimpimu menjadi kenyataan. Berbahagialah dalam cinta.

__ADS_1


Bersambung. Jangan lewatkan ceritanya, ketika Rama menyatakan cinta. Dan kamu akan merasakan betapa romantis cinta mereka.


Terima kasih, masih setia dengan cerita ini.


__ADS_2