
Sore hari sepulang kerja, Rangga melihat-lihat fhoto album pernikahannya, ia mencari fhoto Maria. Dan memang benar, Rangga pun menemukanya. Ada sebuah fhoto dimana Rangga dan istrinya berfhoto dengan Anggi dan teman-temannya. Dan di antara teman-teman Anggi tentu saja ada Maria. " Ha ...benar, ia memang temannya Anggi. Sebaiknya aku menemui Anggi. " Rangga bergegas pergi hendak menemui Anggi di rumah orang tuanya. Isteri Rangga bingung melihat suaminya baru pulang pergi lagi. " lho mas kok pergi lagi ? " tanya Anyi heran. " Aku mau ketemu Anggi. " ucap Rangga sebelum melaju dengan motornya. Anyi hanya memandangi kepergian Rangga dengan perasaan yang masih keheranan.
Sesampai di rumah orang tuanya, Rangga segera mencari Anggi yang kebetulan ada di rumah. Tampak Anggi tengah sibuk membaca buku pelajaran psikologi anak. Rangga menghampiri Anggi. " Tumben kakak kemari. Ada apa ? " Tanya Anggi heran. " Kakak mau nanya sesuatu ke kamu. " ucap Rangga. " Tanya apa ? " ucap Anggi menatap kakaknya. " Apa kah kamu kenal cewek ini ? " Rama menunjukan fhoto Maria yang ia dapat dari Rama. Anggi melihat fhoto tersebut tentu saja terkejut, ia merasa heran dari mana kakaknya dapat fhoto itu. Namun di hadapan kakaknya Anggi pura-pura tak kenal dengan cewek yang ada di fhoto itu. " Enggak kenal tuh. " jawab Anggi datar. " Jangan bohong sama kakak , dia temanmu kan ? " ucap Rangga kemudian memperlihatkan fhoto ketika mereka berfhoto bareng bersama saat pesta perkawinan sebagai bukti Anggi mengenal Maria. Anggi menarik napas dalam-dalam, ia tak mungkin berbohong di hadapan Rangga.
Memang seorang polisi susah banget untuk di bohongi, soal mengintrogasi pasti paling jago.
" Memang kenapa kalau aku mengenalnya ? Bukankah kakak enggak pernah perduli dengan teman-temanku ? " ucap Anggi agak ketus. Rangga menarik napas dalam-dalam. Memang itu adalah kesalahannya yang jarang menyapa apa lagi bicara dengan teman-teman Anggi, biasanya Rangga cuma tersenyum saat berpapasan. " Anggi jangan bicara begitu, kau tahu kan kakak orangnya pendiam dan pemalu jika bicara sama cewek. " ucap Rangga beralasan. Anggi pasang muka cemberut.
" Anggi, seorang polisi tidak bisa cengengesan, apalagi merayu sama cewek. Mereka harus menjaga kehormatan seragam mereka, jadi bukannya mereka sombong. Coba kamu yang bicara duluan, kami para polisi ramah kok. " ucap Rangga kembali mengemukakan alasan. Anggi menarik napas dalam-dalam, hatinya mulai melunak. " Cewek itu memang teman Anggi namanya Maria Adelita Putri. " ucap Anggi akhirnya jujur. Rangga tersenyum mendengarnya. " Sekarang di mana dia ? " tanya Rangga lagi. " Untuk apa kakak tanya itu ? " tanya Anggi kali ini nadanya lebih lembut
" Ini sangat penting, Anggi. Rama sedang mencari Maria. " ucap Rangga. " Untuk apa mencari Maria setelah melukai hatinya ? " ucap Anggi mulai emosi lagi. " Terjadi salah paham rupanya pantas Maria pergi menghilang tanpa meninggalkan jejak. " ucap Rangga dalam hati.
__ADS_1
" Ini salah paham Anggi, mana mungkin Rama melukai hati Maria karena ia jatuh cinta pada Maria. " ucap Rangga memberitahu. Ucapan Rangga membuat Anggi sangat terkejut. Buku yang ia baca pun terjatuh. " Rama jatuh cinta pada Maria ? " ucap Anggi tak percaya. " Jadi Maria betul-betul berhasil membuat Rama jatuh cinta dalam waktu 14 hari. " ucap Anggi tanpa sengaja. Giliran Rangga yang terkejut dengan perkataan Anggi. " Anggi, apa maksudmu membuat Rama jatuh cinta dalam waktu 14 hari ? " ucap Rangga menatap tajam. Anggi terdiam, ia menyesal mengatakannya. Namun semuanya sudah terlanjur, Rangga mendengar perkataannya. " Jangan bilang kalian taruhan tentang ini. Masalah hati jangan kalian permainkan, bisa menelan korban tau ! " Rangga tampak marah sekali. Anggi begitu gugup melihat Rangga yang marah.
" Iya..., Anggi......mengaku... salah, Anggi...yang membuat... tantangan itu. Ide ....membuat jatuh cinta polisi itu... datang dari.. Anggi. Dan kini ...Maria juga...... jadi.... korban. Ia..... juga jatuh cinta... beneran dengan...Rama. Kini....ia patah hati. Bahkan ia rela ...menjauh dari.... kota ini, supaya...bisa melupakan Rama " ucap Anggi kini terisak, ia betul-betul tak menyangka kalau akan berakhir begini. " Anggi kamu....ah. " Rangga begitu ingin marah, namun ia tahan. Percuma ia marah sekarang, semua tak akan menyelesaikan masalah. " Coba kamu cerita dari awal. " ucap Rangga mencoba bijaksana.
Anggipun mulai bercerita. " Ini di mulai di saat perayaan pesta perkawinan kakak. Teman-teman kakak yang selalu cuek membuat kami berpikir bahwa tak mungkin cewek seperti kami bisa membuat jatuh cinta seorang polisi. Tapi Maria tidak berpikir demikian, dia bilang cinta itu dari Tuhan, jadi tidak ada yang tidak mungkin. Karena Maria berpikir begitu, tiba-tiba muncul ide di kepalaku untuk menantangnya membuat jatuh cinta seorang polisi. Maria menerima tantangan itu. Dan menjatuhkan pilihannya pada Rama. Ia bertekad akan membuat Rama jatuh cinta dalam waktu 14 hari. Namun belum sempat 14 hari, Maria mengaku kalah karena ia benar-benar jatuh cinta sama Rama tapi ia berkata ia tak pantas untuk Rama dan harus melupakannya. Belakangan Maria cerita kepadaku bahwa Rama sudah mempunyai seseorang, ia melihatnya dengan mata kepalanya sendiri. Maria patah hati dan kehilangan kepercayaan diri bahkan ia terpaksa pergi ke desa terpencil meninggalkan kota ini hanya untuk melupakan Rama. Aku sungguh menyesal kak. " ucap Anggi sambil menghapus air matanya.
" Cinta bukan untuk dipertaruhkan Anggi. Cinta adalah perasaan yang sangat sakral, bukan untuk main-main. " ucap Rangga, ia telah memahami apa yang terjadi antara Rama dan Maria. " Sekarang dimana Maria ? " tanya Rangga. " Maaf kak, aku sudah janji pada Maria untuk tak bilang di mana ia berada. " ucap Anggi jujur. Ia memang telah berjanji pada Maria demikian. Rangga menarik napas dalam-dalam. " Anggi, kakak saran kan kau ingkari saja janji itu. Pertimbangkan baik buruknya. Karena menurut kakak, kesalah pahaman harus diluruskan. Mereka sebenarnya saling mencintai. Jika kau tetap pada janji itu, selamanya mereka dalam kesalahan dan kesedihan padahal mereka bisa bahagia bersama. Ini kesempatanmu memperbaiki kesalahanmu. Kamu juga sebaiknya minta maaf sama Rama karena telah menjadikannya target taruhan kalian. Aku rasa, Maria akan memaklumi jika kamu mengingkarinya. Ini demi Rama juga demi Maria. " ucap Rangga.
Anggi tampak memikirkan perkataan kakaknya, ia juga menarik napas dalam-dalam. " Bawa aku menemui Rama, kak !" putus Anggi tiba-tiba. Ia ingin melihat keadaan Rama secara langsung. Rangga pun mengangguk. " Ayo kita ke sana. " ajak Rangga segera. Rangga dan Anggi pun pergi ke rumah Rama.
Rangga dan Anggi pun masuk ke dalam kamar Rama yang memang terbuka. Di dalam kamar nampak Rangga sedang duduk membaca Al-qur'an. Hati Anggi terenyuh, ia tak menyangka Rama begitu merdu membacanya, walau suara Rama tak begitu nyaring namun cukup jelas untuk di dengar. Saat itu Rama membaca surah Ar- Rahman. Surah yang menceritakan begitu banyak nikmat yang di berikan Tuhan kepada umat manusia, karena Tuhan adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Rangga dan Anggi menatap dengan penuh kekaguman.
__ADS_1
Rama yang melihat kedatangan Rangga dan Anggi segera menghentikan aktifitasnya. Ia mengakhiri membaca Al- qur'an. Rama mencium Al-qur'an tersebut dan kemudian meletak kannya di rak paling tinggi meja belajarnya. " Masuk Rangga, Anggi. " sapa Rama ramah. Rangga dan Anggi pun masuk ke dalam kamar dan mereka bertiga pun duduk di bibir ranjang Rama.
" Maaf Anggi jadi merepotkan kamu. Apa kamu benar berteman dengan Maria ? Dan apakah kamu tahu di mana ia berada sekarang ini ? " tanya Rama tanpa basa-basi. Sejenak Anggi menatap wajah Rama yang tampan. Wajah yang tampak pucat. " Ya...Tuhan, haruskah aku mengingkari janjiku pada Maria ?" ucap Anggi dalam hati. Hatinya kini dalam kebimbangan.
BERSAMBUNG. Bagaimana cerita selanjutnya. Akan kah Anggi melanggar janjinya ? Dan Bagaimana reaksi Rama ketika ia mendengar cerita Anggi bahwa ia selama ini adalah target taruhan ?
Tetaplah dengan cerita ini. Dan dukung aku yach. Terima kasih.
.........
Janganlah berprasangka buruk terhadap seseorang sebelum kamu benar-benar mengenalnya lebih dahulu. Jangan menjadikan cinta sebagai taruhan karena itu akan melukai kita pada akhirnya. Cinta adalah perasaan yang sakral, jangan permainkan perasaan itu.
__ADS_1
Membaca Al-qur'an adalah obat untuk menenangkan hatimu. Kamu bisa mencobanya di kala hati mu sedang gundah dan sakit hati. Cobalah....bagi yang sedang dalam masalah.
.....