14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
BAB XXXIII BIDADARI HATIKU


__ADS_3

Maria dan Rama pun sampai di tempat yang di tuju. Sesampai di sana tentu saja mereka di suguhkan pemandangan alam yang memukau. Maria sangat senang sekali. Ia hampir tak percaya ia akan ke sana untuk pertama kali bersama kekasihnya. Sejenak Maria memenjamkan matanya, sambil menghirup udara yang masih bersih dan sejuk serta mendengarkan kicauan burung yang merdu. Maria seakan-akan ingin menyatu dengan alam. Bagi suku dayak tempat ini di anggap suci. Sungguh suasana alam yang begitu asri.


Di tempat itu telah nampak para pengunjung yang juga berwisata. Rama memarkir motornya sambil membawa tas ransel dan menghampiri Maria berjalan di samping Maria. Rama menatap sekeliling, ia juga nampak mengagumi keindahan alam. Rama kemudian membayar tiket masuk. Setelah membayar tiket masuk mereka pun memasuki kawasan air terjun tersebut.



Ketika memasuki kawasan air terjun nampaklah jembatan gantung yang cukup panjang. Di kanan kiri jembatan nampak pepohonan yang tentunya menambah kesejukan. Jembatan gantung itu hanya berkapasitas 10 orang ( menampung beban ) jadi harus antri.



Rama dan Maria berpegangan tangan melewati jembatan tersebut. Begitu mesra mereka berdua laksana sedang berjalan di jembatan cinta. Setelah melewati jembatan dan berjalan beberapa saat sampailah mereka ke tangga yang menurun menuju air terjun. Suara riak air terjun mulai terdengar. Maria betul-betul tak sabar untuk sampai ke bawah. Namun Rama sama sekali tak mau melepaskan tangan Maria. " Ram..lepasin dong." rengek Maria. Rama menatap tajam ke arah Maria. " Kamu harus nurut aku, karena aku punya tanggung jawab jagain keselamatanmu. Aku enggak mau kamu jatuh. " ucap Rama tegas. Maria merengut mendengar perkataan Rama. " Emang...aku anak kecil sampai jatuh. " ucap Maria kesal. " Tuh kan ...kalau di tegur sudah ngambek minta ampun. " ucap Rama yang melihat kekasihnya kesal. " Habis Pak Polisi galak. " ucap Maria ketus. Rama akhirnya tertawa kecil. " Itu demi kamu juga sayang. Demi keselamatanmu. Jadi apa pun yang aku lakukan sekalipun aku marah itu tandanya aku sayang kamu. Sekarang kamu.....senyum yach." ucap Rama. Maria akhirnya tersenyum. " Gitu dong. Ayo kita turun ke bawah. " ucap Rama. Sambil berpegangan tangan, Rama dan Maria menuruni tangga menuju air terjun.



Dari bawah, pemandangan sudah begitu indah apa lagi saat sampai di bawah. Maria betul-betul tak sabar dan dengan cepat menuruni anak tangga. " Cepat Ram...ah....! " Maria terpeleset dan hampir terjatuh, untung Rama tak melepaskan pegangannya segera menarik Maria ke dalam pelukannya. Adegan itu di tonton hampir semua pengunjung yang lain. Para pengunjung pun ada yang senyum-senyum, ada pula yang berbisik-bisik. Maria jadi sangat malu di buatnya.


" Ram ...lepasin pelukannya." bisik Maria sambil mendengarkan detak jantung kekasihnya yang agak cepat namun beraturan. Rama memang masih merasakan sesuatu yang tak dapat di lukis kan saat memeluk cewek yang dicintainya itu, sesuatu yang meningkatkan adrenalinnya untuk lebih menuntut lebih dari itu, sehingga membuat hormon dopamin dan oksitosin meningkat pula. Hanya dengan bersentuhan dengan Maria saja yang membuat Rama begitu dan Rama sungguh tak dapat menguasainya.




__ADS_1



sedikit berbagi yach...., biar bisa memahami apa yang terjadi dengan Rama.


" Betul kan yang ku bilang. Kamu bisa jatuh." ucap Rama melepaskan pelukannya.


" Sekarang pelan-pelan jalannya dan fokus terhadap tangga. oke. " ucap Rama lagi semakin mempererat pegangannya.


Maria mengangguk dan menuruti Rama. Rama tersenyum sambil membelai kepala Maria yang di tutupi kerudung. Saat lewat di depan orang-orang yang menonton adegan mesra tadi, salah seorang dari orang tersebut menggoda Rama dan Maria. " Penganten baru yach." ucap mereka. Rama tersenyum dan mengangguk. Lebih aman mengaku begitu pikir Rama. " Iya Pak. " ucap Rama sopan. Sedangkan Maria yang masih malu memaksakan untuk tersenyum pula.


Setelah menuruni tangga mereka pun sampai di depan air terjun. Maria dan Rama terpesona melihatnya. " Indahnya...Ram. " ucap Maria tanpa sadar.


Sungguh pemandangan yang sangat indah, dan ada di bumi tercinta indonesia.




" Ya..mau mandi lah sayang." ucap Rama lembut. " Enggak boleh." ucap Maria cepat-cepat mengancing baju Rama kembali tanpa ia sadari, Rama menatap Maria dengan mesra. Tentu saja saat ini mereka sedang beradegan mesra karena begitu dekat. " Kenapa tidak boleh ? " tanya Rama penasaran. " Aku tidak mau orang lain melihat kamu enggak pake baju. " ucap Maria jujur. Rama tersenyum, " Ini kan bukan aurat sayang." bujuk Rama.


" Pokoknya enggak boleh. " ucap Maria lagi.


" Kenapa ? " tanya Rama dengan tatapan penuh selidik. " Jangan menatapku begitu Pak Polisi. Pak Polisi mau tahu alasannya...?" ucap Maria gemes. Rama mengangguk dengan polosnya.

__ADS_1


" Aku enggak mau mati karena cemburu. Puas...!" ucap Maria agak marah. Rama tersenyum senang. " Aku senang kamu cemburu." ucap Rama jujur. Ia kemudian menatap Maria. " Ram. .... , jangan menatapku, aku malu." ucap Maria tertunduk malu. Kini Rama tertawa kecil.


" Sekarang apa mau mu sayang." tanya Rama lembut. " Kita berendam kaki saja di bebatuan dekat sana." ucap Maria menunjuk tempat yang ia inginkannya.




" Baiklah, kalau itu keinginanmu." ucap Rama kembali meraih tangan Maria dan berjalan bersama menuju tempat yang di inginkan Maria.


Rama dan Maria kemudian duduk di bebatuan, sambil merendamkan kaki ke air. Maria menatap air terjun dari tempat itu. Ia juga melihat beberapa pengunjung yang mandi berenang di air terjun tersebut. Sedangkan Rama malah menatap ke dalam air di sekitar kaki mereka berdua. Saat menatap air yang jernih tersebut nampaklah bayangan wajah Maria. " Maria sayang, kamu tahu air terjun ini sangat istimewa karena membuat seorang bidadari turun ke bumi." ucap Rama. " Jangan bercanda Rama. Mana bidadarinya ? " ucap Maria penasaran. " itu di dalam air." ucap Rama. Maria melihat ke air di sekitar kaki mereka, dan tampaklah bayangan wajahnya yang ada di samping Rama. Bayangan itu cukup nyata karena airnya bersih dan jernih. Spontan wajah Maria langsung tersipu malu. " Ih....kamu gombal yach... ? " ucap Maria sambil mencipratkan air ke muka Rama. Rama mencoba menghindar. " Maria...kamu ...ah." ucap Rama mengangkat tangan melindungi wajahnya, namun Rama tetap basah. Maria tertawa lucu. " Awas ...kamu." ucap Rama kemudian membalas mencipratkan air ke muka Maria. Rama dan Maria saling membalas mencipratkan air, terjadilah perang air di antara mereka. Sesekali pecah tawa mereka. Maria dan Rama saling menertawakan. " Ah...Rama. Basah..." Maria mencoba menghindarinya namun gagal, dan hasilnya ia basah semua. Rama menertawakan Maria yang basah. Ditertawakan Rama membuat Maria terpancing tapi ia tak lagi mencipratkan air tetapi mendorong Rama ke dalam air yang masih dangkal. Walaupun dangkal tetap membuat Rama basah kuyup. Maria menghampiri Rama dan menertawakannya. Rama yang gemes di tertawakan Maria menarik tangan Maria dan Maria pun ikut terjatuh dan mendarat di tubuh Rama. Rama terkesima melihat wajah Maria yang basah. Tetesan air dari wajah Maria mendarat lembut di wajah Rama. " Kamu tahu siapa bidadari itu ? Kamu lah bidadari itu dan aku sama sekali tidak merayumu dengan rayuan gombal. Kamu adalah bidadari hatiku." bisik Rama lembut. Di belainya pipi dan bibir Maria, begitu ingin ia mencium pipi dan bibir tersebut. Maria tersipu malu dan bangkit dari tubuh Rama, ia gugup sekali. " Rama kamu bikin aku gugup melulu. Lama-lama aku takut aku yang khilaf. " ucap Maria dalam hati. Maria berusaha menenangkan hatinya yang di landa badai asmara. Kata-kata Rama betul-betul membuat hati Maria meleleh seketika. 😍😍😍💓💖💖


Rama pun bangkit sambil menarik napas dalam-dalam. Ia hanya bisa menahan keinginan hatinya. Saat ini ia tak mungkin mencium Maria. Kalaupun ia memaksa selain berdosa, Maria pasti akan marah besar dan mungkin akan berakibat buruk bagi hubungan mereka berdua. Yang sabar ya Rama....sebentar lagi halal kok.....,😊😊😉 Tapi....kamu harus waspada soalnya kamu punya saingan, hati-hati kena tikung. Makanya tergesa-gesa, ujungnya malah bertengkar. Lebih baik pelan-pelan saja, banyak bersabar dan waspada. Betulkan......? 🤗🙊


Rama mengambil jaket dari tas ranselnya yang ia letakan di bebatuan. Ia kemudian menghampiri Maria dan menutup bahu Maria dengan jaket tersebut. Maria memberanikan diri menatap kekasih nya itu. " Kamu basah sayang, nanti kamu sakit. " ucap Rama lembut. " Kamu gimana ? Aku juga tak mau kamu sakit kok " tanya Maria balik. " Aku kan laki-laki, aku seorang polisi. Latihan fisik itu sudah biasa. Lagian aku tak mau ada orang selain aku yang menatap tubuh pacarku yang basah kuyup. Karena itu sangat menggoda." ucap Rama jujur. Maria tertunduk semakin malu. " Kamu itu milikku nona. Tolong kamu jaga dirimu untukku. " ucap Rama lembut. Hati Maria semakin meleleh. 💖💖💖💖💖💗💗💗💗💗


" Em....kita naik rakit yuk..." ajak Rama tiba-tiba.


" Serius...?" ucap Maria tak percaya. Rama mengangguk. " Wow....! tapi aku enggak bisa berenang kalau jatuh. " ucap Maria agak sedih, ia takut bakal ngerepotin Rama. " Aku akan jagain kamu. " ucap Rama. " Apa aku tidak merepotkan kamu ?" tanya Maria ragu. " Ya tidak lah sayang, jangan pikir yang macam-macam. Oke." ucap Rama memencet hidung Maria dengan gemesnya. Ia kemudian meraih tangan Maria berjalan menuju tempat menyewa rakit.



Nah....ini yang namanya rakit, terbuat dari bambu. Enggak kalah seru lho....sama berdayung sampan. Em... bayangkan jika Maria dan Rama ada di atas rakit tersebut. 🤔🤔🤔💞💞💞💞

__ADS_1


BERSAMBUNG


Tetaplah bersama cerita ini. Terima kasih sudah setia.


__ADS_2