14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
BAB XV SALAH PAHAM


__ADS_3

Ini hari ke 9 dari 14 hari, tinggal 5 hari lagi.


Pukul 7.00, Rama begitu rapi di depan kaca . Wajahnya yang tampan begitu bersinar, mata Rama berbinar-binar cerah. Rama bersenandung lagu cinta. Ia pun tersenyum di muka cermin. " Aku akan jadikan kamu kekasihku Maria, tunggu aku oke. " Rama merapikan rambutnya dan memakai topi polisinya. Em...tambah tampan saja kau Rama, pasti sulit untuk menolak pesonamu.


Rama pergi ke ruang tamu, nampak Pak Ali , Maya, dan Adel sedang menyantap sarapan pagi. " Pagi....mama, papa, Adel." sapa Rama.


" Em ....ceria sekali. " ucap Maya menatap putranya, lalu mengerutkan kening. " Tumben Rapi , pake farfum lagi. Jadi curiga mama." ucap Maya dengan tatapan penuh selidik.


" Ah...mama, curiga melulu. Dari dulu Rama itu sudah cakep end wangi...." ucap Rama tersenyum. " Tapi ....kali ini pokoknya lain deh." ucap Maya. " Sudah ma...., namanya juga anak muda." bela pak Ali. " Tuh kan ma, dengar kata papa." Rama kembali tersenyum penuh kemenangan, Maya langsung cemberut di buatnya. Rama pun memakan sarapannya dengan lahapnya.


" Ma...., biar Rama saja yang mengantarkan Adel ke sekolah." ucap Rama sesudah menyelesaikan sarapannya. Maya terkejut, enggak biasanya Rama menawarkan diri mengantar Adel. " Biasanya kamu menolak mengantar Adel ? Mengapa tiba-tiba kamu.....?" ucap Maya menatap Rama. " Em.....mama curiga lagi deh. Apapun yang Rama lakukan semua demi kebaikan , oke.....?" ucap Rama meyakinkan.


" Tidak perlu Ram, mama juga sedang tidak sibuk. Jadi mama saja yang mengantar Adel." ucap Maya memancing. " E......jangan ma...., Rama saja. Rama masih terhutang janji sama Adel, ya kan del ? " Rama mencari dukungan Adel. Adel mendelik ke arah Rama, Rama memberi isyarat agar Adel mendukungnya. Adel pun mengangguk. " Kak Rama janji belikan Adel coklat dan es krim, lalu pulang sekolah makan nasi goreng. " ucap Adel membela, Maya betul-betul tak berkutik di buatnya. Rama tersenyum. " Ayo Del, kita berangkat ! " ajak Rama, di ikuti Adel. Adel dan Rama kemudian mencium tangan Maya dan pak Ali. " Hati-hati di jalan Ram. " ucap Maya berjalan mengiringi Rama dan Adel sampai ke depan pintu rumah.


" Ya ma, Dah...." ucap Rama kemudian melajukan motornya. Maya melambaikan tangannya, yang dibalas dengan lambaian pula oleh Adel. Maya pun menatap kepergian Rama dan Adel. Sebenarnya di hati Maya masih di penuhi kecurigaan karena hari ini Rama tampak begitu berbeda, namun perasaan itu segera di tepisnya.


Sesampai di sekolah Adel, seperti biasa Adel di sambut guru-guru di pintu gerbang dan melakukan yel-yel. Setelah itu Adelpun masuk ke dalam sekolah.


Rama belum beranjak pergi, Matanya mencari keberadaan Maria, namun cewek itu tak tampak. Dengan malu-malu , Rama pun menghampiri ibu Atik. " Ada apa nak Rama ? " tanya bu Atik. " Bolehkah saya menyaksikan kegiatan bercerita lagi." ucap Rama dengan masih malu-malu. " Nak Rama suka ? " tanya bu Atik. Rama mengangguk. " Ya, jika ibu tak keberatan. " ucap Rama dengan sopan. " Tapi ibu Maria belum datang, enggak biasanya dia terlambat. " ucap ibu Atik. Memang Maria tak pernah terlambat dalam melaksanakan tugas. Maria selalu bekerja dengan penuh tanggung jawab. Namun kali ini terpaksa Maria lakukan, karena ia tak ingin bertemu Rama. " Bolehkah saya menunggu ? sebenarnya ada sesuatu yang ingin saya sampaikan sama ibu Maria. " ucap Rama akhirnya mengaku. " em ....Ada hal apa yang perlu di sampaikan nak Rama ? " tanya bu Atik yang membuat Rama gugup seketika. " Em....soal....soal......." Rama pun salah tingkah, ia tak sanggup mengatakannya . Ibu Atik pun tersenyum, ia dapat melihat kalau Rama sedang jatuh cinta pada Maria. " Tidak apa-apa nak Rama, silahkan tunggu. Tapi saya minta maaf tidak bisa menemani nak Rama, saya harus mengajar. " ucap ibu Atik. " Tak apa-apa bu, sebenarnya saya yang harus minta maaf, telah mengganggu ." ucap Rama sopan.


" Saya tinggal dulu nak Rama. Silahkan duduk di bangku panjang itu. " ucap ibu Atik " Terima kasih bu. " ucap Rama tersenyum. Ibu Atik kemudian meninggalkan Rama.


Hampir 2 jam Rama menunggu, namun Maria tak kunjung datang. Rama betul-betul gelisah.


" Di mana kau Maria ? " Rama menarik napas panjang. Tiba-tiba hp Rama berbunyi, Rama pun mengangkatnya karena itu dari Sigit .


" Hello..... Ram , kau dimana ? " ucap Sigit. " Aku sedang di perjalanan. Memang ada apa ? " ucap Rama berbohong. " Aku mencari jadwal patroli kita. " ucap Sigit. " O ....iya, jadwalnya sama aku, Git. Aku tak merasa membawanya pulang, Oke aku akan ke sana. " ucap Rama merasa bersalah. " Wah....kok di bawa pulang sih. Kami tunggu Ram." ucap Sigit kemudian menutup telepon nya. Rama tersenyum mendengar suara Sigit yang agak kesal, Rama tahu meskipun ia sering membuat Sigit kesal namun rasa kesal Sigit cuma sebentar.

__ADS_1


" Baiklah, pulang nanti ketika jemput Adel. aku akan kembali menemuimu Maria. " ucap Rama dalam hati, Ia pun meninggalkan tempat itu.


Rama melaju kan motornya . Tepat di depan kantornya yang berseberangan rumah sakit. Rama bertemu dengan Melati yang baru datang dari arah lain menuju rumah sakit. Melati tersenyum ke arah Rama dan menyapa. " Hai..


Ram...." Rama pun menoleh dan tersenyum. Wajah Rama nampak semakin tampan saat tersenyum membuat Melati gagal fokus sehingga kakinya pun terkilir, Melatipun terjatuh. " Ah.......!" rintih Melati kesakitan.


Rama yang melihat kejadian itu tentu saja berlari menghampiri Melati dan menolongnya. Sementara beberapa pengunjung rumah sakit yang kebetulan melihat, hanya diam saja karena bagi mereka sudah ada Rama yang menolong, dan kejadiannya cuma kaki yang terkilir.


Namun kesempatan itu tak di sia-siakan Melati. Ia pura-pura kakinya sangat sakit di depan Rama, ia ingin Rama berbuat sesuatu padanya. " Bagaimana ? " tanya Rama khawatir. " Sakit Ram..." ucap Melati berbohong. Rama menuntun Melati menuju trotoar jalan, namun Melati tak ingin hanya dituntun, ia pun beradegan meringis kesakitan dan merangkul bahu Rama. Rama yang tak menyadari itu disengaja semakin mengkhawatirkan Melati, lalu mengangkat tubuh Melati menuju UGD yang tak jauh dari tempat itu.


Sayang kejadian mesra itu di lihat Maria yang kebetulan lewat di jalan yang sama dengan mengendarai motor. Maria sedang menuju TK Kemala. Maria tak menyangka bertemu Rama dan Melati. Ia sangka Rama telah berada di kantor karena sudah pukul 09.30 pagi. Maria cepat-cepat menutup kaca helm nya, agar tak terlihat oleh Rama. Saat itu Rama juga tak menyadari kehadiran Maria karena fokus dengan Melati yang kesakitan.


Begitu terpukulnya Maria melihat kejadian itu. Rasa cemburu, sedih dan patah hati bercampur jadi satu. Hatinya begitu terluka bahkan ingin Marah. Tapi kepada siapa ia berhak marah ? ia bukan siapa-siapa, ia sama sekali tak punya hubungan dengan Rama. Jangankan pacar teman pun bukan. Jadi ia tak punya hak untuk marah.


Mata Maria mulai memanas, tanpa bisa di tahan butiran bening berloncatan di pipinya. Dan hatinya semakin teriris tak kala melihat Melati yang di angkat Rama, mengalungkan kedua tangannya di leher Rama, Mata Melati tak lepas-lepas menatap wajah Rama yang tampan. Mereka begitu sangat dekat. Perasaan Melati tentu saja sangat bahagia dan berdebar saat sangat dekat dengan Rama. Tentunya deruan napas Rama dapat dirasakan oleh Melati juga detakan jantung Rama tentunya di dengar oleh Melati. Maria pun dapat merasakan bagaimana perasaan Melati saat berdekatan dengan Rama. Karena ia pernah merasakan seperti itu saat ia tanpa sengaja jatuh ke pelukan Rama.


Sungguh sangat serasi cantik dan tampan. Seorang cowok berpakaian polisi dengan seorang perawat yang berpakaian putih-putih. Di tambah adegan mesra laksana adegan flm romantis yang begitu memanjakan mata.


.........


Cinta yang terpendam diantara gelora asmara yang menghantam


Yang tersisa hanya rasa sakit yang tak tertahankan


Mengapa harus jatuh cinta padamu? jika cinta itu hanya untuk terlukakan.


Mengapa harus bertemu denganmu ? jika harus melupakanmu

__ADS_1


Aku ingin menangis


Tapi telah kering


Ingin teriak tapi tersekat


Mengapa kamu menggores


Hingga hati teriris


Walau batin menangis


Tapi aku bukan pengemis


Bukan pula sekarat hanya untuk cinta yang berkarat


Mengapa ada cinta


Di antara hati yang tak pernah menyatu


Aku merasa sedih mencintaimu ....


Aku harus melupakanmu untuk selamanya.


..........................


Rama....kau harus tahu bahwa saat ini Maria sedang sakit hati. Karena itu akan berakibat buruk bagi kalian berdua. Kesalah pahaman yang terus menerus akan merusak segalanya . Dan mengubah orang yang seharusnya saling mencintai malah merasakan cinta yang menyakitkan.

__ADS_1


Yah....cinta ia bisa berubah dari rasa nyaman dan bahagia menjadi rasa sakit dan penderitaan. Jangan remehkan cinta..


Bersambung.


__ADS_2