14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
BAB XLI KAMU BERHUTANG MAKAN BERSAMA DENGANKU


__ADS_3

Para tenaga suka rela tengah berkumpul menyantap hidangan makan malam. Nampak Dokter Aldi berjalan bersama dokter Alfi memasuki ruangan tersebut. Wajah dokter Aldi terlihat sangat segar karena telah selesai beristirahat dan mandi. Dokter muda itu tarlihat sangat tampan. Di sampingnya nampak dokter Alfi yang juga terlihat tampan. Dua orang dokter tampan itu betul-betul sanggup membuat para cewek menatap dengan menahan gemes pada keduanya.


Mata dokter Aldi menyapu ruangan tersebut, ia tentu saja mencari Maria cewek yang kini sedang ia kejar cintanya. Namun cewek yang di carinya. sama sekali tak kelihatan. Sebenarnya Maria mulai berusaha menghindari dokter Aldi. Ketika melihat dokter Aldi memasuki ruang makan Maria malah bersembunyi dan lebih memilih membantu mereka yang ada di dapur.


Dokter Aldi yang menyadari Maria tak ada, segera berjalan menuju dapur. " Kemana Di ? " tanya dokter Alfi. " Duluan saja Fi..., nanti aku menyusul. Aku ingin mencari Maria di ruang dapur... " ucap dokter Aldi mengedipkan matanya ke arah dokter Alfi. Dokter Alfi yang paham maksud dokter Aldi yang sengaja mencari Maria karena ingin berduaan dengan Maria, hanya bisa menggeleng-gelengkan kapalanya.


Dokter Aldi tersenyum ke arah dokter Alfi sebelum pergi meninggalkan tempat itu menuju ruang dapur. Ketika sampai di ruang dapur tentu saja dokter Aldi melihat Maria sedang mencuci peralatan memasak.


" Di sini kamu rupanya. " ucap dokter Aldi dalam hati. Dia segera menghampiri Maria dan membantu Maria mencuci peralatan memasak tersebut. Bukan main terkejutnya Maria melihat dokter Aldi ada di sampingnya bahkan membantunya mencuci peralatan memasak.


" Ah...pak dokter...., tidak perlu membantu, nanti pak dokter kotor bajunya." ucap Maria cemas melihat dokter Aldi membantunya. " Tak apa biar cepat selesai..." ucap dokter Aldi cuek.

__ADS_1


" Ih..tuh kan basah..." dengan gerak refleks, tanpa sadar Maria meraih tangan dokter Aldi. Ia kemudian menggulungkan kemeja lengan panjang dokter Aldi agar tak basah. Dokter Aldi tersenyum senang melihat Maria melakukan itu. Matanya sibuk menatap wajah Maria dan berakhir di bibir Maria yang hampir saja ia cium mesra. Dokter Aldi menelan slavina sendiri, hati nya betul-betul ingin mengemut lembut bibir orang yang dicintainya tersebut. " Angkat wajahmu Maria. Ayolah...Maria, aku betul-betul ingin menciummu. Cintaku akan ku ungkapkan lewat ciuman itu." ucap dokter Aldi dalam hati. Dokter Aldi mulai merasakan jantungnya berdebar menahan gejolak perasaannya.


Dan.....Maria pun menongakan kepalanya menatap dokter Aldi. Mata mereka pun saling bertemu. Dokter Aldi menatap Maria dengan penuh kelembutan, Maria tentu saja sangat gugup dibuatnya. Perlahan-lahan kembali dokter Aldi ingin mencium bibir Maria. Maria bertekad akan menolak ciuman itu. Namun belum sempat Maria melakukan penolakan. Lana yang juga mencintai Maria masuk ke ruangan tersebut. Lana langsung terbatuk melihat posisi Maria dan dokter Aldi yang begitu dekat bahkan hampir mencium Maria.


" ukh...ukhu ...ukhu..."


Ciuman dokter Aldi kembali batal. Sedang wajah Maria begitu pucat melihat Lana ada di tempat itu. " kak Lana...aku cuma...." ucap Maria mencoba menjelaskan agar tak salah paham. Namun Lana nampak sangat kesal, api cemburu tampak terlihat dari wajahnya. " Tak perlu kau jelaskan..." ucap Lana dengan ketus. Dokter Aldi tersenyum melihat kecemburuan di wajah Lana. " Yah...kamu tak perlu menjelaskannya Maria. " bisik dokter Aldi mesra. Ia kemudian meraih tangan Maria dan mengajaknya keluar dari tempat itu. Maria yang masih bingung atas kejadian itu terpaksa mengikuti dokter Aldi.


" Biar saja ...ia salah paham pun tak apa. Sekarang kamu tak perlu memikirkannya. Bukankah kamu ingat, kamu berhutang makan bersama dengan ku ? " ucap dokter Aldi mengedipkan matanya ke arah Maria. Maria tak berkutik di buatnya. Ia memang berhutang makan bersama dengan dokter Aldi. Dengan pasrah Maria mengikuti dokter Aldi.


Dokter Aldi dan Maria memasuki ruang makan. Tangan dokter Aldi masih menggenggam tangan Maria. Sejenak orang-orang terpaku melihat dokter Aldi dan Maria datang bersama sambil berpegangan tangan. Beberapa dari mereka nampak berbisik-bisik. Beberapa orang lagi menatap dengan iri. Maria merasa risih diperhatikan seperti itu. Sungguh ia ingin menghilang saja rasanya. Dokter Aldi semakin erat menggenggam tangan Maria seakan ingin memberikan kekuatan pada Maria agar Maria tak merasa risih bersama nya.

__ADS_1


Dokter Alfi tersenyum melihat dokter Aldi dan Maria nampak datang bersama. " Hai...." sapa dokter Alfi. Maria tersenyum ke arah dokter Alfi. " Selamat malam dok..." ucap Maria ramah. Dokter Alfi membalas senyum Maria dengan tersenyum pula. " Selamat Malam. Ayo makan bersama..." ajak dokter Alfi dengan penuh keramahan pula. " oh...silahkan dok." ucap Maria pada dokter Alfi. Maria menatap dokter Aldi. " Saya ambilkan makan dulu dok..., dokter mau makan apa...? ada ikan goreng, ayam goreng, sayur bening, oseng-oseng kangkung dan mie ?" tawar Maria kepada dokter Aldi. Sejenak dokter Aldi berpikir. " Ikan goreng, sayur bening , oseng-oseng kangkung sedikit." ucap dokter Aldi. " Minumnya..." tanya Maria lagi. " Air putih hangat saja. " ucap dokter Aldi lagi. " Tunggu sebentar ya dok..." ucap Maria pada dokter Aldi. " Aku akan membantumu..." ucap dokter Aldi hendak mengikuti Maria. " Pak dokter di sini saja. Anggap sekarang aku tuan rumah dan anda adalah tamu. Kalau pak dokter membantu lagi nanti malah baju pak dokter kotor lagi. " ucap Maria menolak dokter Aldi secara halus. Dokter Aldi menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan perlahan-lahan. " Ya...baiklah." ucap dokter Aldi dengan nada tak bersemangat. Maria tersenyum sebelum melangkah pergi untuk mengambil makanan.


Dokter Aldi duduk berhadapan dengan dokter Alfi di meja makan. " Buncin banget kamu Di..." goda dokter Alfi. Dokter Aldi tersipu malu. " Aku melarang kamu naksir dengannya. Awas jika kamu juga ikutan mendekatinya. " ucap dokter Aldi pada dokter Alfi. Dokter Alfi cemberut mendengarnya. " Ah...kejam sekali kamu Di..., padahal sebelum janur kuning melengkung, dia masih boleh di dekati." ucap dokter Alfi. " Tetap saja tidak boleh khusus untukmu. Aku tak mau sahabatku jadi sainganku." tegas dokter Aldi. Dokter Alfi hanya bisa menarik napas dalam-dalam.


Bersamaan dengan itu, Maria datang dengan membawa nampan berisi makanannya dan makanan dokter Aldi. " Ada apa ? " ucap Maria sambil menatap dokter Aldi dan dokter Alfi dengan aneh. " Tidak apa - apa hanya membicarakan kegiatan besok. Ya kan Fi...." ucap dokter Aldi berbohong. Maria tersenyum lega, dengan sigap, Maria menata makanan di meja di hadapan dokter Aldi, baru setelah itu menata makanannya. Maria pun duduk di sebelah dokter Aldi. Sejenak dokter Alfi menatap Maria. " Cewek ini betul-betul istimewa. Pantas Aldi menyukainya." ucap dokter Alfi dalam hati. Melihat dokter Alfi menatap Maria, dokter Aldi pun tersedak dan batuk... " Ukhu..ukhu..." dokter Aldi segera menutup mulutnya dan menoleh ke belakang. Maria menatap dokter Aldi dengan cemas. Di ambilkannya air putih sambil mengusap lembut punggung dokter Aldi. " Ah...minum dulu dok..." Maria meminumkan air putih ke mulut dokter Aldi dengan perlahan-lahan. Dokter Aldi pun meminumnya beberapa teguk. Setelah agak baikan, Maria mengambil tisu menyapu di sekitar mulut dokter Aldi. " Mau minum lagi dok...." tawar Maria lembut pada dokter Aldi. Dokter Aldi menggeleng dan tersenyum, matanya berbinar-binar menatap Maria. Dokter Alfi yang melihat semua adegan itu tentu saja merasa iri bukan kepalang. Perlakuan Maria terhadap dokter Aldi tadi begitu manis di mata dokter Alfi. " Sial..., kamu membuat ku iri Di...., ah....aku juga pengennnn...diperhatikan kaya gitu..." rintih dokter Alfi dalam hati. Saking irinya, tanpa sengaja dokter Alfi menumpahkan makanannya ke bajunya. " Ah..." ucap dokter Alfi kaget. " Ah..baju dokter jadi kotor. Ayo bersihkan dulu dok ...ke belakang." ucap Maria meraih tangan dokter Alfi untuk pergi ke belakang. Giliran dokter Aldi setengah melotot, seakan tak rela Maria juga memperhatikan dokter Alfi. " Dokter Aldi tunggu di sini yach, saya akan membawa dokter Alfi ke belakang." ucap Maria pada dokter Aldi, dokter Aldi terpaksa mengangguk. Dokter Alfi tersenyum lucu melihat dokter Aldi yang tampak cemburu.


" Ayo dok..., ikut saya.." ajak Maria sambil memegang tangan dokter Alfi agar mengikutinya. Dokter Aldi hanya bisa menatap mereka berdua dengan perasaan agak kesal.


" Sial....aku betul-betul di kerjai Alfi..." umpat dokter Aldi dalam hati.


Sementara itu tak jauh dari meja dokter Aldi, nampak dokter Erika yang juga kesal karena di bakar api cemburu. " kamu harus di beri pelajaran Maria, tunggulah....." ucap dokter Erika dalam hati. Tangannya terkepal kuat.

__ADS_1


Bagaimanakah kisah selanjutnya ? ikuti terus ceritanya. Terima kasih banyak telah setia dengan cerita ini.


__ADS_2