14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
XL. MARIA, DOKTER ALDI DAN DOKTER ERIKA.


__ADS_3

Dokter Aldi meraih tangan Maria, dan menarik Maria berlari kecil ke arah lain. Maria yang masih bingung dan tak mengerti terpaksa mengikuti nya. Tepat di belakang rumah tersebut, dokter Aldi berhenti. Maria menatap dokter Aldi dengan heran. " Ada apa dok, kok harus berlari kemari ? " tanya Maria masih heran. Dokter Aldi tak menjawab, ia menatap Maria dengan tatapan penuh cinta. Maria mulai gugup. Apa lagi saat menatap mata dokter Aldi, Maria semakin gugup. " Mengapa... perasaanku tak enak yach. " ucap Maria dalam hati. Maria menghelan napasnya dalam-dalam, ia mencoba mengusir kegelisahannya. Dokter Aldi terus menatap Maria, begitu ingin ia berkata : Aku cinta padamu saat itu, namun entah kenapa ia tak mampu hanya matanya yang menatap dengan kelembutan kearah Maria. Tiba-tiba dokter Aldi menarik Maria dalam pelukannya. Maria terpaku tak berdaya, ia tak sempat menolak pelukan itu, meskipun ia sangat ingat pada Rama dan merasa bersalah. Pelukan yang begitu hangat, dan Maria mendengarkan detakan jantung dokter Aldi yang sangat cepat. " Apakah dokter Aldi mencintaiku ? " ucap Maria dalam hati. Maria menongakan kepala menatap wajah dokter Aldi. Melihat Maria tengah menatapnya, dengan lembut dokter Aldi membelai wajah Maria.


" Aku sangat merindukanmu. Aku........" ucap dokter Aldi lembut dengan belaian berakhir di bibir Maria. Perlahan-lahan dokter Aldi mendekatkan bibirnya ke bibir Maria. Maria betul-betul merasa terhepnotis sehingga hanya bisa terpaku menerima ciuman yang akan mendarat di bibirnya, padahal Maria sungguh tak ingin itu terjadi karena di hatinya hanya ada satu orang dan satu nama yaitu Rama. Untung saja sebelum ciuman itu mandarat, mendadak dokter Erika muncul dan menghentikannya.


" Aldi....! " teriaknya geram. Dokter Aldi dan Maria menatap dokter Erika. Dokter Erika memang sejak tadi mengawasi dokter Aldi dan Maria. Ketika melihat dokter Aldi hendak mencium Maria tentu saja hal itu membuatnya sangat marah. Rasa cemburu betul-betul meluap tak terbendung lagi.


Dokter Erika menghampiri Maria. Plak......!!! Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Maria, Dari sudut bibirnya keluar darah akibat dari tamparan itu. Dokter Aldi begitu geram melihatnya. " Erika..., apa-apa an kamu ? Apa hakmu menamparnya ? Kau bukan siapa-siapa bagi ku ? " ucap dokter Aldi keras. Tangannya terkepal. Maria tahu dokter Aldi begitu ingin membalas tamparan dokter Erika. Maria menggenggam tangan dokter Aldi dengan lembut agar dokter Aldi dapat menahan emosinya. " Aku tak akan biarkan kau merebut Aldi dari ku..." ucap Erika dengan geram kepada Maria. Maria menatap ke arah dokter Erika.


" Maria...jangan dengarkan ! Erika...dengar jangan mengancamnya. Cukup kamu berulah ! Cukup Aldo yang jadi korban ! Dengar ! aku tak pernah mencintaimu. " ucap dokter Aldi keras. Maria yang merasa tak enak berada di antara dokter Aldi dan Erika berjalan meninggalkan tempat itu. " Maria....tunggu." ucap dokter Aldi mencoba menyusul Maria, namun langkahnya dihentikan oleh dokter Erika.


" Apa kelebihannya dariku. Aku lebih cantik darinya. Lebih kaya. Lebih pintar....dia tak sebanding denganku." ucap dokter Erika dengan emosi yang meluap-luap. " Kau memang tak sebanding dengan nya. Satu hal kelebihannya darimu. Dia punya hati yang tulus, sedang kau penuh kebusukan." ucap dokter Aldi sambil melangkah pergi dari dokter Erika. Mendengar perkataan dokter Aldi tentu saja semakin membuat dokter Erika marah.

__ADS_1


" Aldi... Aldi dengar...kan aku..., jika kau bukan milikku maka kau juga bukan miliknya. Aku tak akan biarkan dia memilikimu. " ucap dokter Erika keras dengan nada mengancam. Dokter Aldi membalikan badannya. " Ku peringatkan kau jangan sekali-kali menyentuhnya. Kalau terjadi sesuatu dengannya, Kau akan tahu akibatnya. " ucap dokter Aldi tak kalah mengancam. Dokter Erika menatap dengan kesal, sedangkan dokter Aldi tetap berjalan meninggalkan dokter Erika.


Dokter Aldi berusaha mencari Maria, namun ia tak menemukannya, ia malah bertemu dengan dokter Alfi. Dokter Alfi menghampiri dokter Aldi, ia merasa heran dokter Aldi nampak berjalan sendiri. " Kok sendiri Di..., mana Maria ? " ucap dokter Alfi menjajari langkah dokter Aldi.


" Maria pergi, Erika mengacaukan segalanya sebelum aku menyatakan cintaku pada Maria. Ia bahkan mengancam kami jika bersatu dalam ikatan cinta. " ucap dokter Aldi dengan sedih, ia menceritakan segalanya pada dokter Alfi. Memang tak ada rahasia di antara mereka berdua karena persahabatan mereka berdua sangat dekat hampir seperti saudara.


" Em...sepertinya akan sulit untukmu. " ucap dokter Alfi nampak ikut sedih. " Aku harap Maria tak menghindariku. " ucap dokter Aldi sambil menarik napas dalam-dalam. " Aku sendiri terkejut mendengar dokter Erika ngotot ingin ikut dalam rombongan ini. Biasanya ia tak mau turut menjadi tenaga suka rela. Sepertinya semua ini karena mu yang juga ikut rombongan ini. Karena kamu ikut maka ia pun ingin ikut juga, semua karena ingin bertemu denganmu. " ucap dokter Alfi pada dokter Aldi. Dokter Aldi tahu bahwa dokter Erika akan ikut begitu mendengar ia ikut tenaga suka rela. Sebenarnya dokter Aldi sangat tak ingin bertemu dengan dokter Erika. Namun karena ia ingin bertemu Maria, membuatnya ikut rombongan itu. Ia melihat nama Maria di perkumpulan tenaga suka rela tersebut.


Sementara itu Maria berbaring di kamarnya. ia mencoba menenangkan diri atas kejadian tadi. Pipinya masih terasa sakit namun Maria merasa bersyukur karena walaupun dokter Erika menamparnya namun itu justru menolongnya untuk lepas dari ciuman dokter Aldi, yang bila mana itu terjadi maka ia akan selama-lamanya akan merasa bersalah pada kekasihnya Rama. Maria betul-betul berterima kasih pada dokter Erika yang secara tidak langsung telah membantunya.


Namun ada hal yang sangat mengganggu Maria saat ini. Ia memikirkan bagaimana caranya ia menolak cinta dokter Aldi. Maria sungguh merasa bingung dengan perasaannya yang tak sanggup menolak dokter Aldi. Saat kejadian tadi saja, ia hampir di cium dokter Aldi. Untung dokter Erika datang di saat yang tepat walaupun ia harus menerima tamparan.

__ADS_1


Saat ini, Maria juga merasa aneh mengapa dokter Aldi tampak membenci dokter Erika...? Dan mengapa dokter Aldi mengatakan : cukup Aldo yang jadi korban ?


" Mungkinkah ada suatu peristiwa yang berhubungan dengan Aldo yang menyebabkan dokter Aldi membenci dokter Erika ? Dan siapa Aldo ? Ah...apa yang mesti ku lakukan kalau dokter Aldi menyatakan cintanya? Mengapa aku merasa tak tega menolaknya. " Maria menelungkupkan wajahnya ke bantal. Sejenak Maria terbayang saat dokter Aldi hampir menciumnya. Maria menggelengkan kepala berusaha menghilangkan bayangan itu.


" Rama....Rama...." ucap Maria dalam hati, bayangan Rama yang sangat ia rindukan berhasil mengusir bayangan dokter Aldi.


Di hati Maria memang hanya ada Rama tak ada yang lain. Maria hanya mencintai Rama. Namun ia tak sanggup menolak dokter Aldi karena dokter Aldi begitu baik. " Maafkan aku dokter Aldi. Pak dokter, terlambat datang padaku. sehingga di hatiku telah di isi oleh Rama. Dan aku tak mungkin mengganti Rama karena aku sangat mencintainya." ucap Maria dalam hati.


BERSAMBUNG


Bagaimana kisah selanjutnya ? Ikuti terus ceritanya. Terima kasih banyak bagi yang masih setia dengan cerita ini.

__ADS_1


__ADS_2