14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
BAB XXVIII BERDUAAN DENGAN RAMA....OH...TIDAK....


__ADS_3

Rama dan Maria masuk ke dalam rumah. Rumah itu begitu sederhana. Ruang tamu yang kecil dengan kursi tamu terbuat dari rotan, di ruang tamu juga ada televisi tabung 14 inc, ada lemari buku-buku. Dan beberapa gambar fhoto pernikahan.


" Aku boleh mandi ? " tanya Rama, Maria mengangguk. " Boleh, kamu punya baju ganti ? " tanya Maria. Ia memang tak melihat Rama membawa tas yang biasanya berisi baju ganti, namun mungkin saja Rama juga meninggalkan tas itu di motornya. Rama tersenyum dan menggeleng. Rama memang tak terpikir untuk menginap, namun karena perjalanannya yang sulit dan berbahaya apalagi saat malam, kemungkinan besar ia harus menginap. Lagi pula Rama telah mengajukan cuti 1 minggu dan baru terpakai 2 hari, masih ada waktu 5 hari lagi yang bisa ia manfaatkan bersama Maria untuk saling kenal mengenal. " Nanti aku carikan. " ucap Maria segera masuk ke dalam kamar. Rama mengikutinya masuk ke dalam kamar.


Maria begitu kaget dibuatnya. Tiba-tiba ia merasa gugup lagi. " O..tidak ...aku berduaan dengan Rama dalam kamar ? yang benar saja." ucap Maria dalam hati sambil menggelengkan kepalanya. " Ada apa ? " ucap Rama heran.


" Ram, kok kamu masuk juga ke kamar, apa lebih baik kamu tunggu di luar saja ? " ucap Maria cemas. " Memangnya kenapa ? " ucap Rama lagi masih bertanya-tanya. Maria melirik ranjang yang ada di dalam kamar tersebut. Ranjang berukuran sedang cocok buat berdua. Sejenak pikiran Maria mengkhayalkan ia bercumbu dengan Rama di atas ranjang tersebut. Maria menggeleng dan segera membaca istigfar mohon ampun atas pikirannya yang kotor. Melihat Maria melirik ranjang tersebut Rama pun akhirnya jadi ikut melirik ranjang. Deg...jantung Rama berdetak kencang. ia juga jadi mengkhayal mencumbu Maria di atas ranjang tersebut. Rama menelan slavinanya, ia pun di liputi ketegangan.


" Baiklah, aku tunggu di luar. " ucap Rama menyembunyikan rasa gugupnya. " Tunggu dulu, ini handuknya. Aku akan mencarikan baju gantimu." ucap Maria menyerahkan handuk pada Rama, Rama menerima handuk itu dan segera pergi ke kamar mandi yang berada di dekat ruangan dapur.


Maria mencari baju Bayu suami sepupunya Marina. " Maaf kak Bayu aku terpaksa meminjam baju mu dulu. Aku janji nanti bakal mencucinya." ucap Maria dalam hati. Dan beruntung baju Bayu sepertinya pas buat Rama. Namun Maria bingung mau pilih yang mana buat Rama, soalnya ini pengalaman pertama baginya mencarikan baju untuk seorang cowok. " Ram....Rama, kamu mau baju apa ? " tanya Maria. Namun Rama tak menyahut. Maria keluar kamar mencari Rama. Di ruang tamu tak terlihat Rama, Maria menuju dapur. Ketika dekat kamar mandi, Maria mendengar gemericik air. Maria kembali gugup, beberapa kali ia menelan slavinanya sendiri. Sekuat tenaga Maria berusaha menahan perasaannya. " Ram, kau sedang mandi ? " tanya Maria hati - hati di antara percikan air. Rama yang mendengar suara Maria menghentikan ritual mandinya. " yaa...., ada apa? " tanya Rama. " Mau pake baju apa Ram ? " tanya Maria. Sejenak Rama berpikir. " Em...baju muslim saja ." ucap Rama yang memang berniat shalat magrib setelah ritual mandinya.

__ADS_1


Maria menarik napas dalam-dalam, ia kemudian ke kamar menuju lemari pakaian. Maria kembali mencari pakaian yang cocok buat Rama. Di pilihnya baju koko berwarna putih dan sarung berwarna hijau tak lupa pula Maria menyiapkan sajadah dan peci berwarna hitam. Maria tersenyum puas. Di letakannya baju, sarung dan peci di atas meja hias di kamar tersebut dan di hamparnya sajadah yang langsung menghadap kiblat. Ritual shalat terpaksa di lakukan di dalam kamar karena rumah itu hanya rumah kecil yang punya ruang tamu , ruang dapur dan kamar. " Em..beres. " Maria kembali tersenyum. " Maaf ya pak polisi, jadi shalat di sini, anggap saja kita sedang hidup sederhana. " ucap Maria dalam hati.


Tiba-tiba Rama yang selesai mandi, masuk ke dalam kamar. " Sayang di mana bajunya ? " ucap Rama, Maria menoleh ke arah Rama dan langsung berteriak. " Ah...Ram....! kok kamu enggak pake baju sih. " ucap Maria langsung menutupi matanya dengan kedua tangannya. Ia sangat gugup sekali. Jantungnya kembali berdetak keras. Karena Rama nampak begitu sexsi tanpa baju, hanya handuk yang melilit di pinggangnya melindungi aurat tubuhnya dari pusat sampai lutut tapi badannya yang tanpa baju tetap saja bakal membuat para kaum hawa menjerit. Badan Rama begitu atletis, berotot perut dengan roti sobek yang menggoda di tambah bulu halus di dadanya. Di kakinya juga terdapat bulu-bulu halus. Sungguh pemandangan yang indah untuk di pandang tapi Maria malah menutup matanya.


" Aduh...Maria sayang, bagaimana aku bisa pake baju, kamu belum memberikannya padaku. " protes Rama. " Maaf...maaf..." ucap Maria salah tingkah. Maria yang memejamkan matanya setelah melepaskan tangannya yang menutup matanya, mencoba berjalan ke meja rias untuk mengambilkan baju ganti untuk Rama. Ia berjalan pelan dan meraba-raba karena sambil memejamkan mata. " Maria kok kamu memejamkan mata sih. Aku enggak buka aurat kok. Nanti kamu jatuh lho." ucap Rama memperingatkan. " Tapi....Ram kamu tetap bikin mataku ternoda. Aku belum pernah lihat cowok enggak pake baju. " ucap Maria dengan perasaan yang kacau, dan memang benar ini memang yang pertama kali. Rama menghampiri Maria, ia takut Maria jatuh. " Biar aku yang ambil bajunya. " ucap Rama mencoba membantu. Kini jarak Maria dan Rama begitu dekat. Bau bekas sabun yang harum dari tubuh Rama yang baru selesai mandi mengusik hidung Maria. Pesona yang sungguh menggoda iman. Maria meraba tapi tanpa sengaja tangannya mendarat di dada Rama.


" Ti...tidak Ram. Biar aku ah....! " ucap Maria kaget ketika menyentuh dada Rama. Maria begitu gugup ketika menyentuh dada itu. " Ah..." Maria mundur ke belakang dengan mata yang masih terpejam membuat Maria kehilangan keseimbangan. Rama segera menangkapnya, namun Maria malah menarik handuk yang melilit di pinggang Rama.


Dan......! hasilnya membuat Rama juga ikut kehilangan ke seimbangan, mereka pun terjatuh bersama tepat di atas ranjang dengan tubuh Rama yang menindih tubuh Maria. Untung Rama masih mengenakan celana pendek nya. Jantung keduanya semakin berdetak kencang karena adegan mesra itu. Tangan Maria gemetar meraba tubuh Rama yang menghimpitnya. Bau tubuh Rama yang harum semakin menusuk hidung Maria. Tubuh yang indah dan bau harum serta wajah yang sangat tampan betul-betul adalah godaan yang sangat besar. Maria hampir tak sanggup menahan hasratnya. Kali ini bukan istigfar yang Maria baca tapi ta'awwudz. Karena Maria tahu kini setan-setan pasti sedang menggoda mereka berdua untuk melakukan suatu yang haram bagi mereka saat ini.


" Ram...Ram...Rama. " ucap Maria berusaha menyadarkan Rama yang terseret dalam hasrat dan gairah yang memuncak. Rama pun tersadar berusaha bangkit dan melilitkan kembali handuk tadi. Ia kemudian membaca ta'awwudz berkali-kali untuk membentengi dirinya dengan iman, karena saat ini Maria tak halal untuknya. Ia kemudian mengambil baju koko dan segera memakainya, untung kain baju koko tersebut cukup tebal. Rama mengenakan sarung. Em....sungguh pas di badan Rama.

__ADS_1


Rama mengelus jonior nya sendiri mencoba meredam hasratnya sebelum cairan bening keluar dari joniornya yang mengamuk, ia sungguh tak ingin mandi untuk kedua kalinya.


Untung semuanya berhasil. Rama menarik napas dalam-dalam. Ia begitu lega seperti terbebas dari himpitan yang menyesakan dada.


" Maria sayang, sekarang buka matamu, aku sudah pake baju. Ayo cepat kita berwudhu waktu magrib setengah jam lagi usai. " ucap Rama mengingatkan. Maria mencoba bangkit dan membuka matanya perlahan-lahan. Maria terpana melihat penampilan Rama yang seperti malaikat. Begitu tampan, teduh dan menyejukan jiwa. " Em..nanti saja mengagumi ketampananku." bisik Rama membuat Maria salah tingkah. " Hai penjahat..., kejadian tadi bukan salahku, itu tidak di sengaja." bisik Rama lagi, kali ini membuat Maria sangat malu. Cepat-cepat Maria berlalu dan segera mengambil air wudhu. Begitu juga Rama ia juga mengambil air wudhu.


Maria memasang bukenanya dan menghamparkan sajadah di belakang Rama.


" Ram, jadilah imam untuk ku." ucap Maria lembut. Rama yang baru selesai memasang peci menoleh ke arah Maria. Kini Rama yang terpana dengan penampilan Maria dengan bukena putih yang membalut dirinya. Rama betul-betul merasakan kedamaian yang tiada tara saat menatap Maria.


" Begitu indahnya kamu Maria. Sungguh bahagia aku bersamamu. Aku akan secepatnya menjadi imammu karena aku betul-betul menginginkanmu segera menjadi bidadari surga untuk ku. Segeralah jadi milikku." ucap Rama dalam hati, ia kemudian mengangguk dan tersenyum pada Maria.

__ADS_1


Bersambung.


Ikuti terus ceritanya dan dukung aku yach.


__ADS_2