14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
LI. CALON MANTU


__ADS_3

Cahaya matahari mulai meninggi. Jam menunjuk kan jam 9 pagi, Rama dan Maria tiba di rumah Rama dengan mengendarai motor. Maria nampak anggun dengan memakai gaun berwarna biru langit senada dengan kaos yang dipakai Rama. Mereka berdua nampak begitu serasi.


Rama memegang tangan Maria dengan erat ketika memasuki halaman rumahnya.


" Lha...kok sepi Ram....?" tanya Maria.


" Sebaiknya ...kamu persiapkan diri dan tarik napas dalam-dalam. " ucap Rama dengan nada memperingatkan. " Memangnya kenapa.....? " ucap Maria penasaran. Belum lagi Maria sempat melakukannya, tiba-tiba pintu terbuka dan......


" Selamat datang kakak ipar.......! " ucap segerombol cowok dan cewek yang berjumlah 12 orang. Maria langsung terpaku di buatnya, ia tak menyangka sepupu Rama banyak jumlahnya. Mereka terdiri 6 orang cowok dan 6 orang cewek. Dan usia mereka sepertinya sebaya Maria. Wajah mereka cantik-cantik dan genteng-ganteng.


" Em....rupanya Rama memang keturunan cantik dan ganteng. Pentesen Rama ganteng, ternyata sepupunya juga demikian. " ucap Maria penuh kekaguman. " Terima kasih." ucap Maria memberikan senyuman yang paling manis untuk mereka. " Wow...kakak ipar cantik....." ucap sepupu Rama saling berbisik. " Kalau kaya gini aku juga mau...." bisik mereka lagi. " Ehem..." Rama memberi isyarat agar para sepupunya berhenti berbisik. Dan itu berhasil, mereka berhenti berbisik. Mereka kembali tersenyum ke arah Maria.


" Kak Maria, ayo kita kenalan...." ucap Gadis antusias. " Eh ....kalian ini langsung nyerang. Antrean kalian kan paling belakang. Yang tua dulu. Ini masuk aja belum, langsung di hadang di depan pintu. " ucap Rama setengah protes. " He...he...habis kami tak sabar lagi. Silahkan masuk kakak Ipar. " ucap mereka ramah. Sepupu Rama yang cewek segera menggandeng Maria. Sedangkan yang cowok berjalan di samping Rama.


Ketika masuk ke dalam rumah. Nampak keluarga besar Rama menunggu di ruang tamu. " Wah....datang juga.....nak Maria. " ucap Bu Maya menghampiri calon menantunya. Maria segera mencium tangan Maya dengan sopan. Bu Maya mengusap lembut kepala Maria. Ia kemudian memeluk Maria dengan kasih sayang dan Mencium kedua pipi Maria. " Tante..." ucap Maria sopan, Bu Maya tersenyum karena Maria masih ragu-ragu. " Panggil mama saja, karena sebentar lagi kamu bakal jadi anak mama." ucap Bu Maya lembut. Maria mengangguk dan tersenyum. Ia menuruti keinginan Bu Maya calon mertuanya. " Mama..." ucap Maria , Bu Maya langsung tersenyum mendengarnya. " Gitu dong....sayang. " ucap Bu Maya nampak senang.


" Oya.... ini lho yang namanya Maria. Calon isteri Rama. " ucap Bu Maya memperkenalkan Maria pada keluarga besar Rama yang berkumpul di ruang tamu. Semua mata langsung tertuju pada Maria. Walau pun kecantikan Maria hanya lumayan namun sungguh tak bosan di pandang. Senyum Maria sangat indah. Pancaran matanya bak bintang kejora. Maria tersenyum manis, dengan hormat ia lebih dulu sungkem pada mereka yang lebih tua.

__ADS_1


" Ini ayah Rama. " ucap bu Maya memperkenalkan. Maria segera sungkem pada Pak Ali calon ayah mertuanya. Pak Ali tersenyum dan mengusap kepala Maria. " Siapa nama kepanjangannya ? " tanya pak Ali ingin lebih mengenal Maria calon mantunya. " Maria Adelita Putri . " ucap Maria lembut.


" Wah....hampir mirip dengan nama mu dan Adel Ram. " ucap Lastri , bibi Rama adik dari Bu Maya. Amit tersenyum " Ya Ram....tampaknya kalian sejodoh. Betul kan Ma..?." ucap Amit lagi pada isterinya Lastri. " Rama susah sekali jatuh cinta lho....., kalau di jodohkan malah menghindar, tak satu pun nyangkut di hati. " ucap Lastri bercerita, Rama hanya senyum-senyum saja, begitu pula Maria.


" Saat ku jodohkan sama Maria juga. Rama sulit sekali disuruh bertemu Maria. Sampai aku harus pura-pura sibuk agar Rama mau mengantarkan Adel ke sekolah. Karena Maria kebetulan magang di sana. " ucap Bu Maya bercerita saat ia berusaha menjodohkan Rama dan Maria. Rama mengangkat keningnya dan tersenyum sambil menggeleng. Terus terang ia baru tahu, kalau mamanya saat itu sengaja membuat ia mengantar Adel agar bisa ketemu Maria.


" Wah.... mama ku mamang cerdik. " puji Rama dalam hati. Maria menatap Rama ketika mendengar semua itu. " Sudah ku bilang, mamaku yang lebih dulu menginginkan kita bersama. " bisik Rama. Maria berusaha tersenyum pada paman dan bibi Rama yang tiba-tiba menatapnya. "


" Tapi pas ketemu....ha akhirnya jatuh cinta juga...., aduh....aku sampai takut Rama terus-terusan Jomblo....umurnya sudah 27 tahun....lho. Sudah 8 tahun jadi polisi, tapi masih sibuk saja. Lha...kapan aku menimang cucu." ucap Maya menceritakan ketakutannya. " Kalau gitu kita gerak cepat dong...." ucap Dinda adik ipar maya / adik dari Pak Ali. Suaminya Anji senyum-senyum di samping " Iya lah....rencananya besok malam langsung melamar, minggu depannya nikahan dan minggu depannya lagi resepsinya. Mudah-mudahan di setujui." ucap Maya lagi mengatur rencana. " Wah....betul-betul tancap gas nih...kak. " Seru Ilham adik laki-laki Maya. " Kayanya sudah kebelet saja mau minimang cucu kak " ucap yuni , istri Ilham.


" He..he...maklum, aku hanya punya Rama dan Adel, enggak kaya kalian rata-rata punya 4 orang anak. Hampir sebaya lagi. Kalau aku jarak Rama dan Adel duh....jauh banget jarak umurnya. " ucap Maya lagi.


" Tunggu...Rama sudah dapat restu tidak dari calon mertua. Entar lamaran kita di tolak. " sela Amit tiba-tiba. " Tenang om...., sudah dapat restu..." jawab Rama. " Kalau sidang di instansimu gimana...?" tanya Amit lagi. Sebelum menikah para polisi memang harus menghadapi sidang BP4.



__ADS_1


" Beres berkas sudah saya urus. Mudah-mudahan prosesnya cepat. " ucap Rama sambil tersenyum, ia memang telah mengurusnya sebelum menjemput Maria. Maria menatap sang kekasih, ia baru paham mengapa Rama meminta data pribadinya ternyata untuk mengurus semua itu.


" Bagus itu Ram...." ucap Amit mengacungkan jempol. Tiba-tiba dari arah lain berlari seorang bocah cilik berwajah imut-imut langsung menghambur kepelukan Maria. Bocah itu siapa lagi kalau bukan Adel.


" Hai Adel, Apa kabarnya..?." ucap Maria lembut sambil kemudian mencium pipi adel yang cubi. " Baik bu guru....." ucap Adel dengan gaya manjanya. " Del...sekarang bu guru bukan bu guru lagi tapi akan menjadi kakak lho...." ucap Yuni, sambil mencubit pipi Adel yang cubi. " Tante .....sakit..." ucap Adel cemberut, bocah cilik itu segera naik duduk di pangkuan Maria. " Adel .... jangan...." seru Bu Maya yang melihat Adel duduk di pangkuan Maria dengan manjanya. " Biar saja ma..." ucap Maria tersenyum lembut. Maria memang punya sifat penyayang terhadap anak-anak. Suasana pun jadi semarak dengan kehadiran Adel. Sesekali Rama mencuri pandang ke arah Maria dan entah mengapa Rama merasa Maria semakin cantik.


" Maria....kita akan segera bersama. " ucap Rama dalam hati, ia merapatkan duduknya agar lebih dekat lagi dengan Maria, setidaknya dengan begitu ia dapat paling tidak terus memegang tangan sang kekasih. Namun tiba-tiba Adel turun dari pangkuan Maria dan duduk tepat di tengah Rama dan Maria. Rama menarik napas dalam-dalam karena rencananya untuk dekat Maria gagal. Maria yang melihat Rama menarik napas dalam- dalam, menatap dengan heran. " Ada apa...? " bisiknya pada Rama. Rama tersenyum kearah Maria dan menggeleng.


" tidak apa-apa." ucap Rama menutupi.


" Emmm...sepertinya setelah menikah sebaiknya aku segera tinggal di rumah pribadi ku saja, karena sepertinya Adel bakal mengganggu jika tinggal di sini. " fikir Rama sejenak.


Suasana berlangsung penuh kekeluargaan, Maria cepat akrab dengan anggota keluarga besar Rama. Suasana pun semakin semarak tatkala makanan kecil di hidangkan. Saat makan siang, Maria juga turut membantu memasak dan menghidangkannya.


Adel begitu menempel pada Maria, makan pun sampai minta di suapin. Rama mengusap wajahnya. " ya ampun ....kok aku merasa paling tak di hiraukan." ucap Rama agak kusut. Beberapa kali ia mengusap wajahnya. Para sepupu Rama tak kalah cemberut karena Adel nempel melulu. " Aih ....Adel sekarang giliran kami dong...." ucap Gadis agak protes. Adel mencibir....." Tak mau......" ucapnya dengan manja.......


Bersambung....

__ADS_1


Ikuti terus ceritanya. Terima kasih banyak sudah setia dengan kisah ini.


__ADS_2