
Pukul 09.00 pagi. Menjelang acara Sunatan Massal yang akan di laksanakan besok. Nampak Maria dan teman-temannya sibuk merekap daftar nama-nama anak yang akan di sunat. Setelah itu mereka juga membungkus hadiah khusus bagi anak yang di sunat, yang berisi sarung, baju koko dan peci.
Tiga hari telah berlalu, saat Maria dan Rama berpisah. Mereka berdua menjalani hubungan jarak jauh. Setiap malam menjelang tidur, Rama selalu menghubungi Maria lewat video call. Sedangkan di siang hari Rama selalu sms lewat wa. Entah itu menanyakan kabar, bertanya sudah makan apa belum atau sekedar mengatakan aku merindukanmu. Setiap mendapat sms dari Rama, Maria bahagia sekali. Hatinya begitu berbunga-bunga.
Sementara itu Rama yang sedang bekerja di kantor nampak mengetik berkas-berkas laporan tindak pidana. Ia berusaha fokus meskipun sedang merindukan Maria. Beberapa kali hatinya meringis sakit karena menahan rindu. Rama menarik napas dalam-dalam. " Kok rasanya sakit sekali saat merindukanmu Maria." ucap Rama dalam hati. Sejenak Rama menelengkupkan wajahnya ke atas meja dengan kedua tangannya. Sigit tersenyum melihat tingkah Rama. " Deh....orang yang lagi di buai asmara ini. Kalau rindu sms saja. " goda Sigit pada Rama. " Ya enggak sama lah lewat sms sama orangnya secara langsung Git. Sama orangnya kamu bisa........bercumbu dengannya." ucap Rama sambil membayangkan saat mencumbu Maria. Rama tersenyum sendiri dibuatnya. " Emang kamu pernah mencumbunya ? " tanya Sigit penasaran.
" Em...he..he." Rama tertawa kecil. " Di tanya malah ketawa." ucap Sigit heran. Rama tak menyahut dan tersenyum ke arah Sigit. Ia kemudian mengirim sms lewat wa untuk Maria.
" Maria sayang.....aku merindukanmu sungguh....mati rasanya....🙉🙉🙉. Cepatlah pulang sayang. Ku mohon..........🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏 Kamu tidak perlu menjawab, jika jawabnya nanti. 😭😭😭😭😭😭"
Maria tersenyum menerima dan membaca wa dari Rama tersebut. ia kemudian membalas pesan Rama.
" Aku juga sangat merindukanmu Ram....., tunggulah.....aku pasti datang kepelukanmu.....💖💖💖💖"
__ADS_1
Rama menarik napas panjang membaca pesan itu. " Tuh..kan tunggu jawabmu." ucap Rama dalam hati sambil menekan-nekan kepalanya yang agak sakit. Sigit tersenyum lucu melihat tingkah Rama yang baru pertama kali jatuh cinta. " Ih...bro...., lagi pusing malah di ketawain." ucap Rama cemberut. Sigit tertawa kecil. " kayanya....melihat raut wajahmu, seperti ada penolakan nih. " ucap Sigit kemudian kembali tertawa. Rama semakin cemberut di buatnya. " Bro....jangan ketawa ah...." ucap Rama setengah melotot. Sigit malah tertawa terbahak-bahak. karena baginya sangat lucu. Rama yang dulu di kejar-kejar malah kini ia yang mengejar-ngejar.
Sementara itu Maria masih sibuk membantu teman-temannya. Tiba-tiba dari arah lain nampak datang rombongan tenaga kesehatan dari kota yang datang untuk melaksanakan kegiatan besok.
Semua yang ada di ruangan segera menghampiri rombongan itu untuk memberikan sambutan. Begitu pula Maria, ia ikut menghampiri menyambut kedatangan rombongan tersebut.
Dan.....alangkah terkejutnya Maria ketika melihat seorang cowok sangat tampan yang tentu saja ia kenal diantara rombongan itu.
" Dokter Aldi...." ucap Maria terkejut. Dokter Aldi tersenyum manis ke arah Maria dan menghampirinya. Dokter Aldi menatap Maria dengan mata yang berbinar-binar kebahagian. Seakan rindu yang ia pendam tumpah di hadapan cewek yang memang sedang ia rindukan. Andai tak ada orang-orang di tempat itu, mungkin dokter Aldi akan bertingkah aneh tak terkendali karena saking rindunya dengan Maria. Ia akan memeluk Maria dan mendaratkan ciuman yang bertubi-tubi pada cewek yang telah membuat tak tidur itu.
" Apa ini yang namanya Maria ? " tanya dokter Alfi menghampiri mereka berdua. Dokter Aldi mengangguk . " Maria ini dokter Alfi. Dan ini Fi...yang namanya Maria." ucap dokter Aldi memperkenal kan mereka berdua. Maria tersenyum manis dan menjabat tangan dokter Alfi. " Nama kalian ....agak mirip , kaya kembaran saja." ucap Maria menatap dokter Aldi dan dokter Alfi. Dokter Aldi dan dokter Alfi saling tersenyum. Dokter Alfi mempunyai wajah yang lumayan tampan walau tak setampan dokter Aldi. " yah....kami hampir kembaran, sayang cuma kembaran nama depan saja. " ucap dokter Alfi setengah bercanda. " Nama lengkapnya dokter Alfi Purnama. " ucap dokter Aldi memperjelas. Maria kembali tersenyum manis. " Selamat datang di tempat sederhana ini dok. Semoga betah sementara di sini. Tak sangka kita bisa ketemu disini dok. " ucap Maria, dokter aldi tersenyum. " Mungkin kita jodoh. " bisik Aldi lembut.
Dokter Erika yang melihat dokter Aldi berbisik pada Maria dengan sangat dekat, nampak sangat marah. Api cemburu membakar hatinya. " Apa hubungan Aldi dengan cewek itu ? " tangan dokter Erika terkepal kuat. Dengan kasar ia melewati Maria dengan berjalan di tengah membelah di antara Maria dan dokter Aldi, tanpa bicara sepatah pun. Dokter Aldi menatap dengan geram ke arah dokter Erika, " Sabar Di..." bisik dokter Alfi mencoba menenangkan. Dokter Aldi menarik napas dalam-dalam, rasa bencinya dengan dokter Erika ia tahan sekuat tenaga. Maria yang melihat kejadian itu merasa heran. " Apa yang terjadi, mengapa dokter Aldi sangat benci pada cewek cantik itu ? " ucap Maria dalam hati. Maria menatap dokter Aldi yang masih geram dengan dokter Erika. Melihat Maria menatap dokter Aldi, dokter Alfi segera memberi tahu dokter Aldi dengan isyarat menyenggol lengan dokter Aldi. Dokter Aldi yang tersadar segera tersenyum manis ke arah Maria.
__ADS_1
Tiba-tiba dari arah lain datang Gatot ketua karang taruna di tempat tersebut. " Pak ....
dokter ingin istirahat ? kamar telah disediakan jika ingin istirahat. Maaf dok seadanya..." ucap Gatot ramah. Dokter Aldi dan dokter Alfi tersenyum. " Terima kasih banyak. maaf merepotkan. " ucap dokter Aldi tulus.
" Ah...bukan apa-apa kok dok.." ucap Gatot tersenyum " Mari ikut saya dok, saya akan tunjukan kamarnya. " ucap Gatot lagi. Sejenak dokter Aldi menatap ke arah Maria. Ia masih sangat merindukan Maria. Dokter Alfi yang paham dengan perasaan dokter Aldi segera mengambil tindakan. " Di...., biar aku yang melihatnya lebih dulu, tak apa jika kamu masih ingin di sini. " bisik dokter Alfi. " Terima kasih sobat. " ucap dokter Aldi membalas bisikan dokter Alfi dengan bisikan pula.
" Aku akan mencek kamar kita dulu Di...." ucap dokter Alfi sambil menatap dokter Aldi sambil memberi isyarat kedipan mata ke arah dokter Aldi, dokter Aldi tersenyum. " ya, nanti aku akan menyusul " jawab dokter Aldi.
" Kalau bisa kamar kami bersebelahan. " ucap dokter Alfi pada Gatot "oh... tentu dok, kebetulan memang kami sediakan bersebelahan agar kalian mudah saling berkomunikasi, hanya saja terpisah dengan dokter Erika karena dokter Erika di kamar khusus cewek. " ucap Gatot menjelaskan. Kamar cewek dan cowok memang terpisah di tempat itu. Dokter Alfi dan Gatot berjalan lebih dahulu. Maria menatap dokter Aldi. " Pak dokter tidak ingin istirahat ? " tanya Maria heran, melihat dokter Aldi tak mengikuti mereka. Dokter Aldi tersenyum dan berbisik. " Aku masih merindukanmu." bisik dokter Aldi lembut. Kata-kata dokter Aldi membuat Maria terkejut dan salah tingkah. Belum habis Maria berpikir jernih, dokter Aldi meraih tangan Maria......................
BERSAMBUNG.
Bagaikan kisah selanjutnya ? Apa yang di lakukan Maria saat dokter Aldi menyatakan cintanya ? Apa hubungan dokter Aldi dan Erika ? Mengapa dokter Aldi membenci dokter Erika ? Ikuti terus episode selanjutnya.........
__ADS_1
Terima kasih banyak buat teman-teman yang masih setia membaca.