14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI

14 HARI UNTUK CINTAMU PAK POLISI
BAB XVI AKU AKAN PERGI DARIMU RAMA


__ADS_3

Hancur sudah semuanya bagi Maria. Walau tinggal 5 hari lagi waktu mendapatkan cinta Rama, namun bagi Maria semua sudah berakhir. Dan hanya meninggalkan luka yang mendalam. Maria begitu ingin menangis dengan sejadi-jadinya. Cinta pertamanya harus kandas justru karena ia tak sebanding dengan orang yang di cintainya. Bagaikan pungguk yang merindukan rembulan. Walaupun seandainya Maria tahu bahwa Rama tak mencintai Melati namun tetap saja Maria merasa kalah karena tak sebanding dengan Rama yang begitu mempesona. Kini Maria merasa malu dengan dirinya sendiri.


Maria menghapus air matanya ketika tiba di ruang kantor guru-guru, ia berusaha menyembunyikan perasaannya di hadapan guru-guru. " Maaf saya tadi terlambat bu."ucap Maria saat masuk ke dalam kantor, saat itu hanya ada ibu Atik di dalam kantor tersebut.


" Tak apa-apa Maria. " ucap bu Atik tulus. " Anak-anak gimana bu ? " tanya Maria khawatir karena hari ini ia tak bercerita seperti biasanya. " Mereka sepertinya agak kecewa. " ucap bu Atik lagi. " Maafkan saya bu, saya telah membuat kecewa. " ucap Maria lagi. " Tidak apa-apa, selama ini kamu sudah membuat anak-anak senang. Oya....Maria, tadi Rama kakak Adel mencarimu. " ucap bu Atik, Maria hanya menarik napas panjang. Ia memang sudah menduga, Rama akan mencarinya karena itu berarti Rama telah mengetahui kalau ia lah yang mengirim surat puisi cinta itu. " Ada apa dia mencari saya bu ? " ucap Maria. " Dia tak bilang apa-apa, tetapi sepertinya ada hal penting yang harus ia katakan langsung padamu. " ucap bu Atik, Maria tersenyum kecut.


" Kau ingin menolak cintaku, bukan begitu Rama ? " ucap Maria dalam hati. " O...begitu bu, nanti saya akan menemuinya. " ucap Maria berbohong, mana mungkin ia menemui Rama hanya untuk mendengarkan penolakan cintanya.


" Ibu tinggal dulu ya, ibu harus mengajar di kelas B , oya kamu bisa membantu mengajar di kelas A. " ucap bu Atik , Maria mengangguk.


" Baik bu. " ucap Maria. Bu Atik pun tersenyum sebelum meninggalkan ruang kantor tersebut.


Maria menatap kepergian bu Atik. Di rasa telah aman Maria pun melaksanakan niatnya untuk menghapus jejak di TK Kemala tersebut. Maria mengambil kembali biodata dan surat permohonan yang dulu ia serahkan pada bu Atik. Ini terpaksa ia lakukan untuk menghapus jejak.

__ADS_1


" Biarlah ini ku ambil dulu, jika sudah reda baru aku ke mari lagi membawanya. Aku tak ingin Rama menemukan aku kecuali aku sudah bisa melupakan dan menghapus rasa cinta ini. " ucap Maria dalam hati sambil mencari berkas tersebut. Dan ia pun menemukannya. Dengan segera ia menyimpannya dalam tas nya. Setelah itu Maria segera merapikan mejanya, karena ia akan meninggalkan tempat itu. Setelah semuanya beres, Maria segera menuju kelas A membantu ibu Sarah mengajar.


Suasana ceria di ruang kelas tentu sangat menghibur Maria. Sesekali Maria tertawa melihat tingkah anak-anak TK yang lucu. Bagaimanapun sekolah ini telah memberikan pengalaman yang berharga baginya. Maria tentu sangat merindukan tempat itu. Sejenak Maria bisa melupakan kesedihannya dan melupakan Rama. Mengajar betul-betul sangat membatunya untuk move on dari Rama. Karena itu lah setelah selesai di TK Kemala, Maria berencana akan membantu mengajar di sebuah SD di desa yang cukup terpencil desa Telaga Bamban. Kebetulan sepupunya memintanya untuk menggantikan sementara selama sepupunya tersebut sedang cuti melahirkan.


Tak terasa waktu sekolah pun usai, Murid - murid TK berhamburan keluar menunggu jemputan. Maria menghampiri Adel yang sedang menunggu Rama untuk menjemputnya. " Del, ibu punya sesuatu buat kamu." ucap Maria menyerahkan buku cerita pada Adel. Adel menoleh dan mengambil buku cerita itu, kemudian membacanya. " Si kancil dan buaya....., buat Adel ? " ucapnya dengan mata berbinar. Maria mengangguk. " Hadiah, tidak perlu Adel kembalikan. Suka? " tanya Maria. Adel mengangguk langsung memeluk Maria dan mencium pipinya. " Terima kasih bu," ucap Adel, Maria tersenyum. " Syukurlah Adel suka." Maria mengusap kepala Adel dan kemudian berjalan mendekati ibu Atik dan guru-guru yang lain untuk berpamitan.


" Bu, boleh saya bicara sesuatu. " ucap Maria berusaha memulai pembicaraan. " Ada apa ? " ucap ibu Atik, dari tadi ibu Atik sebenarnya merasa curiga dengan sikap Maria agak aneh, di tambah mata Maria yang agak bengkak seperti habis menangis. " Saya mohon pamit, seharus besok baru berakhir. Tapi saya mohon pamit lebih dulu berhubung besok saya harus menjadi tenaga pengajar suka rela di desa terpencil." ucap Maria. " Maria, cepat sekali rasanya. Ibu minta maaf tak sempat berbuat apa-apa. Dan tentu saja terima kasih yang sebesar-besarnya karena telah membantu di tempat ini. Sebaiknya kita bikin pesta perpisahan." ucap ibu Atik. " Tidak perlu repot-repot bu, selama saya di sini saya sungguh senang dan bahagia, juga mendapatkan pengalaman yang berharga. Saya pasti merindukan sekolah ini. Oya bu, ini ada buku-buku cerita buat sekolah ini." ucap Maria menyerahkan 30 buah buku cerita bergambar. Ibu Atik menerimanya dengan senang sekali.


" Wah...malah kamu yang kasih hadiah.Terima kasih Maria. " ucap bu Atik. Maria tersenyum.


" Wa'alaikum salam." ucap guru-guru sambil menatap kepergian Maria, mereka sungguh merasa kehilangan.


Maria keluar dari pintu gerbang sekolah dengan motornya. Di depan sekolah tidak disangka Maria berpapasan dengan Rama yang baru saja memarkir motornya. Up.........semua berubah tegang. Maria dan Rama saling bertatapan. Rama begitu gugup di buatnya, kata-kata yang ia susun buat Maria hilang seketika. Sedangkan Maria, matanya mulai berkaca-kaca melihat orang yang dicintainya.

__ADS_1


" Sanggupkah aku melupakanmu Rama." rintih Maria dalam hati. Kini air matanya tumpah tanpa terisak. Rama terkejut bukan kepalang melihat Maria menangis di depannya. " Maria.... kau menangis.....? " ucap Rama tak mengerti apa yang telah terjadi.


" Apa kau ingin melihat orang yang patah hati ? Kau tidak perlu berkata apa-apa aku sudah tahu kalau aku tak pantas untukmu. Kau tak perlu bilang bahwa kau tidak bisa menerima cintaku, karena itu sangat menyakitkan bagiku. Jangan khawatir aku akan pergi darimu. " Maria menghidupkan mesin motornya. Dengan gugup Rama menghampiri Maria dan mencoba menahannya.


" Maria....hentikan, kamu dengar dulu penjelasanku. Turun dari motormu." ucap Rama memegang lengan Maria. Begitu ingin ia menarik Maria ke dalam pelukannya, dan mencium bibir cewek itu untuk menjelaskan semua perasaannya, bahwa ia juga mencintai Maria. Tapi tak bisa karena tempat itu sedang ramai dengan orang-orang yang sedang menjemput anak-anak mereka.


" Lepaskan aku....! " Maria menatap tajam ke arah Rama. Dag......!!! tatapan tajam itu langsung menghunjam ke jantung Rama dan langsung membuat Rama kalah telak. Pegangannya terlepas. Maria yang telah menghidupkan mesin motor segera melaju meninggalkan Rama dengan derai air mata.


Rama segera berlari menghampiri motornya, kemudian menghidupkan mesin dan mencoba mengejar Maria yang telah lebih dulu melaju. Namun sayang , Rama kehilangan Maria. Cewek itu telah menghilang. Rama menggelengkan kepala. " Di mana kau Maria ? Mengapa kau tidak mendengarku? " lama Rama mencoba mencari Maria, namun tetap saja nihil. Karena Adel masih menunggu di TK Kemala, akhirnya Rama terpaksa menghentikan pencariannya dan melaju ke TK Kemala menjemput Adel. " Maria, aku akan menjelaskannya besok, aku tidak akan melepaskanmu lagi. Aku betul-betul tidak akan melepaskanmu lagi. " ucap Rama dalam hati.


Sementara itu Maria terus melajukan motornya dengan kecepatan tinggi. Dengan deraian air mata dan sejuta luka di hatinya, Maria terus melaju berharap bisa menjauhi Rama. Namun akibatnya justru membuat ia malah menambrak seseorang yang juga mengendarai motor. Bruk....!!!


Untung tabrakan itu hanya tabrakan kecil karena orang tersebut berhasil menghindar, namun tetap saja membuat Maria dan orang itu terjatuh. Orang itu mencoba bangkit dan berjalan menghampiri Maria. " Kamu tak apa-apa ? " orang itu melepaskan helmnya, sungguh sangat tampan wajah orang itu. Dan siapakah dia.....? Ternyata orang itu adalah dokter Aldi yang memang sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Maria berusaha bangkit dan melepaskan helmnya.

__ADS_1


Dan.....!!! bertemulah tatapan keduanya. Dokter Aldi langsung terkesima bertemu dengan orang yang ia cari-cari selama ini. " Kau..........."


Maaf ceritanya bersambung dulu. Tetaplah bersama cerita ini.


__ADS_2